Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Funiculi Funicula: Before the coffee gets cold, Screenshot 2024-03-24 8.29…
Funiculi Funicula: Before the coffee gets cold
Tema
Perjalanan waktu
Penyesalan
Kesempatan kedua
Latar (setting)
Sebuah kafe tua yang terletak di Tokyo, dimana kafe tersebut memungkinkan perjalanan waktu apabila beberapa syarat dapat dipenuhi
Alur
Cerita tersebut dimulai dengan konflik antara Fumiko (protagonis pertama sebagai pelanggan) dan kekasihnya, Goro, di sebuah kafe karena Goro memutuskan untuk meninggalkannya demi pekerjaan impiannya di Amerika.
Fumiko menyesal setelah membiarkannya pergi. Ia kembali ke kafe seminggu kemudian, menyadari kemampuan kafe tersebut untuk perjalanan waktu.
Namun, dia bertemu dengan seorang wanita hantu yang menghalanginya untuk perjalanan waktu, memaksanya menunggu di kafe tersebut sampai hantu tersebut pergi.
Dengan bantuan Kazu, seorang pelayan paruh waktu di kafe tersebut, Fumiko dapat melakukan perjalanan kembali ke masa lalu untuk berbicara dengan Goro.
Menyadari bahwa konflik mereka adalah kesalahpahaman setelah berbicara dengan Goro, ia telah kembali ke masa kini.
Fumiko menyadari bahwa mengubah masa lalu tidak mungkin. Namun karena ia masih bisa menggantikan masa depan, ia dapat menyelesaikan konfliknya dengan Goro dengan menghubunginya.
Cerita tersebut berlanjut dengan Kotake (protagonis kedua sebagai pelanggan) dan Fusagi, suaminya. Beberapa tahun lalu, Fusagi didiagnosa mengidap penyakit yang membuatnya kehilangan ingatan, bahkan Kotake sebagai istrinya.
Beberapa tahun kemudian di kafe tersebut, Kotake menghampiri dan menyapa Fusagi, namun Fusagi tidak mengenalinya.
Beberapa jam kemudian, Kotake didorong (disemangati) oleh Kazu dan Hirai untuk kembali ke masa lalu dan berbicara dengan Fusagi, menyebutkan bahwa mereka telah melihat Fusagi menulis sebuah surat untuk istrinya meskipun ia telah lupa identitas istrinya.
Wanita hantu yang sama, menjadi penghalangnya, membuatnya menunggu giliran untuk duduk di kursinya supaya Kotake dapat kembali ke masa lalu.
Setelah Kazu membantu Kotake untuk kembali ke masa lalu, Kotake berbicara dengan suaminya dan membaca surat yang seharusnya dikirimkan kepadanya.
Surat tersebut tidak pernah diberikan kepadanya karena Fusagi selalu melupakannya. Kotake kembali ke masa sekarang dan kesalahpahaman terselesaikan, namun Kotake tetap menjaga dan merawat Fusagi di kafe meskipun ia telah melupakan Kotake.
Cerita tersebut berlanjut dengan Hirai (protagonis ketika sebagai pelanggan) dan Kumi, saudara perempuannya.
Hirai telah melarikan diri dari rumahnya selama bertahun-tahun dan pindah ke kota lain, membuat Kumi mengunjungi Hirai sebulan sekali untuk meyakinkannya agar memiliki penginapan milik orang tuanya. Meski Kumi terus-menerus mengunjunginya, Hirai selalu berhasil menghindarinya.
Saat Kumi mengalami kecelakaan mobil, Hirai pun menyesal tidak berbicara dengannya selama beberapa tahun sebelumnya.
Ketika dia telah mengunjungi makam Kumi, dia kembali ke kafe. Wanita hantu yang sama sedang duduk di kursi yang memungkinkan orang melakukan perjalanan dalam waktu, menghalangi jalannya untuk segera kembali ke masa lalu.
Setelah HIrai berhasil kembali ke masa lalu dengan bantuan Kazu, dia berbicara dengan Kumi, dan Hirai menyadari bahwa Kumi selalu bermimpi untuk memiliki penginapan keluarga bersama Hirai.
