Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Lembaga Sosial Bioteknologi - Coggle Diagram
Lembaga Sosial Bioteknologi
Obat hasil rekayasa genetika
Obat yang diproduksi melalui proses rekayasa genetika
Proses ini melibatkan manipulasi DNA untuk menghasilkan protein atau senyawa biologis yang memiliki efek terapeutik.
Contoh obat hasil rekayasa genetika
insulin
vaksin
Hormon pertumbuhan manusia
Lembaga yang terkait
Lembaga kesehatan : menggunakan obat hasil rekayasa genetika untuk terapi penyakit tertentu, sekaligus melakukan penelitian klinis untuk memastikan efektivitas dan keamanan obat tersebut
Lembaga pemerintah : Pemerintah membuat kebijakan dan peraturan terkait produksi, distribusi, dan penggunaan obat hasil rekayasa genetika, termasuk pengawasan keamanan hayati, pelabelan, dan perlindungan konsumen
Lembaga pendidikan : engembangkan teknologi rekayasa genetika, melakukan penelitian, serta memberikan pendidikan dan pelatihan kepada tenaga kesehatan dan ilmuwan agar mampu mengelola dan memanfaatkan obat hasil rekayasa genetika dengan benar dan etis
Lembaga agama : membantu menyosialisasikan informasi yang seimbang tentang manfaat dan risiko obat hasil rekayasa genetika agar masyarakat dapat mengambil keputusan yang bijak.
Norma dan nilai yang terlibat
Norma hukum : Di Indonesia, penggunaan produk hasil rekayasa genetika, termasuk obat, diatur melalui berbagai peraturan perundang-undangan yang mengatur keamanan hayati, keamanan pangan, dan keamanan obat.
Nilai moral : Penggunaan teknologi rekayasa genetika harus menghindari eksploitasi manusia, menjaga integritas genetik, dan tidak merusak silsilah keturunan atau martabat manusia
Nilai keamanan : Obat hasil rekayasa genetika harus aman dan bermanfaat bagi manusia tanpa menimbulkan risiko kesehatan jangka panjang. Prinsip non-malefisiensi (tidak membahayakan) dan benefisiensi (memberikan manfaat) menjadi nilai utama dalam pengembangan dan penggunaan obat
posisi dalam debat
Pro
Produksi obat dalam jumlah besar dan cepat
Obat yang lebih aman dan efektif
Pengembangan terapi gen dan obat personalisasi
Kontra
Risiko efek samping dan dampak negatif
Ketergantungan pada teknologi dan biaya tinggi
Ketidakpastian keamanan jangka panjang
Transplatasi organ hewan untuk manusia
penjelasan umum
Xenotransplantasi
definisi
Pemindahan organ/jaringan hewan ke manusia
Tujuan
Atasi kekurangan donor
Selamatkan nyawa pasien
Contoh Organ
jantung babi
ginjal babi
pangkreas
Lembaga Sosial Terkait
Keluarga
Mendukung keputusan medis pasien
terlibat dalam pertimbangan etis
Lembaga Kesehatan
rumah sakit dan institusi medis
organisasi
pemerintah
Regulasi
izin teknologi
Lembaga Keagamaan
Panduan moral & agama
Lembaga Pendidikan
Edukasi
riset medis
Norma dan Nilai Sosial
Norma Hukum: Regulasi legal
Norma Agama: Aturan hewan tertentu
Norma Sosial: Penerimaan masyarakat
Nilai Kemanusiaan: Selamatkan nyawa
Nilai Etika: Kesejahteraan hewan & eksperimen
Nilai Ilmiah: Inovasi medis
Sudut Pandang Pro dan Kontra
pro
Solusi krisis donor
Selamatkan nyawa
Kemajuan medis
kontra
Risiko penolakan/infeksi
Isu etika hewan
Konflik agama
Potensi diskriminasi
Bayi Tabung
Lembaga yang terkait
Keluarga: Sebagai pihak yang menjalani program bayi tabung.
Lembaga Kesehatan: Rumah sakit, klinik fertilitas, dan tenaga medis (dokter, embriolog).
Pemerintah: Melalui kementerian kesehatan dan badan pengawas obat dan makanan.
Lembaga Keagamaan: Memberi pandangan moral dan etika.
Lembaga Pendidikan dan Riset: Universitas atau lembaga penelitian yang mengembangkan teknologi bioteknologi.
Norma dan Nilai yang Terlibat
Nilai Kemanusiaan: Hak pasangan untuk memiliki anak.
Nilai Agama dan Moral: Tentang bagaimana proses penciptaan kehidupan seharusnya berjalan menurut ajaran agama tertentu.
Nilai Sosial: Tekanan sosial terhadap pasangan yang belum memiliki anak.
Norma Hukum: Regulasi mengenai praktik bayi tabung, status hukum anak, dan perlindungan pasien.
Tugas dan Fungsi Lembaga dalam Menangani Masalah Bioteknologi
Lembaga Kesehatan: Menyediakan layanan IVF yang aman dan etis.
Pemerintah: Mengatur dan mengawasi praktik IVF agar sesuai dengan hukum dan standar medis.
Lembaga Keagamaan: Memberi bimbingan moral kepada umat terkait praktik IVF.
Lembaga Pendidikan: Melakukan penelitian untuk pengembangan teknologi IVF yang lebih baik dan aman.
