Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Proses turunnya Al-Qur'an - Coggle Diagram
Proses turunnya Al-Qur'an
Nuzulul Qur'an
Etimologi : Nuzul = Menurunkan; Al-Qur'an = Kitab Suci.
Terminologi : Proses turunnya Al-Qur'an dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW
Pengumpulan Al-Quran
Masa Abu Bakar Ash-Shiddiq:
-Banyak penghafal gugur dalam Perang Yamamah
-Umar bin Khattab menyarankan untuk mengumpulkan Al-Qur'an.
-Zaid bin Tsabit menuliskan ulang Al-Qur'an dalam satu mushaf.
-Mushaf disimpan oleh Abu Bakar, lalu diteruskan ke Umar dan Hafsah
Masa Usman bin Affan:
-Berbagai versi mushaf menyebabkan perpecahan
-Usman memerintahkan penyusunan satu mushaf dan menggunakan dialek Quraisy
-Mushaf disalin oleh Zaid bin Tsabit dan tiga sahabat Quraisy.
-Mushaf dikembalikan ke Hafsah dan disebarkan ke seluruh dunia Islam.
-Mushaf selainnya dibakar.
Perbedaan pengumpulan
Masa Abu Bakar:
Tujuan: Mengumpulkan dan menyatukan mushaf untuk mencegah kehilangan.
Masa Usman:
Tujuan: Menyatukan bacaan dalam satu mushaf untuk menghindari perpecahan akibat perbedaan dialek
Keberlanjutan mushaf
-Mushaf tetap terjaga hingga kini.
-Dipertahankan secara mutawatir
-Tidak bisa diubah atau dipermainkan
Secara Majazi
Diartikan sebagai pemberitahuan : Diketahui oleh para malaikat dan nabi Muhammad
Proses turunnya Al-Quran
Masa Nabi Muhammad SAW :
Selain di hafalkan para sahabat, karena Media tulis terbatas, sahabat menulis di tulang, pelepah kurma, kulit, batu
Secara Kaifiyat
Pendapat 1: Turun sekaligus di Lailatul Qadr, lalu berangsur
Pendapat 2: Setiap Lailatul Qadr selama 20-25 tahun.
Pendapat 3: Turun pertama kali di Lailatul Qadr, kemudian berangsur
Pendapat 4: Turun dalam tiga tahap: Lauh Mahfudz → Baitul Izzah → Dunia.