Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Aku Sesak Nafas, Athallah Noufal Mubarak (2206046986) - Coggle Diagram
Aku Sesak Nafas
Alur diagnosis
-
Tanyakan gejala khas seperti sesak napas saat berbaring (ortopnea), sesak napas di malam hari (paroxysmal nocturnal dyspnea), kelelahan, dan bengkak di kaki.
Perhatikan faktor risiko seperti riwayat penyakit jantung koroner, hipertensi, atau diabetes.
-
Amati tanda-tanda fisik CHF seperti pembengkakan vena di leher (JVP meningkat), edema pada kaki, dan adanya bunyi jantung tambahan (S3 gallop).
-
-
-
Meskipun hasil EKG normal tidak menghilangkan kemungkinan CHF, temuan EKG yang abnormal bisa mendukung diagnosis.
-
Tes BNP atau NT-proBNP digunakan untuk menilai kadar protein yang meningkat saat jantung mengalami tekanan tinggi atau kelebihan cairan.
Kadar BNP/NT-proBNP yang tinggi menunjukkan kemungkinan CHF, sementara kadar yang rendah membantu menyingkirkan diagnosis CHF.
-
Ekokardiografi adalah pemeriksaan utama untuk mendiagnosis CHF dan melihat fungsi jantung, khususnya fraksi ejeksi (EF).
EF rendah (<40%) menunjukkan gagal jantung sistolik, sementara EF normal atau tinggi dengan gangguan fungsi jantung lainnya menunjukkan gagal jantung diastolik.
-
-
etiologi gjk
Gangguan jantung iskemik
Iskemia → gangguan kontraksi miokard dan relaksasinya → penurunan fraksi ejeksi
-
Penyakit jantung rematik, stenosis aorta, regurgitasi mitral
Stenosis aorta: tekanan berlebih LV → kompensasi hipertrofi miosit → pelemahan respon kompensasi → disfungsi diastol LV, iskemik miokard, peningkatan fibrosis miokard
-
-
-
Defisiensi thiamin→ penurunan produksi ATP dengan akumulasi adenosin → vasodilatasi sistemik → penurunan ketahanan vaskular dan peningkatan cardiac output
-
-
-
-
Pemeriksaan ekg(normal)
-
Sinus : didahului dengan gelombang P dan diikuti oleh kompleks QRS dengan interval PT dan diakhiri oleh gelombang T.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Frekuensi gelombang P, voltase gelombang P (normal: <0,25 mV), waktu gelombang P (normal: <0,11 s)
-
Interval normal: 0,12 - 0,20 s
-
-
Durasi normal: 0,05 -0,11 s
-
-
-
PA gjk
-
Volume meningkat → jantung berdilatasi → serat otot semakin meregang → kontraksi lebih kuat → curah jantung meningkat → gagal jantung terkompensasi
Dilatasi ventrikel → Tegangan dinding meningkat, kebutuhan oksigen miokardium meningkat→ otot jantung tidak menerima oksigen cukup → pompa darah tidak adekuat untuk seluruh tubuh
-
gjk kanan
-
-
-
Gejala → pembesaran hepar dan limpa, edema perifer, efusi pleura, dan asites.
gjk kiri
-
-
-
-
-
Gejala berkaitan dengan respirasi: dispnea, ortopneu
-
Jantung → kardiomegali, takikardia, suara jantung 3,
-
-
diagnosis banding
Emboli Paru: Emboli paru ditandai dengan sesak napas mendadak dan nyeri dada pleuritik (nyeri saat inspirasi dalam), yang dapat disertai dengan hemoptisis (batuk darah) atau tanda-tanda trombosis vena dalam pada ekstremitas. Pada pemeriksaan fisik, dapat ditemukan takikardia tanpa gejala kongesti jantung seperti edema. CT angiografi atau pemeriksaan D-dimer diperlukan untuk konfirmasi.
Penyakit Katup Jantung: Kelainan katup seperti stenosis mitral atau regurgitasi aorta dapat menyebabkan sesak napas yang serupa dengan CHF, karena tekanan yang tinggi pada jantung kiri menyebabkan kongesti paru. Pada auskultasi, terdapat murmur khas sesuai dengan jenis kelainan katup, yang dapat diperkuat dengan ekokardiografi untuk melihat derajat keparahan penyakit katup.
Anemia Berat, terutama pada kasus berat, dapat menyebabkan sesak napas akibat penurunan kapasitas pengangkutan oksigen dalam darah. Sesak napas sering terjadi saat aktivitas ringan hingga sedang. Pasien dengan anemia sering tampak pucat, mengalami takikardia, dan mudah lelah. Pemeriksaan darah lengkap akan menunjukkan kadar hemoglobin yang rendah, yang menjadi dasar diagnosis.
