Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
ANEMIA - Coggle Diagram
ANEMIA
Proses Hematopoesis
adalah
proses pembentukan darah dan pematangan sel darah
letak
sumsum tulang merah
model
Pluripotent Stem Cell
Sel induk yang memiliki kemampuan menurun menjadi hampir seluruh jenis sel
Committed pluripotent stem cells
Sel induk yang berdiferensiasi menjadi salah satu cell line
Oligopotent progenitors
Sel yang dapat berdiferensiasi menjadi beberapa sel
Myeloid or lymphoid cell
Monopotent progenitors
Sel yang berdiferensiasi menjadi satu jenis sel darah tertentu
CFU–Meg → trombosit, CFU-E → Eritrosit,
CFU-GM → Leukosit
Mature Cells
hematopoietic growth hormone
Erythropoietin (EPO)
meningkatkan jumlah prekursor sel darah merah (eritrosit)
diproduksi oleh
sel-sel di ginjal yang terletak di antara tubulus ginjal (sel interstisial peritubula)
Thrombopoietin (TPO)
diproduksi di
hati
merangsang pembentukan trombosit dari megakariosit
Cytokines
merangsang proliferasi sel progenitor
mengatur aktivitas sel dalam pertahanan nonspesifik dan respons imun
contoh
Colony-stimulating factors (CSFs) Interleukin
komponen yang terdapat dalm darah
RBC life cycles
Functional Classification
anemia hipoproliferatif
penyebab
kurangnya produksi sel darah merah oleh sumsum tulang
defisiensi zat besi
ditandai dengan
Jumlah retikulosit yang rendah
maturation disorder
yaitu
gangguan saat pematangan RBC
penyebab
cytoplasmic defect
contoh
talasemia
kelainan genetik heterogen
penyebab
penurunan sintesis α-globin atau β-globin
defisiensi zat besi
penyebab
keseimbangan negatif Fe
ditandai dengan
4 more items...
anemia sideroblastik
ditandai dengan
akumulasi Fe dalam mitokondria prekursor eritroid
ciri-ciri
Cincin sideroblast pada sumsum tulang
Prekursor eritroid mengandung Fe non-heme di dalam mitokondria
nuclear maturation defect
contoh
defisiensi asam folat
akibatnya
gangguan sintesis DNA
1 more item...
defisiensi vitamin B12
anemia refrakter
ditandai dengan
hiperplasia dari eritroid megaloblastik pada sumsum tulang dan anemia makrositik dengan retikulositopenia dalam darah
penyebab
gangguan sumsum tulang
terutama dalam sindrom mielodisplasia (MDS)
hemorrhage/hemolysis
RBC dihancurkan lebih cepat daripada produksinya
penyebab
intracorpuscular atau extracorpuscular
ditandai dengan
penyakit kuning dan limpa membesar
penyebab
blood loss
akut
kronis
anemia hemolitik autoimun (AIHA)
melawan antigen sel darah merahnya sendiri
hemoglobinopathy
klasifikasi
Fe heme dan non heme
perbedaan
faktor makanan yang dapat mempengaruhi penyerapan
Fe heme
yaitu
protein daging dan kedelai
meningkatkan penyerapan Fe heme
kalsium
menghambat penyerapan Fe heme
Fe non heme
yaitu
vitamin C, asam organik, alkohol, makanan fermentasi
meningkatkan penyerapan Fe non heme
kalsium
menghambat penyerapan Fe non heme
asam fitat, polifenol, protein kedelai
proses metabolisme Fe
absorpsi
distribusi
terdapat hormon
hepsidin
mengatur kadar Fe dalam tubuh
kadar tinggi
mengikat ferroportin, menyebabkan ferroportin diinternalisasi dan terdegradasi
menghambat distribusi besi ke seluruh tubuh
kadar rendah
ferroportin tetap berada di membran sel enterosit
penyimpanan
dikendalikan oleh
hormon hepsidin
disimpan dalam bentuk ferritin (Fe3+)
tempat
sel mukosa usus
hepatosit
Fe paling banyak disimpan
makrofag pada hati, limpa, tulang
daur ulang Fe
fagositosis eritrosit tua dan menguraikan hemoglobin untuk diambil zat besi
dikeluarkan kembali ke darah melalui ferroportin (FP)
disimpan ke dalam makrofag dalam bentuk ferritin
eliminasi
terjadi saat
kehilangan Fe akibat mentruasi
pendarahan
talasemia
dalam bentuk urin
tidak ada mekanisme untuk ekskresi Fe
iron deficiency anemia (IDA)
termasuk jenis
hipokromik microcytic
penyebab
Fe tidak cukup untuk membuat Hb
alasan kekurangan Fe
usia, gender
obat-obatan
Kortikosteroid, warfarin atau antikoagulan lainnya, aspirin, dan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID)
blood loss
tahapan
initial stage
simpanan Fe berkurang
diukur dengan serum ferritin
second stage
simpanan Fe habis
Hb diatas batas bawah normal namun diatas batas normal
diukur dengan CBC (complete blood count)
penurunan saturasi transferiin
peningkatan TIBC (total iron-binding capacity)
third stage
konsentrasi Hb kurang dari nilai normal
mulai terlihat gejala IDA
