Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Depresi Postpartum : - Coggle Diagram
Depresi Postpartum :
Etiologi
Hormonal yang berhubungan dengan perubahan kadar estrogen, progesteron, prolaktin dan estradiol.
Demografi yaitu umur, paritas, ekonomi dan dukungan keluarga
Pengalaman Kehamilan, Melahirkan dan Nifas
Komplikasi
-
gangguan jiwa berat, termasuk psikosis, depresi, dan mani
angguan pada interaksi ibu-anak dan kemampuan ibu dalam merawat anaknya yang bisa berakibat pada gangguan tumbuh kembang anak.
Klasifikasi
Berat
Ditandai dengan gangguan pada pola tidur, perubahan mental dan libido, dapat pula muncul pobia, ketakutan akan penyakit diri sendiri atau bayinya
Ringan
Depresi Postpartum ringan ditandai dengan reaksi depresi/sedih/disporia, sering menagis, mudah tersinggung, cemas, labilitas perasaan
Diagnosis
Mulai Dan Durasi
Dimulai dalam waktu 2-3 hari setelah melahirkan, biasanya berlangsung beberapa hari dan dalam dua minggu setelah melahirkan.
-
Pengertian
Post partum blues keadaan di mana ibu mengalami gangguan suasana hati setelah persalinan, yang berkaitan dengan hubungannya dengan si bayi, atau pun dengan dirinya sendiri
Patologi
Penurunan kadar estrogen setelah melahirkan sangat berpengaruh pada gangguan emosional pascapartum karena estrogen memiliki efek supresi aktifitas enzim monoamine oksidase yaitu suatu enzim otak yang bekerja menginaktifasi nonadrenalin dan serotonin yang berperan dalam perubahan mood dan kejadian depresi. Karena proses ini pula seorang ibu setelah melahirkan mengalami perubahan pada tingkat emosional.
Penatalaksanaan
Penanganan gangguan mental pasca-salin pada prinsipnya tidak berbeda dengan penanganan gangguan mental pada momen-momen lainya. Dukungan yang memadai dari para petugas obstetri, yaitu dokter dan bidan/perawat sangat diperlukan yaitu dnegan cara :
-
-
-
-
-
-
Memberikan bantuan-bantuan praktis dan pemahaman secara intelektual tentang pengalaman dan harapan-harapan mereka mungkin pada saat-saat tertentu
Pencegahan
Persiapan diri, olahraga, pemenuhan nutrisi, memberikan dukungan, selalu mendampingi ibu, dan membantu mengerjakan pekerjaan rumah
Faktor Risiko
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi yaitu:
riwayat kesehatan, mental, perubahan hormonal, perubahan fisik, stresor psikososial dan lingkungan, gaya hidup dan faktor kandungan
-