Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Nyeri Ulu Hati yang Memberat, Athallah Noufal Mubarak (2206046986) -…
Nyeri Ulu Hati yang Memberat
alur diagnosis stemi
kegawatdaruratan
Tatalaksana harus dilakukan sejak kontak medis pertama (penegakan diagnosis)
Pengawasan EKG wajib untuk seluruh pasien dugaan STEMI
Perekaman dan interpretasi EKG 12 sadapan selambat-lambatnya, 10 menit setelah pasien tiba di IGD
Penegakkan diagnosis → terapi reperfusi (IKP harus dilakukan kurang dari 90 menit sejak pasien datang)
keterlambatan
Pasien
Keterlambatan sejak muncul gejala hingga kontak medis pertama
Pencegahan dengan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai gejala infark miokard dan pertolongan darurat
Kontak medis dengan diagnosis
Waktu yang dibutuhkan untuk EKG pertama (idealnya 10 menit atau kurang)
alur diagnosis
anamnesis
Nyeri → akronim SOCRATES
Site → lokasi nyeri dan meminta pasien menunjuknya
Onset → kapan pasien merasa nyeri muncul dan bagaimana nyeri berkembang
Character → karakteristik nyeri dada (menetap/hilang-timbul)
Radiation → penjalaran nyeri
Associated symtomps → gejala lain yang berhubungan dengan nyeri pasien
Time course → perbandingan nyeri terdahulu dan sekarang
Exarcebating or relieving factors → hal yang memperburuk nyeri pasien
Severity → skala nyeri 1-10
pemeriksaan fisik
Pasien datang dengan nyeri dada akut → PF menyeluruh → TTV, auskultasi, ciri gagal jantung
Temuan yang mengarah ke SKA → regurgitasi mitral sementara, ronki, edema paru, hipotensi
Inspeksi pernapasan dan abdominal → eksklusi etiologi pencernaan dan pernapasan
tatalaksana stemi
farmakologis
Antiplatelet
Obat antiplatelet - mencegah agregasi platelet yang dapat menyebabkan pembentukan bekuan darah di arteri koroner, yang dapat memperburuk iskemia.
a. Aspirin
Aspirin - dosis loading 160-325 mg secara oral - diikuti dengan dosis pemeliharaan 81-325 mg per hari.
Antikoagulan
Antikoagulan - mencegah pembekuan darah lebih lanjut yang dapat memperburuk kondisi pasien.
a. Heparin
Heparin non-fraksionasi (UFH)
Dosis UFH - 60-70 U/kg IV bolus - diikuti oleh infus yang disesuaikan untuk mencapai target aPTT (1.5-2.5 kali nilai kontrol).
Heparin fraksionasi rendah (LMWH)
Enoxaparin - dosis 1 mg/kg subkutan setiap 12 jam.
antiiskemia - mengurangi beban kerja jantung dan meningkatkan perfusi miokardial, yang esensial dalam manajemen STEMI.
a. Nitrogliserin
Nitrogliserin - diberikan secara sublingual (0.3-0.6 mg) - mengatasi nyeri dada, atau melalui infus IV - dimulai dari 5 mcg/menit dan dapat dititrasi sesuai kebutuhan klinis.
non farmakologis
nutrisi untuk pjk
asam lemak
● Asam lemak tidak jenuh (MUFA: monounsaturated fatty acid dan
PUFA: polyunsaturated fatty acid) → kolesterol total rendah, LDL
relatif rendah, trigliserida relatif rendah
● Jenis Asam Lemak dan contohnya:
○ Jenis MUFA paling banyak ditemukan (prevalen): asam oleat
■ Minyak zaitun, minyak canola, alpukat
○ Jenis PUFA: n-6 (omega 6) dan n-3 (omega 3)
■ Omega 6:
● Asam linoleat (18:2): Minyak nabati
serat larut
Konsumsi serat larut akan menurunkan kadar kolesterol total
sebesar 0,5 -2%/gram serat
● Rekomendasi konsumsi: 25% serat larut dari total asupan energi
harian (misal sehari masuk 1000 kkal, maka harus konsumsi 10 - 13
gram serat yang ekuivalen dengan 25% dari 1000 kkal)
○ Sumber: sayuran, buah, kacang
protein kedelai
Merupakan protein nabati, substitusinya protein hewani
● Konsumsi protein kedelai akan menurunkan kolesterol total dan
serum LDL tanpa adanya perubahan pada kadar HDL
● 25 gram protein kedelai menurunkan kolesterol total sebesar 9 gram/dl
terapi gizi medik
Therapeutic Lifestyle Changes Diet
Mengurangi Asupan Lemak Jenuh
Target:<7% dari total kalori harian.
