Pada trimester akhir kehamilan, pembentukan segmen bawah rahim dapat menyebabkan pelepasan plasenta, terutama pada plasenta previa, yang memicu perdarahan tanpa nyeri. Perdarahan terjadi karena lemahnya kontraksi di segmen bawah rahim dan serviks. Plasenta previa total cenderung menyebabkan perdarahan lebih awal, sedangkan parsial atau letak rendah terjadi menjelang atau saat persalinan. Risiko koagulopati rendah, namun plasenta dapat melekat abnormal (akreta, inkreta, perkreta), terutama pada bekas operasi sesar, sehingga meningkatkan risiko perdarahan pascapersalinan (Jain et al., 2020)