Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Keputusan, hasil, Kita membentuk belief baru berdasarkan versi masa lalu…
Keputusan
Keberuntungan
Di luar kendali
Inside view
hasil
Meningkatkan kualitas keputusan
Review dan evaluasi belief selama ini
cara biar objektif dalam menilai keputusan
Buat Knowlege tracker
Pengertian
Sebuah alat atau proses yang mencatat apa yang kamu tahu, percaya, dan asumsikan pada saat kamu mengambil keputusan, sebelum outcome muncul.
Komponen Utama
Apa yang kamu tahu (facts)
→ Informasi objektif, misalnya: “Model sepatu ini sempat viral 2 minggu terakhir, ada 10 reseller yang restock.”
Apa yang kamu percaya (beliefs)
→ “Gue percaya model ini masih akan sustain demand-nya selama 1 bulan ke depan.”
Apa yang kamu tidak tahu (uncertainty)
→ “Gue belum tahu apakah followers gue akan minat juga, belum sempat polling.”
Apa asumsi utamamu (assumptions)
→ “Gue asumsikan viralitas = penjualan.”
Perkiraan outcome dan probabilitasnya
→ “Gue lebih prefer ini berhasil karena gue pengen testing segmen baru.”
Preferensi pribadi
→ “Ada 70% kemungkinan ini laku keras, 20% biasa aja, 10% flopped.”
Cara menangkal
6 Langkah meningkatkan KUALITAS KEPUTUSAN
Mengidentifikasi serangkaian kemungkinan hasil yang masuk akal (
Decision Tree dan Pay-Off
)
Identifikasi preferensi setiap kemungkinan hasil (
prefernsi
)
Perkirakan kemungkinan terjadinya setiap hasil (
Probabilitas
)
menilai kemungkinan relatif dari hasil yang disuka dan tidak suka untuk opsi yang sedang dipertimbangkan. (
Prefrensi dan Probabilitas
)
5.Ulangi Langkah 1–4 untuk opsi lain yang sedang dipertimbangkan
Bandingkan pilihan satu sama lain.
Memahami bahwa ada 2 hal
Sesuatu yang diketahui
Sesuatu yang belum diketahui
KP mempengaruhi
Kualitas Keputusan
Dipenfaruhi oleh
Belief hasil pengalaman
Dipengaruhi
Bias bias kita
Bias Konfirmas
Bias Diskonfirmasi
Overconfidence
Availability bias
Recency bias
Illusion of control
Hindsight bias(melihat ke belakang dengan bias)
Pengalaman dipengaruhi hindsight bias
Apa Itu Hindsight Bias?
Hindsight bias = “I knew it all along!” bias
Yaitu kecenderungan otak kita untuk merasa seolah-olah kita sudah tahu sejak awal bahwa sesuatu akan terjadi, setelah kita tahu hasilnya.
Kita sering merekonstruksi ingatan secara keliru:
Dampak Buruknya:
Memory Creep
→ “Yah, udah jelas lah pasti begitu.” (Padahal mungkin enggak, kamu cuma tahu hasilnya.)
Merusak proses pembelajaran
→ Karena merasa “udah ngerti,” kita males nanya, menganalisis, atau mengevaluasi proses dengan jujur.
Mengacaukan pembuatan keputusan ke depan
→ Kita jadi terlalu percaya diri atau malah terlalu pesimis berdasarkan “kenangan palsu.”
Bias terhadap diri sendiri & orang lain
→ Kalau gagal: “Harusnya gue tahu.”
→ Kalau orang lain gagal: “Goblok sih ngambil keputusan itu.”
