Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Pyoderma, Venerologi, Parasit, Infeksi Virus pada Kulit, autoimmune,…
Pyoderma
Superficialis
-
Impetigo bulosa
- Infeksi Staphylococcus aureus
- muncul bulla hipopion dengan dasar eritema dan datang sudah pecah dengan bentukan erosi koleret eritema
- area predileksi di punggung, aksila, dada
- nikolsky sign negatif
- bula dikit --> di pechain kompres & kasih AB topikal
- krusta banyak --> kompres, AB topikal dan sistemik
-
-
furunkel/karbunkel
- infeksi staphylococcus aureus
- furunkel peradangan folikel dan jaringan di sekitar
- karbunkel itu furunkel yang bergabung menjadi satu
- klinisnya ya meradang, nyeri/panas dan gatal, ada vesikel/pustul dengan adanya rambut dan ada peradangan disekitarnyaa
- furunkel banyak --> furunkulosis (topikal dan sistemik)
- TTX: cukup ab topikal, kalo banyak topikal dan sistemik
-
-
Profunda
Erisipelas
- infeksi streptococcus b hemolyticus
- patch eritematosa batas tegas dan tepi meninggi dan ada tanda inflamasi
- ada gejala konstitusi: demam, malaise
- istirahatkan tungkai kaki agak lebih tinggi dibanding jantung
- OBAT SISTEMIK DAN KOMPRES TERBUKA DENGAN POVIDONE IODINE
-
Hidradenitis supuratifa
- infeksi staphylococcus aureus
- infeksi kelenjar apokrin, pada usia remaja dan dewasa muda
- karena banyak berkeringat, pemakaian deodoran, cukur rambut axila
- di axila dan perineum
- eritema dengan nodus --> jadi abses dan pecah akan membentuk fistula
- TATALAKSANA: AB SISTEMIK dan kalo ada abses harus di kompres terbuka
-
TATALAKSANANON FARMAKOTERAPI
- mandi 2x sehari dengan sabun dan luka terkena sabun
- cari faktor komorbid
FARMAKOTERAPI
Topikal:
- banyak pus & krusta = dipecah dan dikompres terbuka pake larutan povidone iodine 1% atau PK (kalium permanganat 1/5000) selama 1 jam 3x sehari
- tidak tertutup pus & krusta: salep mupirocin 2%/asam fusidat 3x sehari selama 7 hari
Sistemik:
Lini pertama (1)
- Amoksiklav (500): dewasa & anak >20kg itu 3 x 500 mg/hari, Anak (25 mg/kgbb/bagi 3 dosis) --> 7 hari minimal
- kloksasilin 4x500 7 hari
Lini kedua (2)
- azitromicin 1x500 mg (hari pertama), lanjut 1x250 mg hari kedua sampai hari ke 4
PEMERIKSAAN PENUNJANG:
- Kultur dan resistensi spesimen (MRSA)
- kultur dan resistensi darah, darah perifer lengkap
Venerologi
Gonore
- karena infeksi neisseria gonorhoeae (gram negatif, berbentuk biji kopi dan intrasel)
Anam:
Laki:
- Gatal pada kemaluan
- nyeri saat miksi
- duh tubuh warna putih atau kuning kental dari urethra (mukopurulen)
Perempuan:
- keputihan
- bisa simptomatik dan ada riwayat koitus
Pemeriksaan klinis: Laki2:
- OUE hiperemi, edema dan ekteropion
- duh tubuh uretra mikropurulen
Perempuan:
- sering asimptomatik
- serviks hiperemi, edem kadang ekteropion
- nyeri pelvis atau perut bagian bawah
- infeksi pada uretra dapat menyebabkan disuria
Pemjang:
- pewarnaan gram sediaan duh tubuh uretra/serviks = ditemukan diplokokus gram negatid intraseluler
- kultur thayer-martin --> kecil, putih keabuan dan mucoid
