Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
KEPRIBADIAN (PERSONALITY)
pola pemikiran, emosi, dan perilaku yang khas…
KEPRIBADIAN (PERSONALITY)
pola pemikiran, emosi, dan perilaku yang khas dan menetap yang mencirikan cara individu beradaptasi dengan lingkungannya
TEORI PSIKOANALITIK
dikembangkan oleh Sigmund Freud
Muncul dari pengamatan pada kasus pasien dengan gejala Histeria.
• Histeria: gejala fisik yang tidak memiliki penyebab fisik yang jelas, dan disebabkan oleh konflik batin di dalam ketidaksadaran
- Struktur Kepribadian
- Id: berisi dorongan ketidakadilan
- Ego: bertanggung jawab untuk mengendalikan insting (mediator antara id dan super ego)
- *Superego: Kepribadian yang muncul dari internalisasi pengasuhan dan nilai-nilai serta standar sosial (pengawas moral)
- Tahap Perkembangan Psikoseksual (Freud)
- ORAL (0-2 tahun)
- ANAL (2-3 tahun)
- PHALLIC (2-5/6 tahun)
- LATENCY (5-6 tahun - pubertas)
- GENITAL (pubertas)
PENDEKATAN SOSIOKULTURAL HORNEY
- Dikembangkan oleh Karen Horney (1885- 1952), pendekatan ini menolak pandangan Freud yang menyatakan bahwa kepribadian hanya bergantung pada dorongan biologis yang tidak berubah.
- Horney mengkritik penekanan Freud pada faktor seksual dan mengemukakan bahwa faktor sosiokultural juga memiliki pengaruh besar terhadap kepribadian individu.
TEORI ANALITIK JUNG
- KETIDAKSADARAN KOLEKTIF
tingkatan terdapat dari jiwa yang berisi pengalaman yang terwarisjan oleh nenek moyang
- ARKETIPE
menggambarkan ide dan gambaran yang sarat secara emosional dalam ketidaksadaran kolektif yang memiliki makna yang kaya dan simbolis untuk semua orang
- Persona:Topeng sosial atau peran yang diambil seseorang di masyarakat.
- Animus/Anima: Citra maskulinitas dalam perempuan (Animus) dan feminitas dalam laki-laki (Anima).
- Shadow: Sisi gelap atau aspek tersembunyi dari kepribadian.
- Self: Totalitas kepribadian yang utuh.
- Wise Old Man: Figur kebijaksanaan dan pemahaman.
- Great Mother: Figur pengasuhan dan perawatan.
- Hero: Figur keberanian dan kepahlawanan.
-
PSIKOLOGI INDIVIDUAL ADLER
individu termotivasi oleh tujuan dan sasaran dan kesempurnaan, bukan kesenangan.
- KOMPENSASI: usaha untuk mengatasi inferioritas atau kelemahan dengan mengembangkan kemampuan sendiri
PERSPEKTIF PSIKODINAMIKA
Menyatakan bahwa kepribadian manusia pada dasarnya banyak dipengaruhi oleh aspek-aspek yang tidak disadari, termasuk konflik-konflik yang ada dalam alam ketidaksadaran.
Defense Mechanism (Mekanisme Pertahanan Diri)
- Kecemasan: perasaan takut dan khawatir terhadap suatu kejadian
- Ketegangan: respon atau akibat dari rasa Kecemasan
- Defense Mechanism:
• Denial (Penyangkalan): menyangkal keberadaan dari ancaman atau kejadian Traumatis
• Displacement: mengalihkan impuls id darinobjek yang terancam atau tidak ada kepada objek yang tersedia dan lebih tidak mengancam
• Proyeksi: menunjukkan impuls yang mengganggu orang lain
• Rasionalisasi: memaknakan kembali perilaku untuk membuat nya menjadi lebih dapat diterima atau kurang mengancam
• Reaksi Formasi: Mengekspresikan impuls id dengan cara tabg bertentangan dengan yang sebenarnya
• Regresi: Mundur ke masa atau periode yang lebih awal, lebih tidak memunculkan frustasi, dan menunjukkan perilaku yang kekanakan/dependen
• Represi: Menyangkal keberadaan sesuatu yang memunculkan Kecemasan, dengan cara menekankan ke dalam ketidaksadaran
• Sublimasi: Pengalihan energi dari negatif ke positif
PENDEKATAN ABRAHAM MASLOW
Piramida Kebutuhan Maslow:
• Kebutuhan fisiologis: Makanan, air, istirahat.
