Salah satu faktor utama yaitu, rendahnya tingkat conscientiousness, yakni sifat ketelitian dan tanggung jawab (Steel & Klingsieck, 2016). Selain itu, kesulitan regulasi emosi, rendahnya efikasi diri akademik, serta tingginya impulsivitas dan kecemasan. Prokrastinasi juga berkaitan dengan motivasi belajar, di mana mahasiswa yang memiliki motivasi dan nilai tugas yang rendah cenderung lebih sering menunda pekerjaan (Wu & Fan, 2016). Faktor-faktor utama yang memicu prokrastinasi meliputi kurangnya kontrol diri, impulsivitas, kecemasan, serta pengaruh lingkungan belajar yang penuh distraksi dan tenggat waktu yang Panjang serta ketergantungan pada orang lain (Grunschel et al., 2013). Beberapa studi bahkan menunjukkan bahwa konsumsi alkohol, pilihan jurusan tertentu (misalnya teknik dan hukum) serta perilaku impulsif berkorelasi dengan tingkat prokrastinasi yang lebih tinggi (Sahnoun et al., 2023).