- thomson --> kencing pagi hari abis bangun, kencing ditampung di 2 gelas di awal dan di akhir
-
Ttx:
- DOC: Tiamfenikol 3,5 G dosis tunggal (sediaan 500 mg x 7)
- cefixim 400 mg po single dose,
- alternatif: kanamisin 2 gr IM dosis tunggal
trichomoniasis
- infeksi trichomonas vaginalis - melalui aktivitas seksual
- bisa hidup dalam suasana ph 5-7,5
- bisa karena kontak seksual, baju, handuk dan berenang
- masa tunas 4 hari-3 minggu
- radang berat pada epitel vagina sehingga menyebabkan duh mukopurulen
GEJALA
- Cairan berbusa kuning kehijauan
- Bau menyengat dan kadang berbusa
- strawberry cervic
- dispareunia
- ga gatal
- pH 5-6
pemeriksaan penunjang:
- Nacl/Giemsa --> pake duh dari fornix posterior --> ditemukan Trichomonas vaginalis yg bergerak
Ttx:
- metronidazole 2g single dose atau
- 2x500mg selama 7 hari
- tinidazole 2g dosis tunggal
-
-
ulkus mole (canchroid)
- karena haemophylius ducreyi
- ulkus di tempat masuknya kuman dan ada pembesaran kgb
- haemophylus ducreyi bakteri gram negatif, tidak bergerak
- infeksi dari aktivitas seksual
ANAMNESIS
- luka pada kelamin, lebih dari 1, nyeri
- ada riwayat kontak seksual sebelumnya
Klinis
- ulkus multiple, lunak, sangat nyeri, tepi tidak teratur dinding gaung dan dasar kotor/nekrotik/pus
- pembesaran kgb inguinal
-
Pemjang:
- pewarnaan gram atau unna papennheim --> ditemukan cocobacillus gram negatif berderet seperti rantai (School of fish)
-
Tatalaksana:
-Azitromycin 1 gr dosis tunggal (dikasih 500 mg tab 2x)
- siprofloksasin 2x500 mg po 3 hari
-
-
BV (Bakterial Vaginosis)
- pwegantian flora normal (Lactobaccilus sp) menjadi infeksi Gardenerella vaginalis, mycoplasma hominis
- Keputihan (abu2) berbau amis terutama sesudah seks
- pH >4,5
Klinis:
- duh tubuh homogen putih keabuan, melekat, berbau amis, kadang ada gatal
Pemeriksaan penunjang (kriteria amsel --> 3 dari 4 gejala):
- duh vagina sesuai klinis
- Tes amin/whiff test --> + kalo tercium bau amis ikan saat ditetes KOH 10%
- pH duh tubuh >4.5
- Wet smear ditetesi NaCl 0.9% --> clue cell
Ttx:
- metronidazole 2 g PO dosis tunggal
- Metronidazole 2x500 mg po 7 hari
-
Parasit
Pediculosis
- infeksi kulit & rambut
- karena pediculus humanus var capitis, corporis, pthirus pubis
- liur dan ekskreta dari kutu --> menyebabkan gatal --> garukan --> luka (papul hingga erosi)
- merasa ada yg berajalan di kepala
- karena menggunakan barang bersama2
- karena di lingkungan padat penduduk (pondok/asrama), hygiene kurang
- bisa infeksi sekunder
- plica pelonika (krusta dan pus karena infeksi sekunder) dan alopesia sikatrik (karena kerusakan jaringan)
pemeriksaan penunjang:
- dermoskopi membedakan telur hidup atau yg sudah menetas
TTX:Farmako
- lotio permetrin 1% dipakai 7-8 jam sebelu tidur dan dibungks dengan plastik --> saat bangun di bilas --> ulangi hari ke 7 (permetrin menghambat kanal natrium pada sinap saraf --> kutu paralisis) = permetrin bisa dipakai untuk anak lebih dari 2 bulan
Non-farmako
