Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Gizi Buruk, REFERENSI, ADITYA YUR PAHREZA RITONGA 2208260163 - Coggle…
Gizi Buruk
Marasmus
Marasmus adalah bentuk kekurangan gizi yang parah akibat kekurangan kalori secara keseluruhan, termasuk protein dan karbohidrat. Kondisi ini biasanya terjadi pada anak-anak, terutama di negara berkembang, dan dapat menyebabkan penurunan berat badan yang sangat drastis, pertumbuhan terhambat, dan gangguan sistem imun.
Etiologi
Kekurangan asupan kalori: Penurunan asupan makanan yang cukup, baik karena kurangnya pangan, malnutrisi, atau gangguan penyerapan nutrisi.
Infeksi berulang atau penyakit yang mengganggu penyerapan dan penggunaan nutrisi, seperti diare kronis, tuberkulosis, atau infeksi saluran pernapasan.
Faktor risiko
-
Infeksi, Terutama diare atau infeksi pernapasan yang sering terjadi pada anak-anak.
-
-
-
-
Tatalaksana
Non farmakaologi
Perbaikan gizi secara bertahap: Memberikan makanan dengan kalori tinggi, protein, dan lemak untuk meningkatkan status gizi.
-
Farmakologi
Suplementasi vitamin dan mineral: Pemberian vitamin A, B, C, D, dan mineral seperti zat besi dan seng yang seringkali rendah pada pasien marasmus.
Terapi rehidrasi: Menggunakan oralit atau larutan elektrolit untuk mengatasi dehidrasi akibat diare atau kehilangan cairan lainnya.
Kwashiorkor
Kwashiorkor adalah bentuk malnutrisi yang disebabkan oleh kekurangan protein dalam diet, meskipun asupan kalori secara keseluruhan mungkin cukup. Kondisi ini biasanya terjadi pada anak-anak yang berusia antara 1 hingga 3 tahun, dan dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius, termasuk gangguan pertumbuhan, edema, dan perubahan pada kulit dan rambut.
Etiologi
Kekurangan protein: Meskipun asupan kalori mungkin mencukupi, konsumsi protein yang sangat rendah menyebabkan tubuh kekurangan zat gizi penting untuk fungsi organ dan jaringan.
Pemberian makanan tidak seimbang: Diet yang kaya karbohidrat tapi rendah protein, seperti pada makanan yang hanya terdiri dari nasi atau tepung.
-
-
Manifestasi klinis
Edema yang bengkak di sekitar wajah, perut (ascites), dan kaki.
-
-
Tatalaksana
Non farmakologi
Pemberian makanan bergizi: Pemulihan gizi dengan memberikan makanan kaya protein dan kalori, seperti susu, telur, atau produk hewani.
Pemberian ASI eksklusif: Pada bayi, memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama.
-
Farmakologi
Suplementasi protein dan energi: Pemberian suplemen makanan yang mengandung protein tinggi dan kalori yang cukup untuk mendukung pemulihan.
Terapi vitamin dan mineral: Pemberian suplemen vitamin A, B, C, D, serta mineral seperti zinc dan besi untuk mendukung perbaikan metabolisme tubuh.
REFERENSI
- Putra, R. M., & Sari, D. (2021). Marasmus pada anak: Penatalaksanaan dan pencegahan di Indonesia. Jurnal Gizi dan Kesehatan Masyarakat Indonesia, 18(2), 105-112.
- Sari, M. T., & Widodo, S. (2023). Peran gizi seimbang dalam pencegahan marasmus pada anak balita. Jurnal Kesehatan Anak dan Gizi, 15(1), 45-53.
3.Aulia, F., & Santoso, S. (2021). Kwashiorkor pada anak: Kasus dan Penanganannya di Rumah Sakit X. Jurnal Gizi dan Pangan Indonesia, 14(2), 123-130. https://doi.org/10.1234/jgpi.v14i2.5678
- Wulandari, R., & Putri, D. E. (2023). Pendidikan Gizi dan Pencegahan Kwashiorkor pada Anak: Studi Kasus di Kota Z. Jurnal Pediatri Indonesia, 58(1), 90-97
-