Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
ANEMIA - Coggle Diagram
ANEMIA
PEMERIKSAAN PENUNJANG
CBC lengkap (Hb, Hct, MCV, MCH, RDW).
Pemeriksaan besi: serum ferritin, serum iron, TIBC.
-
Tes hemolisis: LDH, bilirubin tak terkonjugasi, haptoglobin.
-
-
Pemeriksaan penyebab perdarahan (stool occult blood, endoskopi jika dicurigai GI)
ETIOLOGI
Defisiensi zat besi (menstruasi berat, perdarahan saluran cerna, nutrisi buruk).
Anemia penyakit kronik / inflamasi (infeksi kronis, penyakit autoimun, kanker).
Anemia defisiensi vitamin (B12, folat — malabsorpsi, diet).
-
Gangguan sumsum tulang (aplastic anemia, leukemia, mielodisplasia).
Hemoglobinopati (talasemia) dan hemolisis (autoimun, obat, infeksi)
PENATALAKSANA
Atasi penyebab (mis. hentikan perdarahan, obati infeksi/kanker).
Terapis penggantian: suplemen Fe oral/IV untuk anemia defisiensi besi; suplemen B12/folat untuk defisiensi; transfusi darah pada anemia berat/instabilitas hemodinamik sesuai pedoman.
Terapi spesifik: ESAs (erythropoiesis-stimulating agents) pada CKD atau anemia akibat terapi onkologi menurut pedoman; terapi imunomodulator/eksisi jika anemia hemolitik autoimun.
Ikuti pedoman klinis terbaru (contoh pedoman perioperatif 2025; pedoman CKD anemia 2025 untuk konteks spesifik)
KOMPLIKASI
HIPOKSIA JARINGAN
-
-
Sistem Syaraf.
Sakit kepala, pusing, sinkop, neuropati perifer (khususnya pada anemia defisiensi B12).
Ginjal: penurunan perfusi ginjal → retensi cairan, risiko gagal ginjal.
JENIS ANEMIA
-
-
-
Penyakit Kronis
Penurunan kualitas hidup.
Progresi penyakit dasar (misalnya gagal ginjal, kanker).
-
TERAPI
Efek samping suplemen Fe oral → konstipasi, mual, nyeri perut.
-
Transfusi darah → reaksi transfusi akut, overload cairan, hemosiderosis bila transfusi berulang.
ESA (Erythropoiesis Stimulating Agent) → hipertensi, peningkatan risiko trombosis.
DIAGNOSA KEPERAWATAN
-
Perfusi Perifer Tidak Efektif b.d penurunan konsentrasi hemoglobin d.d uka DM, Hb 3,8 g/dL, dan adanya nyeri pada ekstremitas. (D. 0009)
-
-
-
-
MANIFESTASI KLINIS
Gejala umum: lemah/lethargi, mudah lelah, pusing, pingsan pada kasus berat.
Tanda: pucat mukosa/ kulit, takikardia, takikapnea/dispnea pada aktivitas, penurunan toleransi aktivitas.
Tanda spesifik tergantung penyebab: koilonychia (defisiensi zat besi kronik), neuropati perifer (defisiensi B12), ikterus (hemolisis)
KLASIFIKASI
-
Berdasarkan mekanisme
Penurunan produksi eritrosit (mis. defisiensi zat besi, B12, sumsum tulang).
-
-
-
DEFINISI
Anemia adalah keadaan ketika konsentrasi hemoglobin (Hb), hematokrit (Hct) atau massa eritrosit lebih rendah dari nilai normal untuk usia dan jenis kelamin sehingga kapasitas pengangkutan oksigen jaringan menurun
PATOFISIOLOGI
Penurunan massa eritrosit/Hb → berkurang kapasitas O₂ pengangkutan → jaringan mengalami hipoksia relatif → aktivasi kompensasi (takikardia, vasokonstriksi perifer, peningkatan ekstraksi O₂ jaringan) → gejala keletihan, dispnea usaha, palpitasi. Jenis anemia tertentu (mis. hemolitik) menambah bilirubin → ikterus; anemia kronik menghambat fungsi kognitif dan toleransi aktivitas