• Kebutuhan keamanan: Rasa aman, perlindungan.
• Kebutuhan sosial: Kasih sayang, rasa memiliki.
• Kebutuhan penghargaan: Pengakuan, prestasi.
• Aktualisasi diri: Realisasi penuh potensi individu dan kreativitas.
- Maslow percaya bahwa individu memiliki kecenderungan bawaan untuk mengarah pada aktualisasi diri sebagai bentuk pencapaian penuh dari potensi mereka.
PENDEKATAN CARL ROGERS
- Unconditional Positive Regard: Kebutuhan individu untuk diterima, dihargai, dan diperlakukan positif tanpa syarat, terlepas dari perilaku mereka.
- Empathy: Kemampuan untuk memahami dan berbagi perasaan orang lain.
- Genuineness: Keaslian dalam perilaku dan perasaan tanpa kepura-puraan.
- Healthy Human Relation: hubungan yang sehat didasarkan pada penerimaan, empati, dan kejujuran
PERSPEKTIF HUMANISTIK
• Perspektif ini menekankan kapasitas individu untuk pertumbula dari Jonal dan kualitas positif.
• Fokus pada potensi individu untuk berkembang secara optimal dan meningkatkan kualitas hidupnya
Teori Sifat oleh GORDON ALLPORT
Pendekatan ini dikembangkan oleh Gordon Allport, yang dianggap sebagai "bapak psikologi kepribadian."
- Pandangan: Allport menolak konsep ketidaksadaran sebagai pusat memahami kepribadian. la menekankan bahwa untuk memahami kepribadian, kita harus berfokus pada kehidupan saat ini, bukan masa kanak- kanak.
PERSPEKTIF SIFAT (TRAIT PERSPECTIVE)
• Teori sifat kepribadian enekankan pada disposisi atau sifat-sifat tertentu yang menetap yang cenderung mengarahkan respons khas individu dalam berbagai situasi
- Teori Kepribadian Lima-Faktor (Big Five Personality Traits)
- Openness (Keterbukaan):
• Ciri: Imaginatif
• Preferensi: Tertarik pada bermacam-macam hal
• Kepribadian: Independen
- Conscientiousness (Kehati-hatian):
• Ciri: Teratur
• Sikap: Berhati-hati
• Kepribadian: Disiplin
- Extraversion (Ekstraversi):
• Ciri: Sosial
• Preferensi: Suka kesenangan
• Kepribadian: Energetik
- Agreeableness (Keramahan):
• Ciri: Berhati lembut
• Kepercayaan: Dapat dipercaya
• kepribadian: Suka menolong
- Neuroticism (Neurotisme):
• Ciri: Cemas.
• Keamanan: Merasa tidak aman (insecure).
• Kepribadian: Seringkali mengasihani diri sendiri.
PENDEKATAN KISAH HIDUP PADA IDENTITAS - PSIKOBIOGRAFI
Psikobiografi adalah penelitian yang menerapkan teori kepribadian pada kehidupan individu untuk memahami identitas.
PENDEKATAN PERSONOLOGI HENRY MURRAY
- Personologi: Studi yang komprehensif terhadap sejarah kehidupan individu, mencakup aspek fisik, psikologis, dan sosiologis.
- TAT (Thematic Apperception Test): Teknik analisis konten yang digunakan untuk memahami motivasi dan kepribadian individu.
Perspektif Personologis & Kisah Hidup MACADAMS
- Pendekatan yang menekankan pemahaman individu melalui sejarah atau kisah hidupnya.
- Intimacy Motive: Fokus pada kebutuhan untuk membangun hubungan interpersonal yang erat.
KONTRIBUSI WALTER MISCHEL
- CAPS (Cognitive Affective Processing Systems): Menjelaskan bahwa pemikiran dan emosi mempengaruhi perilaku.
- Situationism: Pandangan bahwa perilaku individu bergantung pada situasi, bukan pada sifat tetap.
TEORI SOSIAL KOGNITIF ALBERT BANDURA
- Pembelajaran Observasional: Belajar dengan mengamati perilaku orang lain.
