Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
EPILEPSI, Maryam Khoiriyah 2206815996 - Coggle Diagram
EPILEPSI
PENYEBAB
-
Autoimun
Albumin, IgG, trombin keluar
-
-
-
-
-
-
Drug induced
- antidepresan
- antibiotik
- kemoterapi
- imunosupresan
- kokain
- OAE (efek paradox)
-
-
GEJALA KLINIS
Tipe Kejang
Fokal
- Satusisi otak: impaires awareness, focal to bilateral tonic-clonic
Umum
- menyebar ke seluruh bagian otak (bilateral): tonic-clonic
Unknown
-
TERAPI
Farmakologis
- menghambat kanal Na > menurunkan ion Na, meningkatkan efluks Na > menstabilkan threshold
- contoh: fenitoin, carbamazepine
- menghambat kanal Ca > menghambat NT eksitatori
- contoh: etoksusimid, vPA
- modifikasi pelepasan GABA dengan menurunkan masuknya kalsium > glutamat terhambat
- contoh: gabapentin, pregabalin
- memicu hiperpolarisasi
- contoh: benzodiazepin, fenobarbital
- inhibisi GAT > GABA tidak direuptake > lebih banyak GABA > hiperpolarisasi
- contoh: vigabatrin, tiagabine
- antagonis NMDA, nekerja dengan reseptor AMPA > mengikat glutamat > tidak depolarisasi
- contoh: felbamate
- inhibisi AMPA > Na tidak masuk > tidak depolarisasi
- contoh: perampanel, topiramate
- menghambat Na tidak masuk > tidak depolarisasi
- contoh: lamotrigin
- menempel pada ion KCN > peningkatan keluarnya K+ > stabilisasi potensial istirahat
- contoh: ezogabine, retigabine
- inhibisi protein > tidak melepaskan NT eksitatori
- contoh: levetiracetam, brivaracetam
- Brain carbonic anhydrase inhibitors
- menghambat karbonat anhidrase dan katalis hidrasi sehingga keluar cairan berlebih tidak terjadi > peningkatna diuresis > pembasaan urin
- contoh: asetazolamid, zonisamid
Non-Farmakologis
Operasi (Pembedahan)
- untuk epilepsi fokal
- masalah di sebagian otak bisa dihilangkan tanpa efek serius
Diet Ketogenik
- mengurangi karbohidrat , meningkatkan lemak & protein
- memberikan efek antikonvulsan, mengurangi eksitabilitas neuron
VNS (Vagus Nerve Stimulation)
- mengurangi frekuensi kejang
- mengaktifkan area tertentu di otak > mengatur aktivitas kejang kortikal
ALGORITMA TERAPI
Monoterapi
Politerapi
Cara Pemberian OAE
Cara Penggantian OAE
Perhatian
- OAE dipilih sesuai kondisi pasien
- efek samping obat
- profil farmakologis
- interaksi farmakokinetik
- gunakan titrasi dosis terkecil dan rumatan terkecil
- OAE kedua mencapai kadar terapi, OAE pertama tappering off
- terjadi bangkitan pada penurunan OAE pertama > kedua OAE ttp diberikan dosis terakhir
- tambah OAE ketiga jika sub optimal
- kombinasi OAE harus beds mekanisme
- mulai denan monoterapi
- dosis kecil, tingkatkan bertahap
- jika ada ESO yg tidak bisa ditoleransi, berikan OAE first line lain
- jika tidak efektif, pertimbangkan: kepatuhan, diagnosis, pemilihan OAE, penggunaan substansi lain, dan kondisi lain
- OAE diganti jika: dosis maksimal tidak memberikan efek, dan ada ESO
- lebih dari 1 obat
- populasi yang tidak boleh: ibu hamil
- satu obat untuk semua populasi
-