Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
STANDAR PENILAIAN KELAS V DI SD N GONDOLAYU YOGYAKARTA - Coggle Diagram
STANDAR PENILAIAN KELAS V DI SD N GONDOLAYU YOGYAKARTA
Pasal 1 ayat 1
Standar penilaian pendidikan adalah kriteria minimal mengenai mekanisme penilaian hasil belajar peserta didik
Kriteria minimal atau KKM di kelas V SD N Gondolayu Yogyakarta adalah 75
Pada pembelajaran membaca pemahaman terdapat beberapa anak yang nilainya masih < 75
Pasal 5a
Mempertimbangkan karakteristik kebutuhan peserta didik
Belum mempertimbangkan karakteristik kebutuhan peserta didik
Gaya belajar juga masih umum, belum mengelompokkan peserta didik dengan kebutuhan belajar masing-masing
Soal penilaian masih 1 jenis (Belum disesuaikan dengan tingkatan kemampuan peserta didik yang bervariasi)
Pasal 6
Pelaksanaan penilaian sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 ayat (1) huruf c dapat dilakukan sebelum, pada saat, dan/atau setelah pembelajaran
Belum melaksanakan penilaian sebelum pembelajaran (asesmen diagnostik)
Penilaian diagnostik belum terlihat sehingga peserta didik dalam belajar tidak disesuaikan dengan tingkatan kemampuan berfikir masing-masing
anak dengan kemampuan berfikir rendah akan merasa kesulitan dalam belajar
anak dengan kemampuan berfikir rendah akan merasa kesulitan dalam berkolaborasi dengan anak-anak pada umumnya
anak-anak dengan kemampuan berfikir rendah akan terus merasa ketinggalan dalam memahami materi pembelajaran
Pasal 9
Pasal 9 ayat 4
Penilaian formatif sebagaimana dimaksud pada ayat (1)huruf a bertujuan untuk memantau dan memperbaiki proses pembelajaran serta mengevaluasi pencapaian tujuan pembelajaran
Sudah menerapkan asesmen formatif
berbentuk ulangan harian saja atau hanya berbasis ulangan tulis
metode penilaian yang digunakan kurang variatif
Pasal 9 ayat 5
Penilaian formatif sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dilakukan dengan mengumpulkan informasi mengenai :
a. Peserta didik yang mengalami hambatan atau kesulitan belajar
b. Perkembangan belajar Peserta didik
Penilaian formatif belum maksimal
dari berbagai macam keragaman karakteristik dan tingkatan berfikir siswa, guru hanya menggunakan satu jenis soal saja (tidak disesuaikan dengan kebutuhan peserta didiknya)
Guru akan kesulitan dalam memantau perkembangan belajar peserta didiknya