- barang2 yg dipakai direndam dengan air panas
- barang yang tidak bisa dicuci dibungkus dengan plastik dan dibiarkan selama 2 minggu
Scabies
- karena tungau sarcoptes scabei var hominis
- klasifikasi (klasik dan krustosa/norwegian)
Klasik:
- Kardinal sign (pruritus memberat d malam hari, riwayat tinggal bersama di pondok/asrama, kunikulus, dan ditemukan tungau/telur/kotoran
- papula kecil, eksoriasi dengan kerak hemoragic diatasnya
pemeriksaan penunjang:
- dermoskopi ditemukan delta wing jet --> kunikulus kemerahan dan diujungnya didapatkan tungau berbentuk segitiga
- Burrow ink test --> ditemukan terowongan/kunikulus berkelok2 berwarna ungu
Tatalaksana:Farmako:
- krim permetrin 5% selama 8-14 jam kemudian bilas seluruh badan kecuali wajah (pake sebelum tidur), pakai lagi di hari ke 7
Non-farmako:
- menjaga hygine dan lingkungan
- jangan digaruk
- cuci seluruh peralatan yg dipakai dengan air panas dan dijemur dibawah sinar matahari
- atau tutup dengan plastik dan diamkan selama 2 minggu
Creeping eruption
- karena ancylostoma caninum/braziliense
- infeksi karena terpapar tanah/pasir yang terkontaminasi kotoran hewan
- lesi berbentuk plak eritematosa dan berbentuk linear lebar sekiatr 3 mm dan panjang 15-20 cm
- predileksi bokong dan kaki
- pada saat invasi ke kulit terasa panas dan gatal
- bisa reaksi eosinofilik (wheezing, batuk kering dan urtika
- hindari kontak langsung dengan pasir/tanah yang terkontaminasi
Pemeriksaan Penunjang:
- biopsi kulit gambaran larva terperangkap di kanal folikel
- kerokan kulit memperlihatkan larva hidup
Ttx:
- Albendazole 400 mg untuk anak usia > 2 tahun atau > 10 kg selama 3-7 hari berturut2 (gabisa untuk ibu hamil dan menyusui)
- salep albendazole 3%, 3x sehari 7 hari
Infeksi Virus pada Kulit
Veruka vulgaris
- infeksi HPV 1, 2, 4
- predileksinya jari, punggung tangan dan kaki
- bisa pada anak2, deasa muda dan pasien imunosupresi
- penularan: kontak langsung apalagi pd kontak lama dengan pasien dan ada luka
- efloresensi: papul/plak padat keratotik batas tegas dan berskuama dapat berkonfluen
- bisa ada nyeri kalo tumbuh di palmar dan bisa merusak kuku
-
Pemjang:
- dermoskopi: gambaran red-black hemoragic dot dikelilingi white halo
- histopatologi-Biopsi: hiperkeratotis, parakeratosis, dan pemanjangan rete ridges
-
Tatalaksana:Farmako:
- Agen destruktif: asam salisilat, kantaridin 7%
non-farmako:
Edukasi: jaga hygene perorang agar tidak tertular
-
moluscum contagiosum
- infeksi virus molluscipox (pox virus)
- bisa sembuh spontan dalam bbrp bulan
- eflo: papul berbentuk kubah, putih mengkilap dan diatasnya ada lekukan berisi massa badan moluskum, jika dikeluarkan seperti nasi
- masa inkubasi 2-8 minggu
- predileksi di daerah wajah, leher, ketiak, badan dan ekstemiras (jarang di manus dan pedis)
-
Pemjang:
- PCR
- biopsi ada badan moluskum (handerson-paterson bodies)
- pewarnaan gram/wright/giemsa
-
Tatalaksana:
- mengeluarkan badan moluskum dengan ekstraktor komedo, jarum suntk atau kuret.
