Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Dengue Hemorrhagic Fever/Demam Berdarah Dengue (DBD) - Coggle Diagram
Dengue Hemorrhagic Fever/Demam Berdarah Dengue (DBD)
Definisi
infeksi virus dengue (DENV-1–4) yang ditularkan nyamuk Aedes, ditandai demam akut yang dapat berkembang menjadi kebocoran plasma, perdarahan, dan/atau gangguan organ; diklasifikasikan menjadi: dengue tanpa tanda bahaya, dengue dengan tanda bahaya, dan
dengue berat
Etiologi dan
Faktor Resiko
Agen: virus dengue (Flaviviridae, 4 serotipe). Penular: Aedes aegypti/albopictus.
Risiko berat: infeksi sekunder (ADE), usia ekstrem (<1 thn, >65 thn), komorbid (diabetes, HT, penyakit ginjal/hati), kehamilan
Manifestasi Klinis
Fase demam (hari 1–3/7):
demam, nyeri kepala/retro-orbita, mialgia, ruam, leukopenia,ruam,fase ini bisa mirip flu biasa.
Fase kritis (±24–48 jam setelah defervescence):
tanda bahaya
: nyeri perut hebat/tekan nyeri, muntah persisten, penumpukan cairan (asites/efusi), perdarahan mukosa, hepatomegali, Ht naik progresif.
Dengue berat:
kebocoran plasma → syok/dispnea, perdarahan berat, atau disfungsi organ (AST/ALT ≥1000, ensefalitis, miokarditis)
Pemeriksaan Penunjang
Hitung darah serial: trombosit turun, **Ht naik
pada fase kritis; pantau tiap 12–24 jam (lebih sering bila berat).
Konfirmasi virologi
(sesuai hari sakit):
NS1/pCR
(awal),
IgM/IgG
(setelah hari ke-5).
Penilaian kebocoran plasma
: USG (efusi pleura/ascites/edema dinding kandung empedu)
Uji test touriniket (+)
Rontgen thorax :Efusi pleura
Patofisiologi
Replikasi virus
→ aktivasi imun bawaan & sitokin;
2
Infeksi sekunder
memicu *Antibody-Dependent Enhancement (ADE): kompleks virus-antibodi berikatan dengan FcγR, meningkatkan masuknya virus & respons inflamasi;
3
Disfungsi endotel & kerusakan glikokaliks
→
kebocoran plasma
, hemokonsentrasi, syok;
4 Kagulopati (trombositopenia, gangguan koagulasi) → perdarahan;
5 Pada sebagian kasus: disfungsi organ (hepatitis, miokarditis, AKI).
Penatalaksanaan
Tirah baring
Pemberian makanan lunak
Pemberian cairan melalui infus
Pemberian obat-obatan: antibiotic, antipiretik,
Anti konvulsi jika terjadi kejang
Monitor tanda-tanda vital (T,S,N,RR).
Monitor tanda-tanda perdarahan lebih lanjut
Periksa HB,HT, dan Trombosit setiap hari.
Komplikasi
Syok dengue (DSS)* akibat kebocoran plasma
Perdarahan berat
Disfungsi organ (hepatitis berat, ensefalitis, miokarditis, AKI)
HLH sekunder (jarang, tapi penting dikenali).
Konsep Asuhan
Keperawatan
Pengkajian berulang
: tanda vital, perfusi perifer, diuresis (target ≥0,5–1,5 mL/kg/jam), nyeri perut, muntah, perdarahan mukosa, status mental; catat intake–output & berat badan.
Manajemen cairan
: kolaborasi titrasi kristaloid sesuai algoritme; hindari over-hidrasi (pantau ronki/efusi).
Pencegahan perdarahan
: hindari IM, pasang akses IV atraumatik, edukasi sikat gigi lembut. (Best practice dari pedoman manajemen).
Edukasi pasien/keluarga
: fase penyakit, tanda bahaya, hidrasi, obat aman, kontrol. Studi intervensi edukasi keperawatan menunjukkan peningkatan pengetahuan & pencegahan di komunitas
Diagnosa Keperawatan
a. Hipertermi b.d proses penyakir d.d suhu tubuh diatas normal
( D.013)
b. Defisit Nutrisi b.d ketidakmampuan menelan makanan d.d nafsu makan menurun (D. 0019)
c. Nyeri Akut b.d proses fisiologis d.d mengeluh nyeri pinggang hingga perut (D.0077)
d. Intoleransi Aktivitas b.d ketidakseimbangan anatar suplai dan kebutuhan oksigen d.d mengeluh lemah (D. 0056)
Luaran
Status Nutrisi Membaik (L.03030)
Tingkat Nyeri Menurun (L.08066)
Termoregulasi membaik (L.14134)
Toleransi Aktivitas Meningkat (L.05047)
Klasifikasi
Derajat I: Demam dengan uji torniquet positif.
Derajat II: Derajat I disertai dengan perdarahan spontan dikulit atau perdarahar lain.
Derajat III: Ditemukan kegagalan sirkulasi, yaitu nadi cepat dan lemah, tekanan nadi menurun/ hipotensi disertai dengan kulit dingin lembab dan pasien menjadi gelisah.
Derajat IV: Shock berat dengan nadi yang tidak teraba dan tekanan darah tidak dapat diukur
Intervensi
Manajemen Hipertermi (I.15506)
Manajemen Nutrisi (I.03119)
Manajemen Nyeri (I.08238)
Manajemen Energi (I.05178)