Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Perancangan Kampanye Kenakalan Remaja Menggunakan Paylater Demi Gengsi -…
Perancangan Kampanye
Kenakalan Remaja Menggunakan Paylater Demi Gengsi
Latar Belakang Masalah
Remaja terjebak FOMO
Gengsi jadi pemicu utang
Minim literasi keuangan
Creative Brief & CTA
Tujuan: ubah perilaku konsumtif remaja
CTA: refleksi, ikut challenge, share konten
Visual: warna cerah, gaya Gen Z, meme-style
Taktik & Aktivasi
Tantangan 7 Hari Tanpa PayLater
Konten user-generated
Kampus & komunitas digital
Media Planning & Distribusi
TikTok, Instagram, YouTube Shorts
Website edukatif dan quiz interaktif
Kolaborasi influencer kampus
Target Audience
Mahasiswa Gen Z (18–25)
Pengguna PayLater aktif
Strategi Pesan & Positioning
Positioning: edukatif, ringan, relate
Pesan utama: “Gengsi boleh, tapi jangan nyicil!
Self-respect = hidup bebas utang
Sering belanja impulsif
Insight Audiens
Minim kesadaran risiko utang
Edukasi harus visual & ringan
Melek digital ≠ melek finansial
Consumer Journey (AISAS)
Attention: TikTok lucu & relate
Interest: IG carousel & meme
Search: tools cek skor utang
Action: challenge #TanpaPayLater
Share: testimoni & badge digital
Brand Mandatory: OJK
OJK = lembaga kredibel & legal
Brand Tone & Personality
Friendly, empowering
Mentor + Teman Sebaya
SWOT
Strength: Kredibilitas OJK, kanal digital
Weakness: gaya formal, jangkauan terbatas
Opportunity: tren melek finansial Gen Z
Threat: pinjol ilegal, konten viral pesaing
Harus beradaptasi ke gaya Gen Z
Perlu komunikasi non-kaku & bersahabat