- oleskan kantaridin 7% dibiarkan selama 4 jam lalu dibilas --> pas dikasi akan nyeri dan bisa dikasih Paracetamol
- keratolitik: asam salisilat dan tretinoin
- kalo papul pecah --> olesin mupirocin 2%
-
Herpes zoster
- infeksi varicela zoster virus (VZV)
- infeksi laten di ganglion dorsalis --> ada pemicu aktif --> akan muncul erupsi luka sesuai dermatome (sering di thorakal/lumbal)
- gejala prodromal sebelum erupsi: nyeri dan panas di daerah yang akan tjd erupsi
erupsi: akan muncul panas, nyeri, gatal dan bisa ada gejala prodromal (panas, malaise dan nyeri kepala)
eflo: makulopapular eritematosa dan akan menjadi vesikel dalam 2 hari --> jadi pustul dan krusta dalam 7-10 hari --> krusta bisa bertahan selama 2-3 minggu
Komplikasi/bentuk khusus:
- herpes zoster oftalmikus: kelainan pada mata dan kulit di saraf trigeminus
- ramsay hunt syndrome: gejala paralisis otot muka, kelainan kulit, tinitus, vertigo, gg pendengaran
- PHN: nyeri menetap pada dermatop setelah erupsi menghilang --> menetap hingga 3 bulan setelah erupsi kulit menyembuh
-
-
Pemjang:
- PCR
- tzank test pada fase erupsi vesiker --> multinucleated giant cell
TATALAKSANA:
- antivitus diberikan tanpa melihat waktu timbulnya lesi:
- usia > 50 th
- resiko adanya PHN
- adanya komplikasi (ramsay hunt syndrome dan HZ opthalmicus)
diberikan melihat waktunya lesi (72 jam lesi muncul):
- tanpa komplikasi dan dibawah 50 th
DOSIS:
- asiklovir 5 x 800 mg/hari selama 7-10 hari
- asiklovir anak <12 tahun 30 mg/kgbb/hari, >12 tahun 60 mg/kgbb/hari
- famsiklovir 3x250 mg/hari selama 7 hari
asimptomatik:
- nyeri ringan: pct 500x3 atau Nsaid
autoimmune
Psoriasis
- bercak merah bersisik di bagian tubuh terutama daerah ekstensor dan kulit kepala, bisa disertai rasa gatal
- pencetus bisa karena ISPA, stres, merokok bisa bikin kambuh dan parah
TIPE-TIPE:
- Psoriasis tipe plak: plak eritematosa berbatas tegas dengan skuama putih keperakan berlapis. predileksi di siku, lutut, kepala, lumbosakral, palmar dan plantar, genitalia dan perianal
- Psoriasis gutata: akut, karena infeksi streptokokus (ISPA), plak merah muda berukuran spt tetesan air dengan skuama tebal diatasnya
- psoriasis pustulosa: pustul steril di sebagian besar area tubuh dan ekst, dgn gejala sistemik
- lokalisata: di regio planat, akral dan kuku
- psoriasis inversa: lesi di daerah lipatan, glans penis, aksila
- eritroderma psoriatika:
- peradangan kulit kronis --> diferensiasi epidermis yang lebih cepat dibanding biasanya (2-3 hari) harusnya 28 hari
- ga bisa ilang tp bisa dikontrol
- bisa bikin kualitas hidup buruk kalo parah
Pemeriksaan penunjang (dilakukan kalo ada indikasi):
- dermoskopi/histo PA
- ASTO
- DPL, GDS, profil lipid
-
Infeksi Sistemik
Lepra/kusta
- infeksi granulomatosa kronis karena mycobacterium leprae
- kena ke saraf perifer --> otonom, sensorik, dan motorik --> menyebar ke organ2 lain kecuali sistem saraf pusat
- efloresensi: makula/patch hypopigmentasi dibatasi infiltrat difuse
- mati rasa (anestesia) terhadap suhu, raba, nyeri
Klasifikasi:Ridley & jopling:
- TT, BT BB, BL, Lepromatosa
WHO/Indo:
- PB/paucibasiler (TT & BT) dengan BTA Negatif
- MB/multibasiler (BB. BL. LL) dengan BTA positif
TANDA KARDINAL WHO
- Bercak kulit mati rasa = patch hypopigmentasi batas infiltrat dan mati rasa bersifat total atau sebagian
- penebalan saraf tepi:
sensorik: anestesia
motorik: parese atau paralisis
Otonom: kulit kering, retak, edem, pertumbuhan rambut terganggu
- Ditemukan kuman tahan asam (BTA) = berasal dari apusa cuping telinga dan lesi kulit yang aktif (Pake ZN/Zill-neilsen)
Pemeriksaan:
- Inspeksi kulit, palpasi, tes fungsi saraf sensoris (rasa raba, nyeri, dan suhu), otonom kasih tinta, motoris (involuntary test)
Pemjang:
- pemeriksaan BTA dari hapusan darah/slit skin smear cuping telinga dengan pewarnaan ZN --> ditemukan BTA
- tes lepromin --> 2 hari reaksi fernandez dan 21 hari reaksi mitsuda
-
-