Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
understanding by Design (UbD) :, Nurhalimah Manurung (240980020) PPG…
understanding by
Design (UbD) :
Mengapa Backward Design penting?
Memulai perencanaan dengan hasil yang dicapai
Tujuan pembelajaran, hasil, dan langkah-langkah untuk penilaian, guru memiliki struktur yang jelas
siswa akan menemukan makna dalam kegiatan kelas lebih mudah karena menyadari hasil tujuan dan langkah-langkah penelitian
Backward design
adalah metode merancang kurikulum pendidikan dengan menetapkan tujuan sebelum memilih metode pembelajaran dan bentuk penilaian
Menentukan bukti yang dapat diterima (Acceptable
Evidence)
Performance Task (Tugas
Performa)
Apa tugas yang akan siswa tunjukkan dalam pemahaman yang diinginkan?
Dengan kriteria apa hasil pemahaman akan dinillai?
Other Evidence
(Bukti Lainnya)
melalui bukti lain apa yang siswa tunjukkan jika siswa berhasil mendapatkan hasil yang diinginkan?
Bagaimana siswa merefleksikan dan menilai diri sendiri mengenai pelajaran yang mereka terima?
Identifikasi hasil yang
diingkan
Established Goal
(Tujuan Utama)
apa tujuan yang relevan dan si tetap sebagai tujuan dari pembelajaran
Essential Qouestion
(Pertanyaan Utama)
Apa pertanyaan perangsang yang membantu penyelidikan, pemahaman, dan transfer dalam belajar
Understanding (pemahaman)
apa ide ide utama)
hal khusus apa yang perlu dilakukan agar peserta didik paham?
konsep apa yang kira-kira yang mereka akan dapatkan?
Merencanakan pengalaman belajar
Pada tahap ketiga, berfokus pada pembelajaran yang menarik dan efektif dan dirancang untuk:
Pengalaman belajar dan instruksi apa yang akan mempromosikan pemahaman yang diinginkan, pengetahuan dan keterampilan?
Bagaimana desain yang memastikan bahwa siswa terlihat secara maksimal dan efektif untuk memenuhi tujuan?
Untuk mengarahkan siswa, kita bisa mrnggunakan metode
WHERE TO
**W = Where and Why
Jelaskan tujuan pembelajaran secara eksplisit.
Tunjukkan keterkaitan materi dengan kehidupan nyata.
Sampaikan manfaat dan relevansi belajar topik tersebut bagi siswa.
H = Hook and Hold
Awali dengan aktivitas pemantik (misalnya: studi kasus, video, pertanyaan reflektif)
Bangun rasa penasaran dan keterlibatan siswa.
Gunakan pendekatan kontekstual atau budaya lokal.
E = Explore, Equip, Experience
Sediakan materi dan pengalaman belajar yang kaya dan bermakna.
Gunakan strategi pembelajaran aktif (diskusi, proyek, simulasi, praktik).
Berikan alat bantu (media, sumber belajar) yang mendukung pemahaman.
R= Rethink, Reflect, revise
Fasilitasi siswa untuk mengkaji ulang pmahamannya.
Berikan kesempatan untuk merevisi pekerjaan atau pendapatnya.
Gunakan pertanyaan mendalam dan refleksi untuk membentuk pemahaman kritis.
E =Evaluate work and progress
Gunakan asesmen formatif (observasi, kuis, jurnal) untuk memantau proses.
Sediakan rubrik penilaian yang jelas dan terbuka bagi siswa.
Libatkan siswa dalam proses menilai dan menetapkan target belajar
T= Tailor learning
Lakukan diferensiasi berdasarkan kesiapan, minat, dan gaya belajar siswa.
Sediakan pilihan dalam proses, produk, dan konten pembelajaran.
Sesuaikan pendekatan agar inklusif dan berpihak pada siswa.
O= Organize the learning
Rancang pembelajaran secara sistematis dan logis.
Susun langkah kegiatan secara bertahap (mudah ke sulit).
Integrasikan waktu, media, dan metode agar saling mendukung.
Nurhalimah Manurung
(240980020)
PPG_Calon Guru
Matematika_gelombang 2_2024
Mata Kuliah: Pengembangan dan Perancangan Kurikulum