Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
frustasi kerja dan peran konselor - Coggle Diagram
frustasi kerja dan peran konselor
A. Konsep Frustasi (Model Sederhana)
Frustasi adalah perasaan kecewa, marah, atau stres saat harapan tidak tercapai.
Model sederhana:
➡️ Ada tujuan ➡️ Ada hambatan ➡️ Muncul frustasi
Contoh: Seorang karyawan ingin naik jabatan, tapi berkali-kali gagal karena kebijakan perusahaan.
B. Frustasi dan Mekanisme Pertahanan Diri
Saat frustasi, orang biasanya menggunakan mekanisme pertahanan diri untuk mengurangi rasa sakit.
Jenis mekanisme pertahanan diri:
Rasionalisasi: Membuat alasan untuk kegagalan ("Memang bukan rezeki saya").
Sublimasi: Mengalihkan energi negatif ke kegiatan positif (misal: olahraga).
Regresi: Bertindak seperti anak kecil (merajuk, mudah marah).
Proyeksi: Menyalahkan orang lain atas kegagalan.
Pengingkaran: Menolak mengakui masalah.
C. Faktor yang Mempengaruhi Frustasi Kerja
Faktor Pribadi:
Kurangnya keterampilan atau pengalaman.
Harapan yang terlalu tinggi.
Kepribadian (misal: mudah putus asa).
Faktor Lingkungan:
Atasan yang tidak adil.
Beban kerja berlebihan.
Konflik dengan rekan kerja.
Ketidakjelasan peran atau tugas.
Faktor Organisasi:
Struktur organisasi yang kaku.
Tidak ada jalur promosi yang jelas.
Kebijakan yang tidak mendukung karyawan.
D. Usaha Mengurangi Frustasi Kerja
Dari Karyawan:
Mengembangkan keterampilan baru.
Menetapkan tujuan yang realistis.
Berlatih teknik relaksasi (napas dalam, meditasi).
Mencari dukungan sosial (teman, keluarga, komunitas).
Dari Organisasi:
Memberikan pelatihan dan pengembangan karir.
Menciptakan suasana kerja yang adil dan nyaman.
Memberikan penghargaan yang jelas dan adil.
Peran Konselor:
Membantu karyawan memahami sumber frustasi.
Memberikan bimbingan untuk mengelola emosi.
Melatih keterampilan koping (cara sehat menghadapi stres).
Memberikan konseling karir untuk membantu perencanaan masa depan.