Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Kata Serapan dalam Bahasa Indonesia - Coggle Diagram
Kata Serapan dalam Bahasa Indonesia
Membahas didalamnya tentang
Pendahuluan – Bahasa Indonesia sebagai “Rumah Terbuka
Manfaat mempelajari kata serapan
-Memahami asal-usul kata
-Menentukan konteks sejarah dan sosial
-Meningkatkan literasi dan kemampuan analisis
Kata serapan
Awalnya asing, lalu disesuaikan, menjadi bagian kosakata
Bahasa Indonesia menyerap kata dari
-Bahasa daerah (tetangga dekat)
-Bahasa asing (tamu jauh: Arab, Belanda, Inggris, Tionghoa, dll.)
Mengenal Kata Serapan
Definisi
-Kata yang dipinjam dari bahasa lain, disesuaikan dengan kaidah Bahasa Indonesia
-Menurut Kridalaksana: pinjaman yang disesuaikan
Alasan Penyerapan
-Kebutuhan konsep baru (IPTEK: internet, unggah, daring)
-Efisiensi (try out → uji coba)
-Prestise/tren global (brand, manajemen)
-Nuansa budaya (sungkan – Jawa)
Kata serapan = fosil sejarah
-Lapisan Tertua → Sanskerta, Arab
-Lapisan Kolonial → Portugis, Belanda
-Lapisan Modern → Inggris
Proses Naturalisasi Kata
Ada 4 Jalur
Adopsi (pinjam utuh) → supermarket, mall
Adaptasi (ubah ejaan/pengucapan) → konfirmasi, kampus, bisnis
Penerjemahan (terjemahan langsung) → uji coba, latar belakang
Kreasi (padanan baru) → daring, gawai, swafoto
Spektrum Asimilasi
Adopsi (paling asing) → Adaptasi → Penerjemahan → Kreasi (paling Indonesia)
Peta Asal Kata Serapan
Bahasa Asing
Belanda → kantor, karcis, bengkel
Portugis → gereja, meja, sepatu
Sanskrta → agama, bahasa, surga
Arab → ilmu, abad, kursi
Inggris → bisnis, komputer, inovasi
Tionghoa → bakso, kecap, tahu
Bahasa Daerah
Bahasa Daerah
Jawa → ampuh, lugas
Sunda → nyeri, pangling
Minangkabau → gadang, bijak
Betawi → goceng, songong
Lainnya → molek (Batak), awik-awik (Bali)
Penutup
Kata serapan = bukti kekayaan sejarah & budaya
Empat jalur penyerapan menunjukkan interaksi global & lokal
Mempelajari kata serapan → memperkaya kosakata, memahami sejarah, dan memperkuat identitas bahasa