Mengenai praktik kepemimpinan Abu Bakar Ash-Shiddiq di bidang pranata ekonomi dan sosial adalah berusaha mewujudkan keadilan dan kesejahteraan sosial, rakyat. Untuk kemaslahatan rakyat ini, beliau mengelola zakat, infaq, sedekah yang berasal dari kaum muslimin, harta rampasan perang (ghanimah) dan jizyah dari warga negara non-muslim, sebagai sumber pendapatan baitul mal. Beliau juga mempelopori sistem penggajian aparat negara, misalnya untuk khalifah digaji amat sedikit, yaitu 2,5 atau 2,75 dirham setiap hari hanya dari baitul mal.