Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
CARL ROGERS, PENERIMAAN POSITIF (POSITIF REGARDS) 🡪 penenerimaan positif…
CARL ROGERS
TRUKTUR KEPRIBADIAN
-
-
SELF
Konsep pokok dari teori kepribadian Rogers adalah self, sehingga dapat dikatakan self merupakan satu-satunya strukutur kepribadian yang sebenarnya
BIOGRAFI
- Carl Ransom Rogers adalah seorang psikolog Amerika yang merupakan salah satu pendiri psikologi humanistik dan dikenal terutama karena psikoterapi yang berpusat pada manusia.
- Lahir : 8 Januari 1902, Oak Park, Illinois, Amerika Serikat
- Meninggal : 4 Februari 1987 (umur 85 tahun), La Jolla, California, Amerika Serikat
- Pendidikan : Union Theological Seminary , Universitas Wisconsin-Madison , Teachers College, Universitas Columbia
PENDEKATAN TEORI
- Pendekatan fenomenologi/humanistik dari Rogers konsisten menekankan pandangan bahwa tingkah laku manusia hanya dapat difahami dari bagaimana dia memandang realita secara subyektif (subjective experience of reality).
- Pendekatan ini juga berpendapat bahwa manusia mempunyai kemampuan untuk menentukan nasibnya sendiri, bahwa hakekat yang terdalam dari manusia adalah sifatnya yang bertujuan, dapat dipercaya, dan mengejar kesempurnaan diri (purposive, trusthworthy, self-perfecting).
- Rogers sangat kuat memegang asumsinya, bahwa manusia itu bebas, rasional, utuh, mudah berubaah, subjektif, proaktif heterostatis, dan sukar difahami. Karena itu unsur-unsur konstitusi kurang mendapat perhatian.
-
-
PENERIMAAN POSITIF (POSITIF REGARDS) 🡪 penenerimaan positif tanpa syarat (unconditional positive regards) : cinta tanpa syarat, menerima bayi dan tingkah lakunya (yang dikehendaki maupun yang tidak dikehdaki) sebagai pribadi yang utuh. Perkembangan pengalaman menempatkan regard positif timbal balik. Orang merasa puas menerima regard positif, kemudian juga merasa puas dapat memberi regard positif kepada orang lai. Ketika regard positif itu diinternalisasi, orang dapat memperoleh kepuasan dari menerima dirinya sendiri, atau menerima diri positif (positive self regard)
Konsistensi dan salingsuai self (self consistency and congruence) 🡪 organisme berfungsi untuk memelihara konsistensi (keajegan = keadaan tanpa konflik) dari persepsi diri dan kongruen (salingsuai) antara persepsi self dengan pengalaman. Organisme tidak berusaha mencari kepuasan dan menghindari sakit, tetapi berusaha memelihara struktur self yang dimilikinya. Individu mengembangkan sistem nilai yang pusatnya adalah nilai dirinya. Individu mengorganisir nilai-nilai dan fungsi gungsi dirinya untuk memelihara sistem selfnya.
Aktualisasi Diri (Self Actualization) 🡪 Rogers memandang organisme terus menerus bergerak maju. Tujuan tingkah laku bukan untuk mereduksi tegangan energi tetapi mencapai aktualisasi diri. Organisme memiliki satu kekuatan motivasi, dorongan aktualisasi diri (self actualizing drive) dan satu tujuan hidup menjadi aktualisasi diri. Ada banyak kebutuhan tetapi semuanya tunduk melayani kecenderungan dasar organisme untuk aktualisasi; yakni kebutuhan pemeliharaan (maintenance; kebutuhan dasar) dan peningkatan diri (enchancement; berkembang). Dua kebutuhan lain yang terpenting adalah kebutuhan penerimaan positif dari orang lain (positif regard of others;dicintai diterima org lain) dan penerimaan positif dari diri sendiri (self regard; kepercayaan diri dan keberhagargaan diri).
-
Diri tidak mencerminkan pengalaman. Menerima pengalaman sebagai ancaman / kecemasan. Cara berfikir sempit & kaku
-
-