Kebijakan barak militer oleh KDM berpotensi dapat meningkatkan kebahagiaan anak yang dikirim jika dilakukan dengan baik. Hal ini karena barak dapat menjadi tempat yang menstimulasi atau meningkatkan berbagai konsep pikiran, perasaan, dan perbuatan disamping untuk terjadi secara otomatis.
Contoh, barak militer seharusnya akan secara otomatis meningkatkan interaksi sosial. Lalu, regulasi diri untuk mengatur perasaan fight-or-flight juga jelas terlatih dengan didikan militer. Lalu, barak dapat berpotensi menjadi tempat untuk refleksi diri serta memperluas perspektif.
Namun, semua manfaat positif tersebut dapat terjadi jika pelaksanaan program barak ini tepat. Jika pelaksanaannya sangat menekan anak, mungkin dibandingkan bahagia, anak mungkin akan tertekan dan semakin jauh dari kesejahteraan dan baiknya moral yang diinginkan.