Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
SCHOOL WELL-BEING - Coggle Diagram
SCHOOL WELL-BEING
Dimensi-dimensi
School Well-Being
Having
, ialah ketersediaan fasilitas dan sumber daya yang mendukung pembelajaran.
Loving
, ialah rasa diterima dan relasi positif di antara warga sekolah.
Being
, ialah kesempatan untuk menjadi diri sendiri dan mendapatkan penghargaan.
Health
, ialah kondisi fisik, lingkungan, dan mental yang sehat.
Hubungan dengan Mata Kuliah Lain
PPL II (SDN Polisi 2)
Melakukan observasi langsung kondisi school well-being di lapangan.
Menerapkan beragam strategi guna menciptakan kelas yang aman, inklusif, dan memotivasi.
Prinsip Pengajaran & Asesmen II
Memberikan praktik asesmen formatif dan diferensiasi yang berpihak pada kebutuhan siswa.
Membantu menurunkan tekanan akademik dan meningkatkan kepercayaan diri siswa.
Literasi Dasar
Membiasakan aktivitas membaca bersama, mendorong empati, dan eksplorasi emosi melalui cerita.
Melaksanakan programLiterasi yang menyenangkan membantu memperkuat well-being akademik dan sosial.
Proyek Kepemimpinan (
Digital Library Corner
)
Membangun sudut baca yang interaktif dan nyaman mendukung kesejahteraan akademik dan lingkungan.
Membangkitkan minat baca dan kebahagiaan belajar siswa di sekolah dengan kegiatan GLS.
Hubungan dengan
Experiential Learning
Concrete experience
, artinya siswa mengalami langsung pembelajaran dengan pendekatan positif.
Reflective observation
, artinya siswa merenungkan pengalaman atau peristiwa yang terjadi melalui perspektif pribadi.
Abstract conceptualization
, artinya siswa menyusun konsep/pemahaman utuh setelah merasakan pengalaman.
Active experimentation
, artinya siswa berani menguji dalam praktik nyata terhadap pemahaman yang telah diperolehnya
Hubungan dengan
Social Emotional Learning
(SEL)
Self-awareness
membantu siswa mengenali emosi, kontrol dan potensi diri.
Self-management
membantu siswa mengatur perasaan, mental, dan perilaku secara efektif.
Social-awareness
membantu siswa memahami dan menghargai perspektif orang lain.
Relationship skills
membantu siswa membangun interaksi dan mempertahankan relasi yang sehat.
Responsible decision-making
membantu membuat keputusan yang etis dan bertanggung jawab.
Koneksi dengan Kehidupan Sehari-hari
Siswa yang merasa didukung secara emosional cenderung lebih percaya diri dan kooperatif.
Lingkungan yang bersih, aman, dan inklusif membuat siswa betah di sekolah.
Penguatan relasi antar siswa dan guru dapat mencegah perundungan dan menciptakan suasana positif.
Akses ke sumber belajar yang relevan dan menyenangkan (seperti perpustakaan digital) membuat pembelajaran terasa menyenangkan dan bermakna.