berhubungan dengan berkurangnya pengiriman O2
pemeriksaan laboratorium
Hb
indikator awal
kadar normal
anak
9-14 g/dL
remaja
10-15 g/dL
pria dewasa
13-17 g/dL
wanita dewasa
12-15 g/dL
pada IDA
rendah
serum ferritin
protein penyimpanan Fe
kadar normal
pria
18-270 mcg/L
wanita
18-160 mcg/L
pada IDA
rendah
serum Fe
kadar normal
pria
50160 mg/dL
wanita
40-150 mg/dL
pada IDA
rendah
total iron binding capacity (TIBC)
kemampuan darah untuk mengikat Fe
pada IDA
meningkat
kadar normal
250-400 mg/dL
peripheral blood smear
apusan darah tepi
untuk melihat bentuk dan warna RBC
pada IDA
mikrositosis (sel sarah kecil)
hipokromia (sel darah pucat)
red cell distribution width (RDW)
pada IDA
tinggi
variasi ukuran RBC
mean corpuscular volume (MCV)
mengukur ukuran rata-rata RBC
pada IDA
rendah
mean corpuscular hemoglobin (MCH)
jumlah rata-rata Hb/sel darah merah
pada IDA
rendah
mean corpuscular hemoglobin concentration (MCHC)
konsentrasi Hb dalam volume RBC
pada IDA
rendah
hematologi normal
klasifikasi
mild
tidak mengalami gejala yang mencolok
lelah, pucat, penurunan daya tahan fisik
moderate
gejala yang lebih nyata
mulai takikardia, sering lelah
severe
gejala yang lebih berat
lelah berkepanjangan, menggigil, takikardia, nyeri dada, sesak nafas
anemia defisiensi vitamin B12 (cobalamin)
penyebab
asupan tidak memadai
sindrom malabsorpsi
obat-obatab
metformin
menurunkan penyerapan vitamin B12
berefek pada mukosa usus ileum
PPI dan H2RA
proses absorbsi
pelepasan dari makanan
pengikatan dengan haptocorrin (HC)
pemisahan di duodenum
penyerapan di ileum
transportasi ke dalam darah
penyimpanan di hati
masuk ke dalam jaringan
TC.Cbl disekresikan ke dalam sirkulasi
Kompleks IF.Cbl menempel pada reseptor sel di ileum distal
IF dibuang, Cbl terikat pada protein transcobalamin (TC) I, II, dan III
enzim protease pankreas memecah HC.Cbl
Cbl berikatan dengan faktor intrinsik (IF) sebagai protein pengangkut sel
Cbl bebas berikatan dengan haptokorin (HC) untuk melindungi vitamin B12
vitamin B12-protein (Cbl.P) (dari makanan) dipecah oleh HCl dan enzim pepsin
anemia pernisiosa
kondisi autoimun
tubuh memproduksi antibodi yang menyerang faktor intrinsik
mengganggu proses absorbsi vitamin B12
terapi
IDA
suplemen Fe
oral
jenis
ferrous gluconate
dosis
300 mg
ESO
1 more item...
ferrous fumarate
dosis
324 mg
ESO
1 more item...
ferrous sulfate
dosis
325 mg
ESO
1 more item...
bentuk
Fe2+
teroksidasi
menjadi Fe3+
mekanisme kerja
parenteral
jenis
sodium ferric gluconate complex
dosis
12,5 mg iron/min
iron sucrose
dosis
hemodialisis
100 mg iron/100 mL
nondialisis
200 mg iron/100 mL
tidak digunakan bersama dengan suplemen Fe oral
iron dextran
dosis
50 mg iron/mL
resiko anafilaksis tinggi
bentuk
Fe3+
diberikan jika
tidak mampu toleransi ES Fe oral
tidak bisa menyerap Fe
short bowel syndrome
inflammatory bowel disease
kehilangan darah signifikan
kanker yang menerima perangsang eritropoiesis
operasi bypass lambung
radang usus
malabsorbsi
anemia kronis
ginjal kronis
interaksi
dapat menurunkan absorbsi Fe
antasida
Al, Mg, Ca
antibiotik
tetrasiklin, doksisiklin
aintikolesterol
kolestiramin
antagonis histamin
PPI
non farmakologi
konsumsi makanan tingi zat besi
sayur, buah-buahan, daging merah
konsumsi vitamin C
membantu penyerapan Fe
hindari konsumsi teh, kopi
anemia defisiensi vit B12
makanan
beef liver, cereal, oysters, tuna, susu, yogurt
obat parenteral
cyanocobalamin
dosis
anemia pernisiosa
1000 mcg tiap hari
selama 10 hari
kemudian setiap minggu
1 more item...
defisiensi kobalamin
1000 mcg
selama seminggu
lalu 1x seminggu selama sebulan
1 more item...
rute nasal
untuk
pasien yang remisi setelah trapi vitamin B12 i.m yang tidak memiliki keterlibatan sistem saraf
perlu diperhatikan
tidak boleh digunakan 1 jam sebelum atau sesudah makanan atau minuman panas
mengganggu penyerapan kobalamin
cyanocobalamin nasal spray
dosis
defisiensi vit B12
500 mcg 1x/minggu salah satu lubang hidung
profilaksis
anemia pernisiosa
algoritma IDA
jika gejala parah
pertimbangkan transfusi darah
syarat
Hb < 8
8 > Hb < 10 ada kardiovaskular
fisik lemah
perdarahan akut
ginjal kronis (CKD)
perdarahan aktif yang hemodinamiknya tidak stabil
anemia kritis
total kebutuhan Fe
2nd line
Fe parenteral
diberikan saat
hentikan oral Fe 48 jam
jika kembali ke oral Fe
diberikan setelah 5 hari setelah Fe parenteral