- Kontrol Personal: Keyakinan mengenai kemampuan individu untuk mengontrol kehidupannya (locus of control internal atau eksternal).
- Self-Efficacy: Keyakinan bahwa seseorang dapat menguasai situasi dan menghasilkan perubahan positif
Teori Sosial Kognitif ALBERT BANDURA
- Pembelajaran Observasional: Belajar dengan mengamati perilaku orang lain.
• Kontrol Personal: Keyakinan mengenai kemampuan individu untuk mengontrol kehidupannya (locus of control internal atau eksternal).
• Self-Efficacy: Keyakinan bahwa seseorang dapat menguasai situasi dan menghasilkan perubahan positif
Perspektif Biologis:
- Pendekatan Biologis terhadap Kepribadian: Aspek biologis seperti faktor genetik, neurologi, dan hormonal berpengaruh besar dalam pembentukan kepribadian.
Studi Aktivitas Otak:
- Pada individu ekstrover, korteks prefrontal lebih aktif terhadap stimulus positif.
- Pada individu neurotik, korteks prefrontal lebih aktif terhadap stimulus negatif.
- Kasus Phineas Gage: kasus ini menunjukkan perubahan kepribadian yang signifikan setelah kerusakan otak akibat kecelakaan, menyoroti pentingnya integritas otak dalam menjaga aspek- aspek kepribadian
Teori Sistem Aktivasi Retikuler Eysenck
- Reticular Activation System (RAS): Teori ini menjelaskan bahwa introversi dan ekstroversi adalah pola perilaku yang berkaitan dengan tingkat dasar kewaspadaan individu.
- Pengaruh pada Introversi dan Ekstroversi: Eysenck menyatakan bahwa introversi dan ekstroversi terkait dengan cara RAS mengatur kewaspadaan dasar individu, yang akan memengaruhi interaksi sosial dan respons terhadap lingkungan
Teori Sensitivitas Reinforcement Gray
- Behavioral Approach System (BAS): Sistem yang sensitif terhadap reward dari lingkungan, memotivasi individu untuk mencari pengalaman positif, berkaitan dengan sifat ekstroversi dan emosi positif.
- Behavioral Inhibition System (BIS): Sistem yang sensitif terhadap punishment dari lingkungan, sehingga individu cenderung menghindari konsekuensi negatif, berkaitan dengan sifat neurotisme dan emosi negatif
Tes Self-Report
- Self-Report: Metode yang mengukur kepribadian berdasarkan jawaban individu terhadap pertanyaan mengenai diri mereka.
- Social Desirability: Tendensi untuk memberikan jawaban yang dianggap sesuai dengan norma sosial.
• Contoh Tes:
- MMPI (Minnesota Multiphasic Personality Inventory):
Mengukur kecenderungan kepribadian abnormal. 2. NEO-PIR:
Mengukur lima dimensi bes kepribadian (Big Five Traits).
Tes Proyektif
- Tes Proyektif: Teknik yang digunakan untuk memahami kepribadian dengan meminta individu menafsirkan stimulus yang ambigu.
-Contoh Tes
•Tes Bercak Tinta Rorschach: Menggunakan persepsi individu terhadap bercak tinta untuk menggambarkan aspek kepribadian.
•Thematic Apperception Test (TAT): Individu diminta menceritakan kisah berdasarkan gambar untuk mengungkap motivasi dan dinamika internal
Pengukuran Kepribadian.
- Metode Asesmen Kepribadian Lainnya:
• Observasi Perilaku Langsung: Mengamati perilaku individu secara langsung dalam situasi tertentu.
• Asesmen Kognitif: Menilai cara berpikir dan kognisi individu.
• Peer-Rating: Penilaian dari orang lain tentang karakteristik individu.
• Psychophysiological Measures: Pengukuran yang melibatkan aspek fisiologis, seperti aktivitas otak atau detak jantung
Kaitan Kepribadian dengan Kesehatan dan Kesejahteraan
Hubungan Kepribadian dan Kesehatan: Kepribadian individu dapat memengaruhi kesehatan fisik dan mental, serta tingkat kesejahteraan hidup.
- Contoh Dampak: Sifat optimis atau pesimis 1 seseorang bisa memengaruhi cara mereka menangani stres, yang berimplikasi pada kesehatan jangka panjang dan kebahagiaan hidup.
-