Gagal Ginjal Kronis: Pasien dengan gagal ginjal kronis sering kali mengalami retensi cairan yang dapat memperburuk CHF atau menyebabkan edema yang luas, disertai sesak napas karena overload cairan. Sesak napas ini biasanya bersifat progresif dan berkaitan dengan peningkatan tekanan vena jugularis serta edema perifer. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan peningkatan kadar ureum dan kreatinin, serta mungkin disertai hiperkalemia atau asidosis metabolik.
tanda dan gejala gjk
dyspnea
-
-
penyakit jantung: gagal jantung kongestif, edema paru
-
-
Tatalaksana gjk
Farmakologis
Ace inhibitor
-
-
-
-
-
Fungsi ginjal, hiperkalemia, batuk-batuk, angioedema
Kontraindikasi: Wanita hamil, riwayat angioedema, stenosis
-
-
beta blocker
-
Mekanisme Kerja: Menurunkan kontraktilitas jantung, tekanan darah, dan kebutuhan oksige. Mengurangi risiko aritmia dan memperbaiki fungsi jantung
Contoh Obat: Bisoprolol, Metoprolol, Kardevidol
Efek Samping: Dapat memperburuk fungsi pada pasien dengan bradikardia atau penyakit arteri perifer berat
diuretik
Diuretik → talaks utama pada gagal jantung dengan kelebihan cairan pada kongesti paru atau edema paru
-
-
Loop diuretik → furosemid, bumetanide, dan torasemide
-
Efek samping: hipokalemia, hipomagnesemia, hiponatremia, dan terjadi gangguan asam basa
Non farmakologis
latihan fisik
-
-
tahap pemeliharaan berlangsung selama 26 hingga 52 minggu untuk mempertahankan kapasitas aerobik dan kualitas hidup.
-
pencegahan
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Lemak sehat (minyak zaitun, ikan, alpukat)
-
Prognosis gjk
-
-
-
-
-
-
-
Pasien dengan fraksi ejeksi yang baik (≥40%) -> prognosis yang lebih baik -> dibandingkan yang mengalami gagal jantung dengan fraksi ejeksi rendah (≤40%) -> terkait dengan risiko kematian yang lebih tinggi dan kejadian kardiovaskular.
-
Penyebab GJK yang dapat diubah -> seperti hipertensi dan penyakit jantung koroner -> prognosis lebih positif -> dibandingkan kondisi yang tidak dapat diubah -> seperti kardiomiopati dilatasi idiopatik.
-
-
-
-
Penelitian menunjukkan bahwa perbedaan biologis dan hormonal -> memengaruhi respons terhadap pengobatan.
-
Kehadiran penyakit penyerta -> diabetes mellitus, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), dan penyakit ginjal kronis -> meningkatkan risiko kejadian kardiovaskular dan kematian -> memperburuk prognosis.
-
-
pemeriksaan laboratorium
-
-
-
-
-
-
-
-
Troponin kardiak
Troponin kardiak meningkat pada pasien gagal jantung dengan sindrom koroner akut → Prognosis gagal jantung memburuk
-
komplikasi gjk
-
Aritmia: Ketidakstabilan hemodinamik -> diakibatkan oleh GJK -> memicu aritmia -> terutama fibrilasi atrium -> meningkatkan risiko stroke iskemik.
-
Infark Miokard: Pasien GJK -> lebih rentan terhadap kejadian iskemik -> memperburuk keadaan jantung dan mengurangi harapan hidup.
-
Edema Paru Akut: Penumpukan cairan -> di interstitium paru -> menyebabkan edema paru -> mengakibatkan kesulitan bernapas -> membutuhkan intervensi segera -> diuretik intravena.
Infeksi Saluran Pernapasan: Pasien GJK -> sering mengalami peningkatan risiko pneumonia -> karena hipoventilasi akibat kesulitan bernapas maupun karena sistem imun yang tertekan.
-
Disfungsi Ginjal: Penurunan perfusi ginjal -> akibat gagal jantung -> menyebabkan penurunan fungsi ginjal -> sindrom cardiorenal -> mengakibatkan perlunya dialisis atau terapi penggantian ginjal pada kasus yang parah.
Retensi Cairan: Penggunaan diuretik yang agresif -> menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit -> berpotensi mengakibatkan disfungsi ginjal lebih lanjut.
faktor risiko gjk
-
-
-
DM → akumulasi glikasi zat buang, stress oksidatif → perkembangan aterosklerosis
epidemiologi gjk
Global Heart Data Exchange → 64,34 juta kasus GJK dunia
WHO → GJK menjadi penyebab kematian 17,3 juta orang/tahun
-
-
-
-
-
-