Enterobiasis adalah infeksi akibat cacing kremi Enterobius vermicularis yang ditularkan melalui tertelannya telur cacing, biasanya lewat tangan, makanan, atau benda yang terkontaminasi seperti seprai atau mainan. Setelah masuk ke tubuh, telur menetas di usus halus dan melepaskan larva yang kemudian bermigrasi ke usus besar, terutama sekum dan kolon asenden, untuk berkembang menjadi cacing dewasa dalam waktu 2–6 minggu. Cacing jantan mati setelah kawin, sedangkan cacing betina dewasa akan bermigrasi ke area perianal pada malam hari untuk bertelur. Proses ini menimbulkan gejala khas berupa gatal di sekitar anus (pruritus ani). Menggaruk area ini dapat menyebabkan telur menempel di jari atau kuku, lalu tertelan kembali (autoinfeksi) atau menyebar ke lingkungan sekitar melalui permukaan benda atau udara.