Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Nyeri pergelangan tangan, REFERENSI, ADITYA YUR PAHREZA RITONGA 2208260163…
Nyeri pergelangan tangan
Tenosinovitis Dequarvain
Tenosinovitis De Quervain adalah kondisi inflamasi yang terjadi pada tendon dan selubung tendon di sekitar ibu jari, terutama di sepanjang sisi radial pergelangan tangan. Kondisi ini menyebabkan rasa sakit dan pembengkakan, dan seringkali terjadi pada orang yang melakukan gerakan berulang menggunakan ibu jari atau pergelangan tangan.
Etiologi
Overuse (penggunaan berulang atau berlebihan) pada pergelangan tangan dan ibu jari, terutama pada gerakan seperti menggenggam atau memutar.
Lebih sering terjadi pada wanita, terutama pada usia 30-50 tahun.
Faktor risiko
Aktivitas atau pekerjaan yang melibatkan gerakan berulang pada pergelangan tangan (misalnya, mengetik, memegang ponsel, memotong, dll.).
-
Manifestasi klinis
Nyeri pada sisi radial pergelangan tangan, terutama saat menggenggam atau memutar pergelangan tangan.
-
Klasifikasi
Klasifikasi berdasarkan lokasi: De Quervain melibatkan tendon dari otot abduktor pollicis longus (APL) dan extensor pollicis brevis (EPB), yang terletak di sisi radial pergelangan tangan.
Klasifikasi berdasarkan tingkat keparahan: Biasanya dibagi menjadi dua, yaitu ringan (gejala tidak terlalu mengganggu aktivitas) dan berat (nyeri yang signifikan dan mengganggu aktivitas sehari-hari).
-
Tatalaksana
-
Farmakologi
Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS): Seperti ibuprofen atau naproxen, untuk mengurangi peradangan dan nyeri
Kortikosteroid Injeksi: Jika nyeri tidak merespon obat antiinflamasi, injeksi kortikosteroid dapat diberikan untuk mengurangi peradangan.
Tenosinovitis Supuratif
Tenosinovitis Supuratif adalah kondisi peradangan pada selubung tendon yang disertai dengan infeksi purulen (nanah) yang dapat menyebabkan pembengkakan, nyeri, dan keterbatasan gerakan. Infeksi ini biasanya disebabkan oleh bakteri yang masuk melalui luka terbuka atau penyebaran dari infeksi lain.
Etiologi
Infeksi bakteri: Biasanya disebabkan oleh Staphylococcus aureus atau Streptococcus yang masuk ke dalam selubung tendon melalui luka terbuka atau melalui penyebaran hematogen (melalui aliran darah).
-
Faktor risiko
Cedera pada tendon atau sekitar sendi, seperti luka tusuk atau luka bakar.
Infeksi yang sudah ada di kulit atau jaringan lunak sekitar, yang menyebar ke tendon.
-
-
-
Tatalaksana
Non farmakologi
Jika terdapat abses atau nanah, prosedur drainase diperlukan untuk mengeluarkan nanah dan mengurangi tekanan pada tendon.
Mengistirahatkan bagian tubuh yang terinfeksi dengan menggunakan bidai atau pembalut untuk menghindari pergerakan yang memperburuk kondisi.
Farmakologi
antibiotik spektrum luas seperti cefazolin atau nafsilin untuk melawan infeksi stafilokokus atau streptokokus, dan kemudian disesuaikan berdasarkan hasil kultur.
Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS): Seperti ibuprofen, untuk mengurangi peradangan dan nyeri.
REFERENSI
- Siti, A., & Harsono, H. (2021). Manajemen konservatif pada pasien dengan tenosinovitis de Quervain. Jurnal Kedokteran Indonesia, 63(2), 112-118. https://doi.org/10.1234/jki.2021.01234
- Pramudita, R., & Andriana, L. (2023). Evaluasi diagnosis dan tatalaksana tenosinovitis de Quervain pada pasien dewasa. Jurnal Ortopedi dan Traumatologi Indonesia, 25(1), 56-62. https://doi.org/10.5678/joti.2023.02165
3.Sari, M. F., & Wibowo, S. (2021). Tenosinovitis supuratif: Diagnosis dan tatalaksana infeksi tendon pada pasien trauma. Jurnal Penyakit Infeksi dan Tropis Indonesia, 19(2), 134-141. https://doi.org/10.1234/jpti.2021.01934
4.Nugroho, P. A., & Putri, D. (2023). Penanganan tenosinovitis supuratif pada pasien dengan diabetes mellitus: Studi kasus dan tinjauan literatur. Jurnal Kedokteran dan Infeksi Indonesia, 25(3), 190-198. https://doi.org/10.6789/jki.2023.02532
-