Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Sistem Pencernaan & Metabolisme - Coggle Diagram
Sistem Pencernaan & Metabolisme
Refleks Gaster Ketika Makanan Masuk
Rangsangan Mekanis
Pembesaran lambung
stretch recepto
Rangsangan Kimia
Sel G sekresi gastrin
Respon
Sekresi HCl oleh sel parietal
Sekresi pepsinogen oleh sel chief
Perpindahan Chyme dari Gaster ke Duodenum
Pembukaan Sfingter Pilorus
Kontrol masuknya chyme
Respons Duodenum
Sekretin
Merangsang empedu dan pankreas
CCK
Mengatur pelepasan insulin
GIP
Pankreas mengeluarkan bikarbonat
Proses Penyerapan Nutrisi
Karbohidrat
Dipecah menjadi monosakarida (glukosa, fruktosa, galaktosa)
Mekanisme
Glukosa & galaktosa melalui transpor aktif dengan bantuan SGLT1.
Fruktosa melalui difusi terfasilitasi dengan GLUT5.
Protein
Dipecah menjadi asam amino, dipeptida, dan tripeptida.
Mekanisme
Asam amino diserap melalui transpor aktif sekunder.
Dipeptida dan tripeptida dipecah lebih lanjut di dalam sel usus.
Lemak
Dipecah menjadi asam lemak dan monogliserida
Mekanisme
Membentuk misel dengan garam empedu, masuk sel usus sebagai kilomikron melalui pembuluh limfe.
Vitamin
Larut Air (B, C)
Diserap langsung ke aliran darah.
Larut Lemak (A, D, E, K)
Diserap dalam misel, masuk melalui sistem limfatik.
Distribusi Nutrisi dalam Tubuh
Karbohidrat (Glukosa)
Otak (energi)
Otot (aktivitas)
Hati (gula darah dan cadangan lemak)
Protein (Asam Amino)
Otot/Jaringan (pertumbuhan)
Hati (protein plasma)
Imunitas (antibodi)
Lemak
Jaringan Adiposa (cadangan)
Otot (energi rendah)
Sel (membran dan hormon).
15. Hormon yang Mengatur Metabolisme Sel
Insulin
Mengubah glukosa menjadi energi, menyimpan glukosa sebagai glikogen.
Glukagon
Meningkatkan kadar glukosa dengan mengubah glikogen menjadi glukosa.
Hormon Tiroid (T3, T4)
Meningkatkan metabolisme basal, mengubah lemak menjadi energi.
Epinefrin (Adrenalin)
Meningkatkan glukosa saat stres, menyediakan energi darurat.
Glukokortikoid
Memiliki sifat antiradang dan mengatur metabolisme.
Fase pencernaan dari awal hingga pada tahap penyerapan
Fase Cephalic
Respon terhadap stimuli dari panca indra
mencium, merasa, ataupun melihat
Merangsang sistem saraf pusaat
mengaktifkan saraf vagus (merangsang kelenjar saliva, lambung)
Fase Gastrik
memecah makanan dengan enzim dan asam lambung
dinding lambung meregang
stimulasi reseptor saraf untuk melepaskan berbagai zat
Pencampuran makanan dengan cairan (campuran semi-cair/chyme)
Fase intestinal
Memecahkan nutrisi utama dan penyerapan nutrisi ke aliran darah
Pyloric sphincter mengatur aliran chyme
Produksi sekretin dan kolesistokinin
pengeluaran enzim pencernaan (amilase, lipase, protease)
empedu melakukan pemecahan lemak
nutrisi diserap lapisan dinding usus halus (vii dan mikrovili)
menyerap asam amino dan gula sederhana ke aliran darah serta asam lemak ke sel epitel usus
usus halus menggerakan chyme secara perlahan
Susunan Otot polos dan efeknya terhadap gerakan pencernaan
Lapisan Sirkular
Letaknya lebih dalam (dekat rongga saluran pencernaan)
Fungsi
mencampur secara merata dengan enzim pencernaan
Mempercepat proses pemecahan makanan menjadi molekul yang lebih sederhana
Manfaat
meningkatkan penyerapan nutrisi
menjaga makanan tetap lebih, lama di dinding usus
Mekanisme
Kontraksi segmentasi
Gerakan bolak-balik yang mirip dengan adonan yang diuleni
terjadi secara bergantian pada segmen-segmen usus halus
Irama kontraksi
Berulang-ulang dalam interval waktu tertentu
Diatur oleh sel-sel pemacu di dinding usus
Bentuk
Serat ototnya melingkari saluran
mempersempit diameter lumen (kontraksi)
Lapisan Longitudinal
Letaknya lebih luar dari lapisan sirkular
BENTUK
serat ototnya sejajar dengan panjang saluran
memperpendek dan meluruskan segmen saluran pencernaan (kontraksi)
MEKANISME
kontraksi dan relaksasi terkoordinasi
memperpendek dan melebar segmen saluran pencernaan
memindahkan makanan ke depan
KERJA SAMA
Bekerja sama dengan lapisan sirkular
kontraksi lapisan longitudinal setelah kontraksi sirkular
2. Proses Pencernaan dalam Tubuh
Mastikasi (Pengunyahan)
Lokasi
Rongga mulut
Fungsi
Menghancurkan makanan menjadi partikel kecil (bolus).