Penjelasan: Lemak jenuh meningkatkan kadar LDL atau "kolesterol jahat" yang menyebabkan penumpukan plak di pembuluh darah.
Mengurangi Asupan Kolesterol
Target: <200 mg per hari.
Penjelasan: Kolesterol dari makanan, terutama yang berasal dari produk hewani seperti daging merah, telur, dan produk susu, perlu dibatasi.
Meningkatkan Aktivitas Fisik
Target: Setidaknya 30 menit aktivitas fisik intensitas sedang setiap hari.
Penjelasan: Aktivitas fisik membantu menurunkan kadar kolesterol LDL dan meningkatkan kolesterol HDL atau "kolesterol baik." Latihan aerobik seperti berjalan, bersepeda, atau berenang dianjurkan untuk mendukung kesehatan jantung.
Pci
Prosedur invasif non bedah
bertujuan untuk mengatasi penyempitan/okusi arteri koroner serta memicu peningkatan suplai darah ke jaringan yang iskemia
Akses → arteri radial atau femoralis
Dilakukan angiografi terlebih dahulu → fluoroskopi sinar-X real-time untuk memvisualisasi lokasi kateter dan jaringan → dimajukan hingga ke aorta ascendens
Kontras IV dapat dimasukan ke dalam arteri koroner untuk menggambarkan anatomi jantung pasien
Cabg
Prosedur bedah untuk bypass pada arteri koroner yang tersumbat oleh plak ateromatosa
bertujuan untuk mengembalikan aliran darah ke area yang mengalami iskemia.
Indikasi
infark yang tidak bisa ditangani dengan PCI,--> kasus komplikasi mekanis, kegagalan PCI, atau lesi yang luas
Kontraindikasi
Arteri koroner yang tidak sesuai untuk pencangkokan, dan tidak adanya miokardium yang layak untuk dicangkok.
Diagnosis banding
Unstable angina
Nyeri pada jantung → ketidakseimbangan kebutuhan dan pasokan oksigen di miokardium
1 dari 3 gejala: terjadi pada fase istirahat (>10 menit), Onset baru/parah, pola crescendo (semakin memberat)
Nyeri dada hilang timbul
Nstemi
Mirip dengan unstable angina
DItambah peninggian marker → adanya nekrosis (infark) → troponin naik
Iskemia subendokardial → beda sama STEMI (transmural iskemia)
Q wave aman → karena infark tidak luas
Miokarditis
Inflamasi otot jantung → degenerasi dan nekrosis jaringan
Disebabkan → virus dan agen non-infeksius
Manifestasi: demam, malaise, kelelahan, nyeri dada, palpitasi, dispnea, oeropnea, sinkop
Nyeri dada sentral → menyerupai SKA
EKG → perubahan ST non spesifik (menyebar), sinus takikardia, perubahan gel T
Biomarker → troponin naik tapi tidak setinggi penderita STEMI
Emboli paru
Obstruksi a. Pulmonalis oleh DVT ekstremitas bawah → thrombus ke paru-paru → O2 kurang → jantung kerja keras memompa
Manifestasi: sesak napas, palpitasi, sakit dada ketika bernapas dalam, pusing, batuk darah, hipotensi
EKG → sinus takikardia, S1Q3T3, elevasi segmen ST non spesifik
Biomarker: troponin meningkat, d-dimer meningkat (adanya proses thrombotik akut)
etiologi stemi
Penyumbatan aliran darah koroner -> pemasukan darah berkurang -> iskemia.
