Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Organ Endokrin: Hipotalamus & Pituitary - Coggle Diagram
Organ Endokrin: Hipotalamus & Pituitary
Hipotalamus
Fungsi Utama
Mengendalikan pelepasan hormon pituitari melalui hormon pelepas (releasing hormones) dan hormon penghambat (inhibiting hormones).
Merespons sinyal dari lingkungan (stres, cahaya, emosi)
Mengatur homeostasis tubuh: suhu, rasa lapar, haus, tidur, dan ritme sirkadian.
Hormon Hipotalamus
GnRH (Gonadotropin Releasing Hormone) → merangsang FSH (Follicle Stimulating Hormone) & LH (Luteinizing Hormone)
GHRH (Growth Hormone Releasing Hormone) → merangsang GH
TRH (Thyrotropin Releasing Hormone) → merangsang TSH (Thyroid Stimulating Hormone) & prolaktin.
Somatostatin (GHIH, Growth Hormone Inhibiting Hormone) → menghambat GH (Growth Hormone) & TSH (Thyroid Stimulating Hormone)
CRH (Corticotropin Releasing Hormone) → merangsang ACTH (Adrenocorticotropic Hormone )
Dopamin (Prolactin Inhibiting Hormone) → menghambat prolaktin.
Lokasi & Struktur
Berhubungan langsung dengan sistem limbik → mengatur emosi, stres, dan perilaku
Menghubungkan sistem saraf (otak) dengan sistem endokrin (kelenjar pituitari)
Terletak di bawah talamus, membentuk dasar diencephalon
Kelenjar Pituitari (Hipofisis)
Terletak di sella turcica (cekungan tulang sphenoid)
Ukuran kecil (± 0,5 gram) tapi berfungsi sebagai “master gland” karena mengontrol banyak organ endokrin
Hipofisis Anterior (Adenohipofisis
Menghasilkan hormon-hormon utama tubuh
TSH (Thyroid Stimulating Hormone) → merangsang tiroid menghasilkan T3 & T4.
ACTH (Adrenocorticotropic Hormone) → merangsang korteks adrenal menghasilkan kortisol
Prolaktin → stimulasi produksi ASI.
FSH (Follicle Stimulating Hormone) → perkembangan folikel ovarium & spermatogenesis.
GH (Growth Hormone) → merangsang pertumbuhan tulang, otot, metabolisme protein & lemak.
LH (Luteinizing Hormone) → ovulasi & produksi hormon seks (estrogen, progesteron, testosteron).
Berasal dari kantung Rathke (ektoderm mulut)
Hipofisis Posterior (Neurohipofisis)
Merupakan perpanjangan dari hipotalamus (berasal dari jaringan saraf)
Tidak membuat hormon sendiri, hanya menyimpan & melepaskan hormon yang diproduksi hipotalamus
ADH (Antidiuretic Hormone / Vasopresin) → mempertahankan keseimbangan cairan tubuh, reabsorpsi air di ginjal, mengatur tekanan darah
Oksitosin → kontraksi otot rahim saat persalinan & ejeksi ASI saat menyusui
Hubungan Hipotalamus–Pituitari
Hubungan Neuronal (Posterior)
Neuron hipotalamus (nukleus supraoptikus & paraventrikular) memproduksi ADH & oksitosin.
Hormon dibawa lewat akson ke hipofisis posterior, disimpan, lalu dilepaskan ke darah.
Mekanisme Umpan Balik (Feedback)
Umpan balik negatif: hormon target (tiroid, adrenal, gonad) memberi sinyal balik ke hipotalamus & pituitari untuk mengurangi produksi.
Umpan balik positif (jarang): misalnya oksitosin saat persalinan → kontraksi rahim → stimulasi lebih banyak oksitosin.
Sistem Portal Hipofisis (Anterior)
Hormon pelepas & penghambat dari hipotalamus dialirkan melalui pembuluh portal hipofisis ke adenohipofisis.
Menentukan hormon apa yang akan dilepaskan hipofisis anterior
Peran Klinis Penting
Gangguan hipotalamus/hipofisis → kelainan endokrin
Adenoma hipofisis (tumor jinak) → bisa meningkatkan sekresi GH (akromegali), prolaktin (hiperprolaktinemia)
Diabetes insipidus → akibat defisiensi ADH
Hipopituitarisme (kekurangan hormon)
Referensi
Boron WF, Boulpaep EL. Medical Physiology. 3rd ed. Philadelphia: Elsevier; 2017
Hall JE, Guyton AC. Endocrinology and Reproduction. In: Guyton and Hall Physiology Review. 5th ed. Philadelphia: Elsevier; 2020.
Jameson JL, Fauci AS, Kasper DL, Hauser SL, Longo DL, Loscalzo J. Harrison's Principles of Internal Medicine. 21st ed. New York: McGraw Hill; 2022.
Melmed S, Koenig R, Rosen CJ, Auchus RJ, Goldfine AB. Williams Textbook of Endocrinology. 14th ed. Philadelphia: Elsevier; 2020.
Guyton AC, Hall JE. Textbook of Medical Physiology. 14th ed. Philadelphia: Elsevier; 2021