Memperluas permukaan makanan agar enzim amilase dapat memecah karbohidrat.
Deglutitio (Menelan)
Lokasi
Dari mulut ke esofagus
Tahapan
Oral
Lidah mendorong bolus ke faring
Faringeal
Epiglotis menutup saluran napas.
Esofageal
Otot esofagus mendorong bolus ke lambung.
Fungsi
Menggerakkan bolus dengan aman ke lambung.
Peristalsis
Lokasi
Sepanjang saluran pencernaan
Fungsi:
Esofagus
Menggerakkan bolus ke lambung.
Lambung
Memecah bolus dan mencampur dengan cairan lambung menjadi chyme.
Usus Halus
Mendorong chyme untuk penyerapan nutrisi.
Usus Besar
Menggerakkan sisa chyme ke rektum, menyerap air untuk membentuk feses.
Segmentasi
Lokasi
Utama di usus halus
Fungsi
Mencampur chyme dengan enzim dan cairan pencernaan.
Meningkatkan kontak chyme dengan dinding usus untuk penyerapan.
Gerakan Pendular
Lokasi
Usus halus
Fungsi
Mengayun chyme bolak-balik untuk pencampuran
Memaksimalkan penyerapan nutrisi.
Gerakan Massal
Lokasi
Kolon (usus besar)
Fungsi
Kontraksi kuat untuk mendorong isi kolon ke rektum.
Menyerap air dari chyme agar feses menjadi lebih padat.
Defekasi
Lokasi
Rektum dan anus
Fungsi
Mengeluarkan feses dari tubuh.
Mengatur frekuensi pengosongan kolon.
Pengertian kecepatan metabolisme tubuh dan BMR
KECEPATAN METABOLISME TUBUH
Faktor yang mempengaruhi
komposisi tubuh
jenis kelamin
usia
kondisi medis
Ukuran seberapa cepat tubuh membakar kalori dan nutrisi menjadi energi
MENCAKUP
TOTAL ENERGI YANG DIBUTUHKAN TUBUH
Akrivitas fisik
Energi untuk mencerna dan memproses makanan
BASAL METABOLIC RATE
Jumlah kalori yang digunakan tubuh saat kita melakukan segala hal
CARA MENGHITUNG LAKI-LAKI
BMR = (10 x beratbadan (kg)) + (6,25 x tinggi badan (cm)) - (5 x usia) + 5
CARA MENGHITUNG PEREMPUAN
BMR = (10 x berat badan (kg)) + (6,25 x tinggi badan (cm)) - (5 x usia) - 161
4. Pencernaan Enzimatis pada saluran pencernaan
Mulut
Bahan makanan
Karbohidrat (nasi, kentang,dll)
Enzim
Amilase saliva
Fungsi
Memecah karbohidrat menjadi maltosa dan dekstrin
Proses
Makanan dihancurkan dan dicampur air liur (mengandung amilase)
Molekul sederhana
Maltosa dan glukosa
Lambung
Bahan makanan
protein (daging, telur, produk susu)
Enzim
Pepsin (aktif danlam bentuk pepsinogen)
Aktivasi
oleh asam lambung (HCI) menjadi pepsin
Fungsi
Memecah protein menjadi peptida
Molekul sederhana
Peptida
asam amino
usus halus
bahan makanan
Karbohidrat (sisa pati dan disakarida)
