PPOK (PENYAKIT PARU
OBSTRUKTIF KRONIS)
Definisi, Etiologi, Patofisiologi, Tanda dan Gejala Klinis, Perbedaan dengan Asma
Definisi
Penyakit yang dikarakterisasi oleh
Terbatasnya aliran udara kronis
Perubahan struktur paru-paru
Efek ekstra pulmonari
Etiologi
Rokok (Major)
Polusi udara, debu
Mutasi gen Ser-1
antritipsi alfa 1 turun
Infeksi saluran napas bawah
Patofisiologi
Chronic bronchitis
Infeksi bronkus
Pembengkakan dan produksi mukus naik
Mekanisme
Asap rokok
Cellular damage
Respons inflamasi
Radang
Aktivasi sel goblet
Hipertrofi otot polos
Silia terganggu
Clearance mukus turun
Mucus plugging
Risiko infeksi naik
Efek
Batuk kronis berdahak
Obstruksi jalan napas
Emfisema
Perbesaran permananen pada ruang
udara distal hingga bronkiolus terminal
Kerusakan dinding alveolus tanpa fibrosis
Mekanisme
Paparan asap rokok, polutan
terus menerus
Stress oksidatif, apoptosis
Inflamasi
Ketidakseimbangan protease-antiprotease
Kerusakan dinding alveolus
Emfisema
Volume paru tidak berubah
karena kerusakan berasal dari
dinding luar alveolus
Elastase mengurangi elastin paru
Homeostasis respiratori
Defisiensi alfa 1 antitrypsin
Gejala Klinis
Batuk kronis dengan atau
tanpa dahak yang tidak
kunjung sembuh
Rasa berat di dada
Mengi dan sesak napas
Penurunan BB
Lemas
Tersengal-sengal
Perbedaan PPOK dengan Asma
Patologi
Klasifikasi


Fisiologi

Klinis

Lung Function Test

Obat
Bronkodilator
Beta-2-selective agonist
Mekanisme
Bind ke reseptor beta 2
signalling G-alfa pathway
Bind ke adenylyl cylase
ATP berubah jadi cAMP
Protein kinase aktif
Relaksasi
Obat
SABA
Albuterol/salbutamol
LABA
Salmeterol
ES
Nyeri otot dan pusing
Antikolinergik
(Antagonis muskarinik)
Ach
Bind ke reseptor muskarinik
Kontraksi sel otot polos
dan sekresi mukus
Mekanisme
Blokir ACH
Obat
SAMA
Ipatropium bromide
LAMA
Tiotropium bromide
ES
Sakit kepala, iritasi tenggorokan,
batuk, mulut kering
Methylxantine
cAMP
Didegradasi oleh phospodiesterase (PDE)
Menjadi 5'-AMP
Kontraksi
Mekanisme
Hambat PDE
cAMP naik
Relaksasi
Hambar reseptor adenosin
Adenosin turun
Relaksasi
Lainnya
Kortikosteroid
Inflamasi
Mengakibatkan stimulus bind di
membran sel
Aktivasi IKK 2 dan NF-kb
Terbentuk dimer P50 dan P65
Migrasi ke nukleus
Ikat CBP
Asetilasi inti histon H4
Ekspresi gen naik
Mekanisme
Kortikosteroid bind di reseptor
Migrasi ke nukleus
Ikat CBP
Inhibisi asetilasi
Tarik HDAC2
Deasetilasi
Obat
Budesonide
ES
BB naik, diare, mual,
sakit kepala
Phosphodiesterase-4-inhibitor
PDE-4
Spesifik di sel inflamasi
Mekanisme
Inhibisi kerja PDE-4
Obat
Roflumilast
ES
BB dan nafsu makan
turun, diare, mual
Antibiotik
Inflamasi
Sekresi mediator inflamasi
Penghancuran epitel bronkial
Eksaserbasi
Mekanisme
Antimikroba
Hambat mediator inflamasi
Obat
Azithromycine
Antioksidan dan mukolitik
Antioksidan
Stres oksidatif
Inflamasi
Mekanisme
Menetralkan ROS
Inflamasi turun
Mukolitik
Hipersekresi lendir turun
Obat
N-acetylcystein
ES
Risiko pendarahan saluran cerna
Antitusif
Menekan impuls batuk
CNS
PNS
Hiperpolarisasi
Anestesi cough receptor
Obat
Dextromertophan
ES
Mual, muntah, sakit perut,
diare
Algoritma Terapi
Pengelompokkan
Stabil

Eksaserbasi
Intensitas sesak naik
Volume sputum naik
Purulensi sputum
Farmakologi umum

ICS dipakai ketika eosinofil
300 sel/mikroL
Pediatri
Kortikosteroid oral dan inhalasi
Bronkodilator
Antibiotik inhalasi
Mukolitik
Geriatri
A: SAMA/SABA
B: LAMA/LABA
C dan D: Kortikosteroid +
LAMA/LABA
Ibu Hamil dan Menyusui
Budesonide
Kontraindikasi doksisiklin dan levofloxacin