Gangguan aliran darah koroner
plak aterosklerotik pecah
aliran darah di koroner terhambat
faktor risiko stemi
non modify
usia
Usia meningkat, faktor risiko meningkat.
Penelitian
mortalitas STEMI: pertambahan usia -> meningkat
mengakumulasi faktor risiko lain
jenis kelamin
Estrogen
memodulasi vaskular,
respons inflamasi,
keberlangsungan hidup dari miosit jantung & sel induk.
Menopause
risiko meningkat
Penelitian wanita menopause dengan pria
wanita risiko lebih tinggi dibandingkan pria merokok.
modify
merokok
iskemia miokard akut -> keseimbangan oksigen miokard dan nutrisi yang berasal dari pembuluh darah terganggu
Stimulasi nikotin
sistem saraf simpatik & jantung:
kebutuhan oksigen meningkat pada miokardium -> peningkatan denyut jantung, tekanan darah, kontraktilitas miokardium.
hipertensi
Hipertensi -> peningkatan tekanan darah kronis: ventrikel dan atrium kiri, arteri koroner -> perubahan konstelasi
beban kerja jantung meningkat
struktur dan fungsi miokardium berubah
hipertrofi -> gagal jantung
epidemiologi stemi
Insidens STEMI
Amerika: 965.000 kasus tiap tahun
Eropa (variasi tiap negara): 80-370 kasus setiap 100.000 orang per tahunnya.
Asia: 22-138 kasus STEMI per 100.000 orang setiap tahunnya.
Usia
lanjut usia >65 tahun: prevalensi komorbid lebih tinggi,
Jenis kelamin
pria>wanita sebelum menopause
Wanita: meningkat setelah menopause
Patogenesis ska
Faktor Risiko:
Pembentukan plak arteroma
Faktor kimiawi dan stress mekanik pada plak arteroma
Ruptur plak arteroma
Pembentukan thrombus
Oklusi pembuluh darah koroner
Infark miokard
1 more item...
Dislipidemia
Diabetes melitus
Merokok
Hipertensi
Patofiisiologi infark miokard
Pembentukan thrombus mengakibatkan oklusi pembuluh darah koroner → Terjadi iskemia miokardium
Efek iskemia
Produksi ATP menurun → mengakibatkan cedera sel
Pergeseran metabolisme aerob menjadi anaerob→ mengakibatkan nekrosis sel
Nekrosis sel-sel otot jantung baru terjadi setelah iskemia berlangsung 18-24 jam
Pf dan tanda gejala stemi
Pf
Denyut nadi
Disfungsi ventrikel kiri ditandai dengan adanya pulsus alternans (denyut lemah dan kuat bergantian)
Tekanan darah
Bervariasi
Biasanya cepat dan teratur (takikardia 100 - 110) → melambat seiring berkurangnya rasa nyeri/kecemasan pasien
Auskultasi bunyi jantung dan paru
Bunyi jantung
S1: · teredam dan tidak terdengar saat segera setelah infark, intensitas akan meningkat selama pemulihan
S2: pemisahan bunyi jantung kedua terutama pada pasien disfungsi ventrikel berat/ left bundle brach block
S3: disfungsi ventrikel kiri yang parah sehingga terdapat peningkatan tekanan pengisian ventrikel
S4: selalu ada pada STEMI
Murmur
murmur sistolik yang sementara ataupun persisten pada mitral maupun tricuspid (tergantung infark pada sisi ventrikel kanan atau kiri)
Penilaian tanda gagal jantung atau gangguan peredarah darah
Identifikasi karakter nyeri
Gejala
Karakteristik nyeri
Rasa tidak nyaman pada dada → sesak, seperti diremuk, tertekan, terdapat beban pada dada, nyeri tertusuk/terbakar
Menjalar ke bahu, ekstremitas atas, leher, rangan, dan intrascapular (kiri)
Menjalar ke bagian ulnaris lengan kiri disertai kesemutan, nyeri tumpul, atau mati rasa
Nyeri berasal dari epigastrium → menyerupai gangguan GI
