Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
PERISTIWA HIJRAH NABI KE MADINAH DAN KONDISI MASYARAKAT MADINAH - Coggle…
PERISTIWA HIJRAH NABI KE MADINAH DAN KONDISI MASYARAKAT MADINAH
A. Kondisi Sosio-Kultural Masyarakat Madinah Pra-Hijrah
Mata pencarian penduduknya bertani dan berdagang
Terdapat 3 suku besar yaitu Yahudi, Aus dan Khazraj, sering terjadi perselisihan antara suku Aws dan Khazraj (perang Bu’us)
Dahulu kota Madinah bernama Yatsrib, disebelah utara Mekkah
B. Hijrah Nabi ke Yatsrib (Madinah)
Setelah peristiwa Isra dan Mi’raj, ada suatu perkembangan besar bagi kemajuan dakwah Islam.
Penduduk Yatsrib yang melaksanakan ibadah berhaji
masuk Islam Tahun ke 10 kenabian, tahun ke 12 Kenabian (Aqabah pertama), dan Aqabah kedua
Dalam kurun waktu 2 bulan, 150 orang hijrah ke Madinah
Adanya rencana untuk membunuh nabi, karena khawatir merugikan perekonomian dan perniagaan jika mendapat dukungan penduduk Yatsrib, rencana pembunuhan melibatkan semua pemuda dari perwakilan suku yang ada di Arab agar aman.
Akhirnya Abu Bakar meminta ijin untuk menemani Nabi dan menyuruh Ali untuk menggantikan Nabi (menempati tempat tidur nabi)
C. Makna Hijrah
Hijrah secara etimologis diartikan sebagai perpindahan seseorang dari suatu tempat ke tempat lain.
Menurut Islam, hijrah diartikan sebagai “Keluarnya Rasulullah saw Dari Makkah, kota kelahirannya, menuju Yatsrib/Madinah, suatu daerah yang lain, dengan niat dan maksud keselamatan dirinya serta pengembangan ajaran Islam yang wajib disiarkannya, dan akan kembali lagi pada suatu waktu kemudian.
D. Perjalanan dari Makkah ke Yatsrib (Madinah)
“Rasulullah datang dengan sembunyi-sembunyi ke rumah Abu Bakar, kemudian mereka berdua keluar dari pintu kecil di belakang pintu rumah, menuju sebuah Gua di bukit Tsur sebelah selatan kota Makkah lalu mereka masuk ke gua itu.” (Ibnu Hisyam, 2004)
Nabi menyampaikan Piagam Madinah, yaitu; Al- ‘Adalahal-Insaniyah (Perikemanusiaan), Asy-Syura, (Permusyawaratan), Al-WahdatalIslamiyah (Persatuan Islam) dan Al-Ukhuwatal-Islamiyah (Persaudaraan Islam),
Kedatangan Nabi disambut dengan perasaan rindu dan kegembiraan sambil menyanyikan syair yang amat terkenal. (tola’al Badru)
E. Dakwah Islam di Madinah
Titik tekan pendidikan Islam pada periode Madinah ;
a. Pembentukan dan pembinaan masyarakat baru, menuju satu kesatuan sosial dan politik, mengikis habis sisa-sisa permusuhan, menganjurkan kepada kaum Muhajirin untuk usaha dan bekerja, menjalin kerja sama, dan shalat Jum’at sebagai media komunikasi seluruh umat Islam.
b. Pendidikan sosial dan kewarganegaraan, Pendidikan ukhuwah, Pendidikan kesejahteraan sosial, dan Pendidikan kesejahteraan keluarga kaum kerabat.
c. Pendidikan anak dalam Islam, selalu menjaga diri dan anggota keluarga dari api neraka, jangan meninggalkan anak dan keturunan dalam keadaan lemah, berdoa agar dikaruniai keluarga dan anak keturunan yang menyenangkan hati.
d. Pendidikan dan dakwah Islam, pembangunan masjid, ukhuwah Islamiyyah, persaudaraan sesama muslim, , hubungan persahabatan dengan pihak- pihak lain yang tidak beragama Islam.
Secara psikologis masyarakat Madinah pada masa itu tengah menanti juru selamat yang mampu menyelesaikan konflik yang tidak berkesudahan.
F. Kontekstualisasi Nilai-nilai Moderasi beragama pada Materi Peristiwa Hijrah Nabi Ke Madinah dan Kondisi Masyarakat Madinah
Peristiwa Hijrah Nabi ke Madinah adalah momen penting dalam sejarah Islam, di mana Nabi Muhammad dan para pengikutnya hijrah dari Makkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi. Peristiwa ini memiliki hubungan yang erat dengan nilai-nilai moderasi dalam Islam.