Protein (peptida)
Lemak (trigliserida dari makanan berlemak
Enzim
Amilase pankreas
(melanjutkan karbohidrat menjadi glukosa)
Disakaridase
mengubah disakarida menjadi monosakarida
(Glukosa, Fruktosa, galaktosa)
(maltase, sukrase, laktase)
Protease
(trypsin, chymotrypsin)
memecah peptida mnejadi asam amino
Lipase pankreas
memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol
proses
tempat utama pencernaan dan penyerapan nutrisi
Molekul sederhana
Karbohidrat (glukosa)
Protein (asam amino)
Lemak (asam lemak dan gliserol)
Usus besar
Bahan makanan
Serat dan sisa makanan yang tidak dicerna
Enzim/Bakteri
bakteri di usus besar memfermentasi serat
hasil
asam lemak rantai pendek yang berguna bagi tubuh
fungsinya
menjadi sumber energi bagi sel-sel di usus dan tubuh
Respons tubuh terhadap Hiperglikemia
rangsangan awal
setelah makan banyak karbohidrat, kadar glukosa darah meningkat (hiperglikemia)
deteksi oleh reseptor
sel beta di pulau langerhans pada pankreas mendeteksi kenaikan kadar glukosa darah
Pelepasan insulin
Sel beta pankreas melepaskan insulin ke aliran darah
Pengikatan insulin
Insulin berikatan dengan reseptor di permukaan sel, seperti sel otot dan hati
Penggunaan dan penyimpanan Glukosa
Glukosa digunakan sebagai energi atau disimpan sebagai glikogen di otot dan hati
Penurunan Glukosa darah
Glukosa darah menurun, dan pankreas mengurangi produksi insulin
ketika kadar glukosa kembali normal
1. Proses Pencernaan
Pencernaan Mekanis
Proses Utama:
Menguraikan makanan dengan enzim (amilase, protease, lipase).
Definisi
Pemecahan makanan secara fisik tanpa perubahan kimia.
Tujuan
Mengurangi ukuran makanan agar lebih mudah dicerna.
Contoh :
Mengunyah (Mastikasi)
Gigi memotong, menghancurkan, dan menggiling makanan di mulut.
Peristaltik
Gerakan otot mendorong makanan sepanjang saluran cerna.
Churning
Pengadukan makanan di lambung untuk mencampur dengan cairan lambung.
Pencernaan Enzimatik
Proses Utama:
Mengubah fisik makanan (mengunyah, peristaltik).
Definisi
Pemecahan makanan secara kimiawi menggunakan enzim.
Fungsi Enzim
untuk mencerna
segala jenis makanan yang dikonsumsi.
Contoh Enzim
Amilase
Memecah karbohidrat menjadi gula sederhana.
Protease
Memecah protein menjadi asam amino (ditemukan di lambung, pankreas, usus halus).
Lipase
Lambung
mencerna asam lemak
Pankreas
memecah sebagian lemak makanan menjadi asam lemak dan gliserol.
