Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
BRONKOPNEUMONIA - Coggle Diagram
BRONKOPNEUMONIA
Penatalaksanaan
medis
Obat-obatan: antibiotik sesuai hasil kultur atau empiris, antipiretik, ekspektoran/obat batuk.
Oksigenasi: pantau tanda-tanda vital dan pemberian oksigen bila SpO₂ < 92%.
Terapi tambahan: ventilasi mekanik jika gagal napas berat, cairan intravena bila dehidrasi.
non medis
Posisi tubuh: duduk atau semi-Fowler untuk mempermudah pernapasan.
Perawatan suportif: istirahat cukup, hidrasi adekuat, nutrisi seimbang.
Edukasi: ajarkan teknik batuk efektif, kebersihan diri, dan kepatuhan minum obat.
Pengertian
peradangan akut pada parenkim paru (jaringan paru) yang mengenai bronkiolus terminal dan menyebar ke alveoli sekitarnya. Infeksi ini umumnya bersifat patchy (bercak-bercak) dan tidak merata
Etiologi
Bakteri (utama): Streptococcus pneumoniae, Staphylococcus aureus, Haemophilus influenzae, Klebsiella, Pseudomonas.
Virus: Influenza, RSV, Adenovirus, Parainfluenza.
Jamur (jarang): Candida, Aspergillus, Histoplasma.
Faktor predisposisi: usia ekstrem (bayi/lansia), imun lemah (HIV, kanker, DM, malnutrisi), penyakit paru kronis (PPOK, asma), aspirasi, rawat inap lama.
Manifestasi Klinis
Demam
Batuk produktif (berdahak, kadang purulen)
Sesak napas
Nyeri dada saat bernapas
Lemas, anoreksia
Patofisiologi
Infeksi (bakteri/virus/jamur) → inflamasi bronkiolus & alveoli → terbentuk eksudat (nanah, fibrin, sel radang) berbentuk bercak → pertukaran gas terganggu → timbul gejala (demam, batuk berdahak, sesak)
Pemeriksaan penunjang
Laboratorium: darah lengkap menunjukkan leukositosis, LED/CRP meningkat, dan AGD menilai adanya hipoksemia.
Kultur: pemeriksaan sputum atau darah dilakukan untuk mengetahui kuman penyebab dan sensitivitas antibiotik.
Radiologi: foto toraks memperlihatkan infiltrat bercak-bercak tidak merata pada paru.
Monitoring: pulse oximetry menilai saturasi oksigen, dan CT-scan thorax dilakukan bila diperlukan.
Pengkajian fokus
Respirasi: pasien tampak sesak, napas cepat dangkal, batuk berdahak, dengan bunyi ronki atau crackles serta saturasi oksigen menurun.
Sirkulasi: terdapat demam, takikardi, dan pada kondisi berat tekanan darah bisa menurun.
Umum: pasien sering mengeluh lemas, nafsu makan berkurang, nyeri dada saat bernapas, dan kesadaran dapat menurun bila hipoksemia berat.
Riwayat kesehatan: ada riwayat infeksi saluran napas, penyakit paru kronik, serta faktor risiko seperti usia ekstrem, daya tahan tubuh lemah, atau perawatan rumah sakit lama
Diagnosa dan Luaran keperawatan
Bersihan jln napas tdk efektif
bersihan jln napas meningkat
Pola nafas tdk efektif
pola napas membaik
Resiko defisit nutrisi
status nutrisi membaik
Diare
eliminasi fekal membaik
Intoleransi aktivitas
toleransi aktivitas meningkat
Intervensi Keperawatan
Bersihan jln napas tdk efektif
latihan batuk efektif
Monitor adanya retensi sputum
Anjurkan Tarik napas dalam melalui hidung selama 4 detik, ditahan selama 2 detik, kemudian keluarkan mulut dengan bibir mencucu (dibulatkan) selama 8 detik, tarik nafas 3x
Anjutkan batuk dengan kuat langsung setelah Tarik napas dalam yang ke-3
Pola nafas tdk efektif
manajemen jln napas
Monitor pola napas
Monitor bunyi napas tambahan
Berikan oksigen
Posisikan semi fowler atau fowler
Kolaborasi pemberian bronkodilator , ekspektoran , mukolitik
Resiko defisit nutrisi
manajemen nutrisi
Identifikasi status nutrisi
Identifikasi kebutuhan kalori dan jenis nutrien
Monitor asupan makanan
Monitor berat badan
Monitor hasil pemeriksaan laboratorium
Diare
manajemen diare
Identifikasi penyebab diare
Monitor warna, volume, frekuensi, dan konsistensi feses
Monitor tanda dan gejala hypovolemia
Anjurkan makanan porsi kecil dan sering secara bertahap
Intoleransi aktivitas
manajemen energi
Monitor kelelahan fisik dan emosional
Monitor lokasi dan ketidaknyamanan selama melakukan aktivitas
Sediakan lingkungan nyaman dan rendah stimulus
Anjurkan tirah baring
DAFTAR PUSTAKA
Matubongs, V. Y., & Wulaningsih, I. (2025). Studi kasus: Penanganan Bronkopneumonia pada anak. PREPOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(2), 4376–4384. Jurnal Universitas Pahlawan
Handayani, R., & Novitasari, D., et al. (2025). Intervensi batuk efektif untuk mengurangi sesak napas dan pengeluaran sekresi pada pasien Bronkopneumonia. INDOGENIUS
Helena, D. F., Nurhayati, S., & Husnul Khotimah, N. I. (2025). Effectiveness of Nebulization Therapy with Chest Physiotherapy After Nebulization on Airway Clearance in Children with Bronchopneumonia. International Journal of Global Operations Research,