Posisi dalam Debat
Pro
-Membantu pasangan infertil memiliki anak.
-Menggunakan teknologi untuk kebaikan manusia.
-Dapat meningkatkan kualitas hidup dan kebahagiaan keluarga.
Kontra
-Bertentangan dengan nilai atau ajaran agama tertentu (misalnya soal manipulasi kehidupan atau penggunaan donor sperma/sel telur).
-Potensi komodifikasi anak dan eksploitasi ekonomi.
-Risiko etis dan medis, seperti kelebihan embrio yang dibekukan atau dibuang.
Produk fermentasi dari mikroorganisme
lembaga yang terkait
Lembaga Kesehatan : Menilai dampak kesehatan dari produk fermentasi
Lembaga Pendidikan : Menyediakan dan memberikan edukasi tentang bioteknologi fermentasi
Lembaga Agama : Menentukan haram/halal nya produk
Lembaga Pemerintah : membuat relugasi pengawasan produk
Tugas & Fungsi
Lembaga Kesehatan : Melakukan penelitian terhadap produk dan dampak kesehatannya
Lembaga Pendidikan : Mengevaluasi dan mengembangkan ilmu bioteknologi fermentasi
Lembaga Pemerintah : Menegakkan hukum yang sesuai dengan produk fermentasi
Lembaga Agama : Memberikan informasi berkaitan dengan Agama dari produk
norma & nilai yang terlibat
Norma & Nilai sosial
Tidak merugikan orang lain dalam produksi dan distribusi.
Melestarikan kuliner tradisional
Norma Hukum
Mengikuti aturan hukum dan perizinan terkait produksi makanan (BPOM, halal, dll).
Menghindari penggunaan mikroorganisme yang berbahaya atau tidak sesuai standar.
Nilai moral
Produk harus sesuai dengan norma agama dan budaya
Menjaga kebersihan dan keamanan produk agar tidak membahayakan konsumen.
Debat
Pro
Meningkatkan nilai gizi makanan
membantu mengawetkan makanan secara alami tanpa bahan kimia berbahaya
Proses fermentasi biasanya minim limbah dan tidak membutuhkan energi besar.
Melestarikan budaya tradisional (warisan kuliner lokal yang bernilai budaya tinggi.)
Kontra
Resiko kontaminasi bakteri & Kuman
Kurangnya Standar Kesehatan, Banyak produksi rumahan tidak melalui pengawasan ketat, sehingga kualitas dan keamanannya belum tentu terjamin.
asih banyak yang belum memahami cara kerja fermentasi dan menganggapnya "makanan basi"
Mutasi genetik di bidang pertanian
Norma dan nilai yang terlibat
Etika dalam Penggunaan Teknologi: Pertanyaan tentang apakah memodifikasi genetik tanaman dapat diterima secara moral.
Keamanan Pangan: Kepentingan untuk memastikan pangan yang aman dan bebas dari potensi risiko.
Keberlanjutan Lingkungan: Nilai penting untuk menjaga kelestarian alam dan menghindari kerusakan lingkungan akibat praktik pertanian.
Lembaga yang Terkait serta Tugas dam fungsinya
Pemerintah
Kementerian Pertanian: Mengatur kebijakan dan regulasi terkait penggunaan mutasi genetik dalam pertanian, serta melakukan pengawasan terhadap produk pertanian yang dihasilkan.
Agama
Majelis Ulama Indonesia Mengeluarkan fatwa terkait halal-haramnya penggunaan teknologi rekayasa genetika dalam pertanian, serta memberikan panduan etis dan moral mengenai penerimaan masyarakat terhadap produk pangan hasil mutasi genetik.
Debat
Pro
Peningkatan Hasil Pertanian: Mutasi genetik dapat meningkatkan hasil tanaman, membuatnya lebih tahan terhadap penyakit dan hama.
Ketahanan Terhadap Perubahan Iklim: Tanaman yang dimodifikasi dapat bertahan lebih baik di kondisi lingkungan yang ekstrem.
Inovasi dalam Pangan: Dapat menciptakan tanaman dengan kualitas gizi yang lebih tinggi.
Kontra
Risiko Kesehatan: Potensi efek samping yang tidak terduga pada konsumen yang mengkonsumsi produk hasil mutasi.
Dampak Lingkungan: Tanaman yang dimodifikasi genetik dapat mengganggu keseimbangan ekosistem alami.
Kehilangan Keanekaragaman Hayati: Ketergantungan pada tanaman yang dimodifikasi dapat mengurangi keragaman genetik tanaman asli.
Definisi
perubahan yang terjadi dalam struktur DNA organisme, yang dapat diwariskan ke generasi berikutnya. Dalam pertanian, mutasi genetik digunakan untuk menciptakan tanaman dengan sifat yang lebih baik, seperti ketahanan terhadap hama, penyakit, atau perubahan iklim
Contoh
Padi Transgenik
Padi yang dimodifikasi untuk memiliki ketahanan lebih terhadap hama seperti wereng.
Tomat Transgenik
Tomat yang dimodifikasi untuk tahan terhadap penyakit dan memiliki umur simpan yang lebih lama.
Kentang yang Tahan Terhadap Pembusukan.
Kentang yang dimodifikasi untuk menghasilkan lebih sedikit akrilamida saat dimasak, serta tahan terhadap kerusakan akibat pembusukan.