Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
RUPIAH TERKINI TERHADAP ASEAN - Coggle Diagram
RUPIAH TERKINI TERHADAP ASEAN
Pendahuluan
Nilai Rupiah relatif rendah dibandingkan Ringgit, SGD, dan Baht
Nilai Tukar terhadap USD : 15.849 IDR
Namun, stabilitas inflasi relatif terjaga dan langkah-langkah ekonomi yang mendukung pemulihan ekonomi pasca-pandemi.
Nilai tukar memengaruhi daya saing produk Indonesia di pasar ASEAN dan internasional
Mengapa nilai Rupiah masih kalah saing?
Perbedaan Struktur Ekonomi
Indonesia
Bergantung pada ekspor komoditas seperti batu bara, minyak sawit, dan mineral.
Harga yang fluktuatif menyebabkan nilai Rupiah lebih mudah terpengaruh perubahan harga global
Singapura
Ekonomi berbasis jasa dan teknologi, khususnya sektor keuangan, perbankan, dan perdagangan internasional.
Orientasi struktur ekonomi yakni sektor jasa dan keuangan
Stabilitas mata uang menjadi tinggi.
Cadangan Devisa dan Stabilitas Ekonomi
Tingginya cadangan devisa, negara mudah mempertahankan stabilitas nilai tukar mata uangnya.
Cadangan devisa Singapura yang besar
Surplus perdagangan yang besar
Investasi asing yang signifikan
Indonesia memiliki cadangan devisa yang lebih kecil, sehingga rentan terhadap guncangan eksternal.
Indonesia sering menghadapi tantangan seperti inflasi yang lebih tinggi, sehingga daya saing mata uangnya kurang.
Inflasi dan Suku Bunga
Inflasi di Indonesia cenderung lebih tinggi.
Inflasi di Singapura dan Malaysia tetap rendah
Inflasi yang tinggi mengurangi daya beli mata uang dan membuat Rupiah kurang kompetitif.
Negara dengan suku bunga tinggi sering kali menarik lebih banyak investasi asing karena manfaat instrumen investasi yang tinggi, mendukung stabilitas nilai tukar.
Kebijakan suku bunga juga mempengaruhi nilai mata uang
Ketergantungan pada Modal Asing dan Defisit Transaksi Berjalan
Indonesia
Defisit transaksi berjalannya cukup sering terjadi.
Nilai impornya lebih tinggi daripada ekspor.
Bergantung pada modal asing untuk menyeimbangkan perekonomian.
Singapura
Memiliki surplus transaksi berjalan yang besar, berkat posisinya sebagai pusat keuangan internasional.
Memungkinkan Singapura mempertahankan nilai mata uangnya di tingkat yang tinggi.