Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Perbandingan Beta-laktamase pada Escherichia coli O25b:H4 dan Salmonella…
Perbandingan Beta-laktamase pada Escherichia coli O25b:H4 dan Salmonella enterica DT104
Latar Belakang
E. coli O25b:H4 dan S. enterica DT104 adalah dua strain patogen yang menunjukkan resistensi tinggi
Perbandingan beta-laktamase dari kedua strain penting untuk memahami penyebaran dan penanganan resistensi
Antibiotik beta-laktam adalah golongan antibiotik yang paling umum digunakan
Resistensi terhadap antibiotik ini meningkat, salah satunya karena enzim beta-laktamase
Tinjauan Pustaka
E. coli O25b:H4 membawa gen blaCTX-M-15
S. enterica DT104 membawa gen blaPSE-1
Kelas A beta-laktamase umum ditemukan pada bakteri Gram-negatif
Keduanya memiliki perbedaan struktur protein dan aktivitas substrat
Beta-laktamase: enzim yang memecah cincin beta-laktam antibiotik seperti penicillin dan cephalosporin.
Hasil
E. coli O25b:H4: CTX-M-15, struktur aktif lebih luas terhadap cephalosporin generasi ketiga
S. enterica DT104: PSE-1, lebih sempit, resisten terhadap ampicillin
CTX-M-15 lebih umum ditemukan di rumah sakit (nosokomial), PSE-1 lebih sering di makanan/hewan ternak
Perbedaan struktur: loop aktif dan posisi residu katalitik bervariasi
Metodologi
BLAST digunakan untuk mengidentifikasi kesamaan genetik
Visualisasi struktur 3D dibandingkan menggunakan AlphaFold
Literatur ilmiah (ScienceDirect, NCBI, jurnal mikrobiologi) digunakan untuk mendukung analisis
Data diambil dari database NCBI dan AlphaFold untuk analisis sekuens dan struktur protein beta-laktamase.
Pembahasan
CTX-M-15 lebih berbahaya karena multiresisten, membawa gen tambahan dalam plasmid
Lingkungan penyebaran berbeda: E. coli O25b:H4 lebih klinis, S. enterica DT104 lebih zoonosis
Perbedaan enzim beta-laktamase mempengaruhi spektrum resistensi antibiotik
Strategi pengendalian berbeda tergantung sumber infeksi dan jenis beta-laktamase