Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Psikologi Industri & Organisasi (PIO) - Coggle Diagram
Psikologi Industri & Organisasi (PIO)
Sejarah Psikologi Industri & Organisasi
Sejarah Perkembangan PIO
Munculnya manajemen ilmiah (1911)
Ergonomik: Psikologi dan Teknik (1920an)
Penelitian Hawthorne dan pendekatan human relation dalam manajemen (1927-1932)
3 pengaruh penting dalam PIO
Manajemen ilmiah
Ergonomik disebut juga human factors
Perang dunia
Pendekatan hubungan kemanusiaan di bidang manajemen
Psikologi Industri
Mengambil perspektif berorientasi perusahaan dan berdokus pada pengingkatan efisiesi dan produktivitas melalui karyawan perusahaan (sumber daya manusia)
Psikologi Industri
Analisis pekerjaan: proses menghasilkan deskripsi mengenai hal-hal yang terdapat dalam suatu pekerjaan
Seleksi karyawan: proses memilih dan menempatkan individu yang dinilai terbaik untuk melakukan suatu pekerjaan
Pelatihan: proses mempersiapkan karyawan baru untuk dapat mengetahui detail pekerjaan yang akan dilakukan
Penilaian kerja: proses mengevaluasi apakah seseorang melakukan pekerjaannya dengan baik
Job Analysis
Pekerjaan yang berorientasi pada orang melibatkan apa yang kadang disebut KSAO (atau KSA)
Knowledge
Skill
Ability
Other characteristics
Seleksi Karyawan
Testing: integrity test
Interview: structured interview
Work sample & exercise
Training
Orientasi: program dimana organisasi memperkenalkan karyawan baru
Formal training: program yang bertujuan untuk mengajarkan karyawan baru mengenai kemampuan dasar yang dibutuhkan
Mentoring: hubungan antara karyawan berpengalaman (senior) dengan karyawan baru, dimana karyawan senior berperan sebagai penasehat
Penilaian Kerja
Perfomance rating: kelemahannya adalah halo effect yang berarti melihat seseorang dari penampilan
360-degree feedback: metode penilaian yang dinilai oleh beberapa individu
Organizational citizenship behavior
Psikologi Organisasi
Psikologis organisasi menekankan pada pengalaman psikologis dari para pekerja
Pendekatan Dalam Manajemen
Psikologi organisasi menekankan pada peneliatian dan penerapan dari relasi individu dalam organisasi
Japanese management style (Deming/1940an)
Teori X (McGregor/1960)
Teori Y (McGregor/1960)
Strength based (Clifton/2002)
Kepuasan Kerja: derajat dimana karyawan merasa puas dengan pekerjaannya
Komitmen Karyawan
Komitmen afektif: berasal dari keterikatan emosional karyawan dengan tempat kerja
Komitmen berkelanjutan: berasal dari persepsi karyawan bahwa dengan meninggalkan organisasi akan merugikan secara ekonomi dan sosial
Komitmen normatif: berasal dari rasa kewajiban karyawan terhadap organisasi untuk investasi
Makna Pekerjaan - Job Crafting: perubahan fisik dan kognitif individu untuk membuat suatu karya/pekerjaan menjadi "milik mereka"
Kepemimpinan (Leadership)
Pemimpin Transaksi: hubungan transaksional antara karyawan dengan pimpinan, serupa dengan pendekatan manajer teori X
Pemimpin Transformasional: tidak menekankan pada menegakkan peraturan tetapi mengubah peraturan tersebut, perasaan kesatuan karyawan dengan organisasi dan tujuannya
Budaya Organisasi
Nilai, keyakinan, norma, dan kebiasaan yang dimiliki oleh organisasi dan individu yang ada di dalamnya
Budaya Organisasional Positif
Faktor Penganggu di Tempat Kerja
Pelecehan seksual
Agresi
Stress Kerja
Stres kerja: pengalaman stres dalam pekerjaan
Konflik peran: ketika individu mencoba memenuhi tuntuan lebih dari 1 peran penting kehidupan
Burnout: kondisi dimana individu mengalami kelelahan emosial dan sedikit motivasi
Leisure: waktu ketika individu bebas untuk mengejar aktivitas dan minat yang ia pilih sendiri
PIO & Kesejahteraan
Meningkatkan produktivitas