Membunuh rasa ingin tahu
Dalam kendali
H dipengaruhi oleh
Penilaiang hasil Sering dipengaruhi
RESULTING
Ceklist Resulting
Bahkan jika keputusan yang buruk mendahului hasil yang buruk, dapatkah Anda mengidentifikasi beberapa keputusan baik yang dibuat selama proses tersebut? Dapatkah Anda mengidentifikasi beberapa cara di mana proses pengambilan keputusan itu baik? (vice versa)
Seberapa banyak pengaruh hasil suatu keputusan dalam penilaian kita terhadap kualitas keputusan
pengertian
Resulting adalah kecenderungan manusia untuk menilai kualitas keputusan berdasarkan hasil akhirnya, bukan berdasarkan proses berpikir atau informasi yang tersedia saat keputusan itu dibuat..
Resulting = berpikir dengan mentalitas “hasil = kualitas”
Tanda tanda berpikir bias resulting
“Pasti salah deh ini, buktinya gagal.”
→ Hasil buruk = langsung nyalahin keputusan, tanpa mikir prosesnya dulu.
“Untung aja gue nurutin feeling gue kemarin.”
Padahal mungkin itu cuma kebetulan, bukan karena instingmu tajam.
“Kalau gue tahu bakal gini, pasti gue gak akan milih itu.”
Ini hindsight disguised as evaluasi rasional. Kamu melihat masa lalu pakai kacamata masa depan.
“Lain kali gue gak bakal ngelakuin itu lagi!”
Emosi pasca-outcome jelek membuat kamu generalisasi tanpa liat apakah proses keputusannya memang salah.
“Dia hebat banget, lihat hasilnya.”
Over-atribusi hasil positif ke kualitas pribadi, padahal bisa jadi hanya lucky streak.
Situasi Psikologis yang Rentan Kena Resulting
Setelah gagal atau rugi (emotional overreaction).
Saat mengevaluasi keputusan orang lain (judgmental mode).
Saat membandingkan diri dengan orang sukses (inferiority bias).
Ketika terburu-buru cari pelajaran dari pengalaman (“lesson seeking urgency”).
Menangkal menangkal Resulting
menilai ceklis
Seberapa besar hasil keputusan tersebut mengaburkan penilaian Anda (atau penilaian seseorang yang Anda amati) tentang kualitas keputusan tersebut?
Bahkan jika keputusan yang baik mendahului hasil yang baik, dapatkah Anda mengidentifikasi
beberapa cara agar keputusan tersebut dapat lebih baik?
Bahkan jika keputusan yang baik mendahului hasil yang baik, dapatkah Anda mengidentifikasi
beberapa cara agar keputusan tersebut dapat lebih baik?
Apa saja faktor yang berada di luar kendali pembuat keputusan (yang mungkin Anda), termasuk tindakan orang lain?
What are the other ways things could have turned out?
process-based mindset.
Apakah informasi yang digunakan saat memutuskan sudah cukup?
Apakah pertimbangan logis dan etis sudah dilalui?
Apakah kita mengevaluasi risiko dan peluang dengan realistis?
Tanya ke diri sendiri
“Apakah aku akan tetap menilai keputusan ini buruk/gagal kalau hasilnya berbeda?”
“Waktu ngambil keputusan itu, informasi apa yang aku punya?”
“Kalau orang lain ambil keputusan sama, apakah aku akan menilai mereka bodoh atau masuk akal?”
“Seberapa besar peran luck dalam hasil ini?”
Mantra anti-resulting
“Keputusan yang baik tidak selalu berakhir baik.”
“Hasil adalah satu dimensi, proses adalah segalanya.”
“Evaluasi tanpa memahami konteks = ilusi kebijaksanaan.”
Kebr mempengaruhi
Kita membentuk belief baru berdasarkan versi masa lalu yang palsu.
Akibatnya, kita salah evaluasi proses pengambilan keputusan, dan makin parah:
Padahal, waktu keputusan diambil, informasi dan persepsi kita bisa sangat terbatas.
Setelah tahu outcome-nya, kita merasa seakan-akan "itu jelas kok harusnya terjadi begitu."
Jadi Loop yang buruk