Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Bab 1: Kata - Coggle Diagram
Bab 1: Kata
III. Jenis-Jenis Kelas Kata
definisi
Pengelompokan kata berdasarkan makna, fungsi, dan sifat dari sebuah kata.
jenis kelas kata
A. Kata Benda (Nomina)
definisi
ata yang menyatakan nama orang, tempat, benda, atau konsep.
identifikasi
Diciptakan untuk menamai sesuatu (orang, tempat, benda, ide).
Tidak dapat diikuti kata tidak, tetapi menggunakan bukan
Berfungsi menjawab pertanyaan "siapa" (untuk orang) atau "apa" (untuk benda/konsep).
Umumnya dapat diberi awalan pe-, ke-, atau akhiran -an untuk membentuk nomina turunan.
subjenis dan contohnya
Konkret (meja), Abstrak (keadilan), Umum (kota), Khusus (Bali), Kolektif (kelompok), Majemuk (meja makan).
F. Kata Bilangan / Angka (Numeralia)
definisi
Kata yang menunjukkan jumlah atau urutan.
identifikasi
Menjawab pertanyaan "berapa" atau "ke berapa".
Dapat berbentuk bilangan pasti atau tidak pasti.
Menunjukkan jumlah atau urutan benda/orang.
Tidak bisa diberi imbuhan me- atau ber-.
subjenis dan contohnya
Tentu (satu), Tidak tentu (banyak), Tingkat (pertama), Pecahan (setengah).
D. Kata Keterangan (Adverbia)
definisi
Kata yang memberi keterangan pada verba, adjektiva, atau kalimat.
identifikasi
Memberi informasi tambahan tentang waktu, tempat, cara, sebab, tujuan, atau derajat.
Tidak berubah makna meski dipindah posisinya dalam kalimat.
Menjawab pertanyaan "kapan", "di mana", "bagaimana", "mengapa".
subjenis dan contohnya
Waktu (kemarin), Tempat (di sini), Cara (dengan cepat), Sebab (karena hujan), Tujuan (untuk belajar), Derajat (sangat).
C. Kata Sifat (Adjektiva)
definisi
Kata yang memberi sifat atau keadaan pada nomina
identifikasi
Menggambarkan sifat, keadaan, atau kualitas benda/orang
Menjawab pertanyaan “bagaimana”.
Dapat diikuti kata penguat (sangat, sekali, terlalu).
Dapat diingkari dengan kata tidak.
subjenis dan contohnya
Subjenis dan Contohnya: Sifat Fisik (cantik), Sifat Batin (baik), Ukuran (panjang), Warna (merah), Bentuk (bulat), Keadaan (basah).
B. Kata Kerja (Verba)
definisi
kata yang menggambarkan tindakan, proses, atau keadaan, dan berfungsi sebagai predikat dalam kalimat untuk menjelaskan apa yang dilakukan oleh subjek.
identifikasi
Menyatakan kegiatan, aktivitas, atau peristiwa.
Menjawab pertanyaan "apa yang dilakukan?" atau "sedang apa?".
Umumnya dapat diberi awalan me-, di-, be-, dan sebagainya.
Dapat diberi keterangan waktu (sedang, akan, telah).
subjenis dan contohnya
Aksi atau Tindakan (Transitif: membaca buku, Intransitif: tidur), Proses (membeku), Keadaan (tinggal), Mental (mengingat).
G. Kata Depan (Preposisi)
definisi
Kata yang menghubungkan nomina atau pronomina dengan kata lain.
identifikasi
terletak di depan kata yang dihubungkan.
Menjawab pertanyaan "di mana", "ke mana", "dari mana", "untuk apa".
Tidak dapat diimbuhi.
Tidak bisa berdiri sendiri.
subjenis dan contohnya
Tempat atau Arah (di, ke), Waktu (pada), Sebab atau Tujuan (untuk), Alat atau Cara (dengan).
E. Kata Ganti (Pronomina)
definisi
Kata yang menggantikan nomina.
identifikasi
Menjawab pertanyaan "siapa" atau "apa".
Tidak memerlukan keterangan tambahan untuk diketahui acuannya.
Menggantikan nama orang, benda, atau tempat.
Tidak memiliki imbuhan.
subjenis dan contohnya
Persona (saya), Penunjuk (ini), Tanya (siapa), Tidak tentu (seseorang), Penghubung (yang).
H. Kata Hubung / Sambung (Konjungsi)
definisi
Kata yang menghubungkan kata, frasa, klausa, atau kalimat.
identifikasi
Tidak dapat berdiri sendiri.
Tidak dapat diubah bentuknya.
Berfungsi menghubungkan satuan bahasa.
Menjawab pertanyaan hubungan (dan apa, karena apa)
subjenis dan contohnya
Setara (dan), Bertingkat (karena), Antarkalimat (oleh karena itu).
I. Definisi Kata
kata
definisi
Satuan bahasa terkecil yang memiliki makna dan dapat berdiri sendiri.
Terdiri dari satu makna tunggal
Digunakan untuk membentuk frasa, klausa, dan kalimat.
II. Kedudukan Kata dalam Sintaksis
tingkatan
Klausa
Gabungan kata yang sudah memiliki subjek dan predikat, tetapi belum menjadi kalimat yang lengkap.
Bisa berdiri sendiri sebagai kalimat jika memiliki makna utuh, tapi sering menjadi bagian dari kalimat yang lebih panjang.
Contoh: Dia membaca buku (bisa jadi klausa sekaligus kalimat); Ketika dia membaca buku (klausa, tapi belum lengkap sebagai kalimat).
Kalimat
Satuan bahasa yang memiliki makna lengkap, minimal terdiri dari subjek dan predikat.
Contoh: Dia pergi ke sekolah setiap pagi.
Frasa
Gabungan dua kata atau lebih yang membentuk satu makna, tetapi tidak memiliki predikat.
Paragraf
Kumpulan kalimat yang membentuk satu gagasan utuh.
Contoh: “Dia pergi ke sekolah setiap pagi. Ia selalu berangkat bersama teman-temannya. Mereka berjalan sambil bercanda di sepanjang jalan.”
Kata
Satuan terkecil yang memiliki makna dan bisa berdiri sendiri.
Contoh: rumah, belajar, indah.