Kesalahpahaman mereka pun terselesaikan. Ketika Hirai kembali ke masa sekarang, dia memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya dan mengambil kepemilikan atas penginapan keluarganya.
Cerita tersebut berakhir dengan Kei (protagonis kesempatan sebagai pemilik kafe) dan Miki, putrinya yang belum lahir pada masa tersebut.
Ketika Kei mengetahui bahwa ia mungkin akan meninggal dunia saat melahirkan putrinya, ia memutuskan untuk pergi ke kafe tersebut untuk berbicara dengan putrinya, dibantu Kazu.
Kei pun menunggu wanita hantu tersebut untuk pergi dari tempat duduknya supaya Kei dapat bertemu dengan putrinya di masa depan.
Meski melakukan perjalanan waktu yang terlalu jauh ke masa depan, ia berhasil bertemu putrinya, Miki. Kei berhasil berbicara dengan Miki dan mengetahui kehidupan putrinya saat itu.
Ketika dia kembali ke masa kini, dia merasa tenang karena Miki bahagia dengan hidupnya, didukung oleh Kazu, Fumiko, Goro, dan ayahnya, meskipun Kei tidak hadir dalam kehidupannya di masa depan sebagai seorang ibu.
Penokohan
Cerita tersebut terdiri dari beberapa cerita pendek yang menampilkan 4 protagonis yang berbeda-beda. Setiap protagonis pun memiliki tujuan yang berbeda saat melakukan perjalanan waktu ke masa lalu atau masa depan.
Protagonis
Fumiko
Hirai
Kotake
Kei
Antagonis
Hantu
Tritagonis
Kazu
Goro
Nagare
Kumi
Amanat
Hargailah waktu yang kita miliki dan memanfaatkannya sebaik mungkin
Belajarlah untuk menerima atas takdir kita dan mencari kedamaian dalam menerima hal-hal yang tidak bisa kita ubah
Kita harus selalu belajar dari kesalahan kita dan berimprovisasi
Meski masa lalu dapat dipenuhi penyesalan, masa depan selalu dipenuhi berbagai kesempatan atau peluang.
Oleh karena itu...
Informasi
Pengarang: Toshikazu Kawaguchi
Penerbit: Gramedia pustaka utama
Judul: Funiculi Funicula
Tahun terbit: (Desember) 2015
Harga buku: Rp 48.000
Isi resensi
Kelemahan
Kemungkinan prediktabilitas
Beberapa plot atau twist dari cerita tersebut mungkin terasa prediktabel bagi beberapa pembaca, sehingga mengurangi kejutan atau dampak dramatis dari cerita dikarenakan buku tersebut hanya menceritakan beberapa cerita pendek dengan protagonis yang berbeda.
Kelebihan
Konsep yang unik
Buku tersebut memiliki konsep yang unik, dimana kafe tersebut memungkinkan perjalanan waktu pada para karakter.
Buku tersebut juga memiliki protagonis yang berbeda-beda, dimana tujuan mereka untuk melakukan perjalanan waktu juga berbeda-beda. Hal ini memungkinkan sudut pandang yang berbeda setiap bab tergantung pada karakter yang menjadi fokus.
Kritik
Alur cerita tersebut dapat ditebak atau diprediksi sehingga cerita tersebut tidak terlalu mengejutkan atau terasa dramatis bagi beberapa pembaca.
Saran
Cerita tersebut dapat ditambahkan dengan twist atau plot twist yang lebih banyak dan klimaks 'kuat' yang dapat memberi dampak yang emosional.
dibuat oleh Quinn Madeline, 9.3 / 25
Quotes
"Masa depan belum tiba, jadi, semua tergantung padamu."
=> kazu, halaman 60
"Kenyataan tidak akan berubah."
=> kazu, halaman 88
"Aku paham. Apa pun yang dilakukan, kenyataan tidak akan berubah, Aku sangat mengerti."
=> Hirai, halaman 142
Bentuk cover