Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
GEDS - Coggle Diagram
GEDS
Pengertian
kondisi peradangan pada lambung dan usus yang disertai dehidrasi derajat sedang akibat kehilangan cairan dan elektrolit melalui diare dan/atau muntah.
Etiologi
Infeksi virus – misalnya Rotavirus, Norovirus
Infeksi bakteri – Salmonella, Shigella, E. coli
Infeksi parasit – Giardia lamblia, Entamoeba histolytica
Keracunan makanan/minuman – kontaminasi bakteri atau toksin
Faktor lain – obat-obatan tertentu, intoleransi makanan, alergi makanan
Patofisiologi
infeksi atau iritasi usus mengganggu penyerapan cairan dan elektrolit serta meningkatkan sekresi ke lumen usus, sehingga menyebabkan diare cair, kehilangan cairan dan elektrolit, dan memicu tanda-tanda dehidrasi sedang seperti nadi meningkat, turgor kulit menurun, dan membran mukosa kering.
Manifestasi klinis
Diare cair sedang, frekuensi 3–5 kali/hari
Muntah kadang menyertai diare
Haus berlebihan dan lemas
Turgor kulit menurun, membran mukosa kering, mata cekung
Perubahan tanda vital: denyut nadi meningkat, tekanan darah normal atau sedikit menurun
Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan darah untuk elektrolit dan hematokrit.
Urinalisis untuk menilai densitas urine dan keton.
Pemeriksaan feses untuk mendeteksi bakteri, parasit, atau virus.
Pemantauan tanda vital seperti tekanan darah, nadi, dan frekuensi napas.
Pemeriksaan fisik turgor kulit dan membran mukosa untuk menilai dehidrasi
Penatalaksanaan
Rehidrasi dengan oralit/ORS atau cairan IV jika perlu.
Diet mudah dicerna dan cukup cairan, plus zinc/probiotik bila perlu.
Pengobatan penyebab, antibiotik hanya jika infeksi bakteri.
Pemantauan tanda vital, output urine, dan frekuensi/konsistensi BAB.
Edukasi pasien dan keluarga tentang rehidrasi, kebersihan, dan tanda bahaya.
Diagnosa & luaran keperawatan
Diare
eliminasi fekal membaik
Defisit nutrisi
status nutrisi membaik
Gangguan integritas kulit
integritas kulit meningkat
Nausea
tingkat nausea menurun
Hipovolemia
status cairan membaik
Intervensi keperawatan
Diare
manajemen diare
Identifikasi penyebab diare
Monitor warna, volume, frekuensi, dan konsistensi feses
berikan oralit
Kolaborasi pemberian obat pengeras feses
Defisit nutrisi
manajemen nutrisi
Identifikasi alergi dan intoleransi makanan
identifikasi status nutrisi
Gangguan integritas kulit
Perawatan Integritas Kulit
Identifikasi penyebab gangguan integritas kulit
Bersihkan perineal dengan air hangat, terutama selama periode diare
Anjurkan meningkatkan asupan nutrisi
Nausea
manajemen mual
monitor mual
Anjurkan istirahat dan tidur yang cukup
Ajarkan penggunaan teknik non farmakologis untuk mengatasi mual (mis: biofeedback, hipnosis, relaksasi, terapi musik, akupresur)
Hipovolemia
manajemen hipovolemia
Periksa tanda dan gejala hipovolemia
monitor intake dan output cairan
Anjurkan memperbanyak asupan cairan oral
DAFTAR PUSTAKA
Burstein, B., Rogers, S., Klassen, T. P., & Freedman, S. B. (2022). Trends in Management of Children With Acute Gastroenteritis in US Emergency Departments. JAMA Network Open, 5(5), e2211201.
Emergency department assessment and management of children with gastroenteritis. (2023). Elsevier/PubMed.
Salamah, R., Wahdi, A., Fitriyah, E. T., Roni, F., & Pratiwi, T. F. (2023). Nursing care for pediatric gastroenteritis patients with nursing problems of hypovolemia using honey. Journal for Quality in Women’s Health, 6(1), 60–67.
Nimah, L., Maharani, C., & Perkasa, W. G. (2023). Edukasi pemberian nutrisi bagi pasien GEA di Rumah Sakit Pendidikan Surabaya. GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 7(2), 985–994.
STIKes Banyuwangi. (2023). Asuhan keperawatan pada anak gastroenteritis dengan masalah hipovolemia di ruang anak. Nursing Information Journal, 3(1).
Pengkajian fokus
Gejala utama: frekuensi, konsistensi, dan jumlah BAB serta adanya muntah.
Tanda dehidrasi: haus, turgor kulit menurun, membran mukosa kering, mata cekung.
Tanda vital: tekanan darah, nadi, frekuensi pernapasan.
Riwayat kesehatan dan faktor risiko: asupan makanan/minuman terakhir, riwayat infeksi, obat-obatan, atau alergi.
Status nutrisi dan hidrasi: berat badan, intake cairan, dan kemampuan menelan/minum.