Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
PERANCANGAN KAMPANYE SOSIAL UNTUK MEMBANGUN SELF-LOVE PADA WANITA BERTUBUH…
PERANCANGAN KAMPANYE SOSIAL UNTUK MEMBANGUN SELF-LOVE PADA WANITA BERTUBUH MID-SIZE
WHAT
Self-Love
self-cherishing
menghargai diri
mencintai diri
percaya diri
self-acceptance
menerima diri
self-persistence
keteguhan diri
mindset
self-restraint
kontrol diri
kesadaran
tindakan
patience
self-responsibility
tanggung jawab diri
mid-size
bentuk tubuh
diantara
plus-size
dan
small-size
terlalu kecil untuk
plus-size
terlalu besar untuk
small-size
body mass index 23 - 27,9
BMI 23 - 24,9
normal (berisi atau curvy)
BMI 25 - 27,9
overweight (obesitas ringan)
sehat
tidak ada risiko penyakit diabetes
massa otot yang lebih dominan
gaya hidup aktif
pola makan seimbang
tidak sehat
memiliki lemak berlebih
tekanan darah tinggi
gula darah tinggi
kadar lemak darah tidak normal
pola hidup kurang aktif
pola makan tidak sehat
WHO
Wanita
20-27 tahun
produktif
memikirkan penampilan
aktif media sosial
minat berekspresi diri
percaya diri
ekspresif
Geografis
Jakarta
SES B-A
WHY
kurang terwakilkan
kurang representasi dalam kampanye
terpinggirkan
rendahnya percaya diri
kesehatan mental
depresi
kecemasan
gangguan makan
membandingkan diri
body image negatif
HOW
Kampanye Sosial
komunikasi
pesan
terbuka
public good
kepentingan publik
public intrest
kesejahteraan umum
authenticity
nyata
pesuasif
membujuk
kesadaran sosial
efektif
mengajak
mendorong
perubahan sosial
karakteristik
perancang
penggagas
penyampai
Jenis kampanye
Ideologically Or Cause Oriented Campaigns
Strategi kampanye
AISAS
WHERE
Media Sosial
Instagram
Feed
konten infografis
interest
twibbon
peserta kampanye
share
challenge
berbagi pengalaman
openness
journey
Story
informasi kampanye
attention
Reels
video motion graphic
attention
TikTok
video motion graphic
challenge
microsite
pendaftaran kampanye
search
billboard
informasi event kampanye
event
the wall of sticky notes
booth
action
kolaborasi
brand fashion
WHEN
akhir dan awal tahun
Desember-Januari
refleksi
resolusi baru