Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Laju reaksi - Coggle Diagram
Laju reaksi
Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi
konsentrasi reaktan
Semakin tinggi konsentrasi maka jumlah partikel lebih banyak
Semakin frekuensi tumbukan meningkat maka reaksi lebih cepat
Suhu
Suhu peningkatan suhu maka partikel bergerak lebih cepat
Tumbukan lebih sering dan energi tumbukan lebih besar maka reaksi lebih cepat
Luas permukaan
Gimana zat padat dengan partikel lebih kecil atau serbuk memiliki luas permukaan lebih besar sehingga kontak dengan reaktan lebih sering dan lajunya akan meningkat
Katalis
Zat yang mempercepat laju reaksi tanpa ikut bereaksi secara permanen
Contohnya mno2 dalam penguraian h2o2
Tekanan atau khusus gas
Tekanan tinggi memperbesar konsentrasi gas maka partikelnya berapa dan temukan lebih sering
Aplikasi laju reaksi dalam kehidupan sehari-hari
Bidang makanan
Makanan cepat busuk di suhu tinggi karena laju reaksi pembusukan meningkat
Penggunaan pengawet misalnya natrium benzoat yang terlambat reaksi pembusukan
Bidang farmasi
Pembuatan obat menggunakan katalis agar produksi lebih cepat
Obat dirancang agar bereaksi dalam waktu tertentu di tubuh atau kontrol laju reaksi
Kehidupan sehari-hari
Tablet ever face cam atau vitamin C lebih cepat larut jika dihancurkan
Proses fermentasi atau pembakaran dipercepat dengan suhu tinggi
Industri dan lingkungan
Katalis digunakan dalam industri kimia misalnya kata platinum dalam mobil
Pengelolaan limbah menggunakan reaksi kimia dengan laju terkontrol
Teori tumbukan
Adalah teori yang menjelaskan bagaimana dan mengapa reaksi kimia dapat terjadi
Di mana agar suatu reaksi berlangsung dan partikel-partikel penyusun zat seperti atom ion atau molekul saling bertumbukan satu sama lain
Namun tidak semua tumbukan menyebabkan reaksi
Agar reaksi terjadi tumbukan harus memenuhi dua syarat penting yaitu
tumbukan harus memenuhi dua syarat penting yaitu
Energi yang cukup (besar sama energi aktivasi)
Orientasi yang tepat saat tumbukan
proses reaksi menurut teori tumbukan
Reaksi bergerak secara acak
Partikel saling bertumbukan
Jika energi dan orientasi pas atau terbentuk kompleks teraktifkan
Komplek praktikan akan berubah menjadi produk
Jika tidak sesuai maka partikel terpental atau tidak bereaksi
Faktor yang mempengaruhi tumbukan efektif
Temperatur
Meningkatkan energi kinetik partikel sehingga lebih banyak partikel yang punya energi dan banyak pula temukan efektif
Konsentrasi
Semakin tinggi konsentrasi semakin sering partikel bertumbukan
Tekanan (untuk gas)
Tekanan tinggi sama dengan volume ruang lebih kecil sama dengan frekuensi tumbukan meningkat
Luas permukaan
Padatan halus atau serbuk menyediakan lebih banyak area kontak untuk tumbukan
Katalis
Katalis menurunkan energi aktivasi atau lebih banyak partikel bisa bereaksi dengan energi yang lebih rendah
Contoh penerapan teori tumbukan
Memasak makanan
Suhu tinggi membuat reaksi kimia yaitu pemecahan protein karamelisasi terjadi lebih cepat
Penyimpanan makanan dalam kulkas
Suhu rendah maka energi partikel menurun sehingga tumbukan berkurang dan menyebabkan reaksi pembusukan melambat
Penggunaan katalis pada knalpot kendaraan
Mempercepat reaksi perubahan gas berbahaya atau co dan no menjadi gas yang lebih aman
Reaksi pembakaran
Terjadi sangat cepat karena suhu tinggi atau energi partikel tinggi dan tumbukan sangat kering dan efektif
Adalah kecepatan berkurangnya konsentrasi reaktan atau bertambahnya konsentrasi produk per satuan waktu
Rumus umum
v = ΔC / Δt
v: Laju reaksi (biasanya dalam mol/L.s atau M/s)
ΔC: Perubahan konsentrasi (mol/L atau M)
Δt: Perubahan waktu (detik atau s)
Persamaan laju reaksi
Menunjukkan ubungan antara laju dan konsentrasi reaktan
: v = k [A]^m [B]^n, di mana:
v: adalah laju reaksi.
k: adalah konstanta laju reaksi.
[A]: dan [B] adalah konsentrasi reaktan A dan B.
m: dan n adalah orde reaksi terhadap reaktan A dan B.