Mulut
mempercepat pencernaan asam lemak awal
12. Proses pengeluaran sisa pencernaan
Usus besar
disini, makanan akan diserap kembali oleh tubuh dan dibentuk menjadi feses
sisa makanan berupa ampas masuk ke usus besar
usus besar juga menghasilkan vitamin dan zat bermanfaat
Rektum
Feses disimpan di rektum sebelum dikeluarkan
berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara
Proses pencernaan
tahapan
makanan dicerna di lambung dan usus kecil
nutrisi diserap ke dalam darah
sisa makanan yang tidak dicerna pindah ke usus besar
Anus
bagian akhir proses pencernaan
ketika rektum penuh, saraf mengirimkan sinyal ke otak untuk buang air besar
otot disekitar anus relaksasi dan otot rektum berkontraksi, mendorong feses keluar
Defekasi
proses buang air besar untuk mengeluarkan sisa pencernaan
penting untuk membuang racun dan zat tidak berguna dari tubuh
Warna Feses
Feses normal
berwarna kuning kecoklatan
warna inii berasal dari bilirubin yang diproses di hati dan usus
6. Proses penelanan
Penelanan volunter (sadar)
Dilakukan secara sadar saat mengunyah dan menelan makanan
Penelanan involunter (tidak sadar)
terjadi otomatis setelah volunter
Tahapannya
Epiglotis menutup
masuk ke kerongkongan
masuk lambung
sfingter esofagus bawah terbuka
lalu menutup agar asam lambung tidak naik
sfingter esofagus atas terbuka, otot kerongkongan mendorong makanan ke lambung dengan gerakan peristaltik
menutup jalan napas agar makanan tidak masuk ke saluran pernapasan
Sfingter
otot berbentuk cincin
yang mengatur aliran makanan, cairan, dan uadara dengan mengencang dan mengendur
11. Pengunaan dan penyimpanan molekul sederhana
Penggunaan molekul sederhana
Glukosa
masuk ke sel dengan bantuan insulin
digunakan sebagai bahan bakar utama untuk respirasi seluler
terutama untuk otak
Asam amino
Digunakan dalam sintesis protein untuk memperbaiki jaringan, membangun enzim, dan hormon
dapat dibuah menjadi energi jika diperlukan
Asam lemak dan gliserol
diserap ke sistem limfatik
digunakan dalam sel untuk energi atau disimpan sebagai cadangan energi jangka panajang
Penyimpanan molekul sederhana
Glikogen (dari Glukosa)
Disimpan di hati untuk menjaga kadar glukosa darah dan otot
untuk energi saat aktivitas
Lemak (dari asam lemak)
disimpan dalam jaringan adiposa
sebagai cadangan energi jangka panjang
Asam amino berlebih
dapat diubah mnejadi lemak atau glukosa untuk disimpan jika berlebih
17. Proses ketogenesis pada keadaan puasa yang sangat panjang
ketogenesis
Proses produksi badan keton dihati
sebagai sumber energi alternatif saat glukosa sangat terbatas
misalnya dalam puasa panjang, atau diet
Proses ketogenesis
Mobilisasi lemak
Tubuh memecah lemak di jaringan adiposa menjadi asam lemak
ketika kadar glukosa rendah
(namanya liposis)
Pembentukan badan keton
asam lemak diubah menjadi badan keton di hati
karena tidak bisa langsung digunakan oleh otak
jenis badan keton utama
Aseton
asetoasetat
B-hidroksibutirat
Transportasi dan pengunaan
badan keton dilepaskan ke darah
digunakan oleh organ seperti jantung, otot, dan otak
manfaat ketogenesis
mengurangi penggunaan protein untuk energi
mencegah kerusakan jaringan otot dan organ vital selama puasa
mempertahankan fungsi otak dan sistem saraf meskipun kadar glukosa rendah
13.proses metabolisme
aerobic dan anaerobic
Metabolisme Aerobik
Definisi
menggunakan oksigen untuk mengubah energi makanan menjadi energi yang digunakan tubuh
proses
Glikolisis
glukosa dipecah menjadi piruvat di sitoplasma
menghasilkan sedikit ATP
siklus krebs
piruvat diubah menjadi asetil-CoA di mitokondria
megnhasilkan NADH dan FADH2
rantai trasnsport elektron
NADH dan FADH2
menghasilkan ATP
oksigen sebagai akseptor elektron terakhir membentuk air
Metabolisme anaerobik
definisi
terjadi tanpa oksigen
proses
glikosis
glukosa dipecaj menjadi piruvat
menghasilkan ATP dan NADH
fermentasi
piruvat diubah menjadi asam laktat atau etanol untuk regenerasi NAD+
agar glikosis bisa berlanjut
Perbedaan
Oksigen
aerobik memerlukan oksigen
anaerobik tidak
Lokasi
aerobik di mitokondria
anaerobik di sitoplasma
ATP
aerobik menghasilkan lebih banyak ATP
anaerobik menghasilkan lebih sedikit ATP
Produk akhir
aerobik menghasilkan CO2, H2O, dan ATP
Anaerobik menghasilkan CO2, asam laktat/ estanol, dan ATP