Menyerupai angin apektoris tetapi jauh lebih parah dan tidak hilang saat istirahat
Nyeri hilang setelah reperfusi
Pemeriksaan penunjang
Ekg
Temuan pada pemicu:
Elevasi segmen ST II, III, dan aVF
Irama junctional
Gambaran resiprokal I dan aVL
Tidak ada gelombang q patologis
Radiologi
Bukan pemeriksaan utama untuk menegakkan diagnosis SKA
Perannya hanya untuk menentukan diagnosis banding dan identifikasi komplikasi
Pemicu
Penurunan apex → mulai ada pembesaran jantung
Corakan bronkovaskular prominent → tanda kongesti awal → peningkatan volume cairan paru paru / penumpukan cairan interstitial dan alveolar
Laboratorium
Troponin
Troponin Jantung (cTn)
Terdiri dari 3 isoform (cTnC, cTnI, dan cTnT) → berperan dalam regulasi otot utamanya jantung
Biomarker spesifik dan sensitif untuk kerusakan miokard (lebih sensitif dibanding CK dan CK-MB)
Jenis pemeriksaan yang lebih spesifik → hs-cTn → mengukur performa prognostik yang lebih baik pada SKA
Normal : < 0,01 ng/mL; tinggi : > 0,04 ng/mL
Creatin kinase mb
CK → enzim yang ada di otot rangka dan jantung (tidak spesifik untuk jantung)
CK-MB → isoenzim dari CK yang lebih spesifik untuk otot jantung → kadarnya lebih relevan untuk diagnosis infark miokard
Normal: <5% dari total CK atau bervariasi <6 ng/mL.
Komplikasi stemi
Iskemia berulang
STEMI→ 20%-30% kasus angina pasca infark→ tidak menurun dengan penggunaan terapi trombolitik, tetapi menurun pada pasien yang telah menjalani revaskularisasi koroner perkutan akut→ adanya gangguan aliran darah sehingga suplai darah masih kurang adekuat
Disfungsi miokardium
Gagal Jantung→ penurunan kontraktilitas ventrikel dan peningkatan kekakuan otot jantung
Syok Kardiogenik→ hipotensi & hipoperfusi→ infark pada ventrikel kiri secara luas dan adanya komplikasi mekanik
Hipotensi→ penurunan perfusi pada arteri koronaria yang memperburuk kerusakan akibat iskemik
Penurunan CO→ meningkatkan ukuran ventrikel kiri dan meningkatkan kebutuhan terhadap oksigen
Infark ventrikel kanan
Kompensasi Infark yang terjadi pada ventrikel kiri
Gangguan vaskularisasi yang sama→ cabang a. Coronaria dextra→ abnormalitas pada kontraksi ventrikel kanan sehingga terjadi kegagalan jantung sisi kanan
Thromboemboli
Gangguan kontraksi akibat IM→ stasis aliran darah pada daerah ventrikel kiri→ pembentukan trombus
Dapat terjadi apabila infark yang terjadi melibatkan apeks dari ventrikel kiri atau pun jika terjadi pembentukan aneurisma
Prognosis
Ukuran infark, lokasi infark, maupun jenis infark yang terjadi
Kecepatan & ketepatan penanganan dari STEMI→ perubahan morfologi yang terjadi pada infark miokard yang dipengaruhi oleh waktu
Thrombolysis in Myocardial Infarction (TIMI) → mengevaluasi risiko yang berkaitan dengan STEMI di samping tempat tidur→ membantu untuk memperkirakan tingkat mortalitas pada 30 hari pertama kejadian STEMI
Berusia lebih dari 75 tahun diberi poin 3. Sementara usia di antara 64 dan 74 diberikan 2 poin;
Riwayat diabetes, hipertensi, atau kejadian angina diberi 1 poin;
Tekanan darah sistolik kurang dari 100 mmHg diberikan 3 poin;
Frekuensi nadi lebih dari 100 kali/menit diberi 2 poin;
Termasuk ke dalam klasifikasi Killip kelas II hingga IV diberikan 2 poin;
Berat badan kurang dari 68 Kg diberikan 1 poin.
Athallah Noufal Mubarak (2206046986)