bakteri pneumonia masuk melalui saluran udara atas menuju bronkus dan alveoli, memicu respons peradangan yang menghasilkan cairan kaya protein. Proses ini menyebabkan alveoli terisi leukosit, fibrin, dan sel darah merah, sehingga mengganggu difusi oksigen dan menurunkan saturasi oksigen darah. Akibatnya, pasien tampak pucat dan mengalami sianosis. Cairan purulen dalam alveoli meningkatkan tekanan paru-paru, menurunkan kapasitas pernapasan, dan menyebabkan penggunaan otot pernapasan tambahan serta timbulnya batuk akibat peningkatan lendir dan gerakan silia.