Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
SKETSA KEBERAGAMAAN DI INDONESIA - Coggle Diagram
SKETSA KEBERAGAMAAN DI INDONESIA
Sketsa Keberagamaan Dalam Kehidupan Bangsa Indonesia
Agama memiliki posisi fundamental bagi bangsa Indonesia.
Negara Indonesia adalah negara yang berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa
dalam Pasal 28 E ayat (1) UUD 1945
Pembukaan UUD 1945
Tantangan kehidupan keagamaan
Tingginya angka kekerasan bermotif
agama
Berkembangnya semangat beragama yang tidak selaras dengan kecintaan berbangsa dalam bingkai NKRI (Issue khilafah)
Menguatnya pandangan, sikap, dan perilaku keagamaan eksklusif yang bersemangat menolak perbedaan dan menyingkirkan kelompok lain
Sketsa Agama Dalam Kehidupan Manusia
Pengertian Agama
Sesuatu yang berkaitan dengan keyakinan dasar setiap individu dari sebuah masyarakat yang kemudian menjadi komponen dominan yang mempengaruhi gerak langkah yang dilakukan oleh setiap individu yang menjadi anggota masyarakat tersebut
Almarhum Nurcholish Madjid
Agama diharapkan akan memberi nilai tambah yang fundamental terhadap upaya menciptakan keseimbangan antara kehidupan material dan immaterial, kehidupan yang profan dan yang sacral
A. N. Wilson
Buku berjudul Against Religion; Why We Should Try to Live Without It. Jika dalam Alkitab (Bibel) dikatakan bahwa cinta uang adalah akar segala kejahatan, mungkin lebih benar lagi kalau dikatakan bahwa cinta Tuhan adalah akar segala kejahatan
Jose Casanova
Kehadiran agama, secara umum, selalu disertai “dua
muka” (janus face)
Agama mempunyai energi potensial yang bersifat konstruktif
dan dalam waktu yang bersamaan agama juga mempunyai energi potensial yang bersifat destruktif terhadap umat manusia.
Praktik Keberagamaan Substantif-Inklusif vs Legal Formalistik-Eksklusif
Substantif-inklusif
Adanya kepercayaan yang tinggi terhadap Al-Qur’an
Pendukung paradigma substantif-inklusif meyakini bahwa misi utama Nabi Muhammad bukanlah untuk membangun kerajaan atau negara.
syari’at tidak dibatasi atau terikat oleh negara
Refleksi orientasi politik yang menekankan manifestasi substansial dari nilai–nilai Islam dalam aktivitas politik.
paradigma legal-eksklusif
Islam bukan hanya agama, tetapi juga sebuah sistem hukum
yang lengkap, sebuah ideologi universal dan sistem yang paling sempurna yang
mampu memecahkan seluruh permasalahan kehidupan umat manusia
Mewajibkan kepada kaum Muslimin untuk mendirikan negara Islam
Syari’at harus menjadi fundamen dan jiwa dari agama, negara, dan dunia tersebut
Menekankan ideologis atau politisasi yang
mengarah pada simbolisme keagamaan secara formal.
Urgensi Moderasi Beragama
wasathiyah
3 pilar
keagamaan yang moderat
keagamaan yang moderat
moderasi dalam tradisi dan praktik keagamaan
Ditengah-tengah
Adil
Yang Terbaik
sesuatu yang baik dan berada
dalam posisi di antara dua kutub ekstrem
Moderasi beragama menjadi muatan nilai dan praktik yang paling sesuai untuk mewujudkan kemaslahatan di Indonesia.