Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
INTERAKSI SOSIAL DAN MOTIVASI BELAJAR - Coggle Diagram
INTERAKSI SOSIAL DAN MOTIVASI BELAJAR
Interaksi Sosial
Faktor-faktor yang mempengaruhi
Faktor imitasi merupakan dorogan untuk meniru orang lain, baik dari segi sikap, penampilan, maupun gaya hidup.
Faktor sugesti. Sugesti adalah anjuran tertentu yang menimbulkan suatu reaksi langsung dan tanpa pikir panjang pada diri individu yang menerima sugesti itu.
Faktor identifikasi. Identifikasi adalah dorongan untuk menjadi identik dengan orang lain
Faktor simpati. Simpati merupakan perasaan tertarik terhadap orang lain, atas dasar perasaan atau emosi.
Syarat
Kontak sosial, merupakan hubungan antara satu orang atau lebih melalui percakapan dengan saling mengerti mengenai maksud dan tujuan masing-masing
Komunikasi sosial, merupakan persamaan pandangan antara orang-orang yang berinteraksi terhadap sesuatu
Hubungan antara dua atau lebih individu manusia, dimana kelakuan individu yang satu mempengaruhi, mengubah, atau memperbaiki kelakuan individu yang lain, atau sebaliknya.
Bentuk-bentuk
Kerjasama, suatu bentuk proses sosial dimana didalamnya terdapat aktivitas tertentu yang ditujukan untuk mencapai tujuan bersama dengan saling membantu ddan saling memahami
Persaingan, merupakan usaha untuk mencapai sesuatu yang lebih daripada yang lainnya.
Pertikaian atau konflik, merupakan bentuk interaksi sosial dimana pihak yang satu berusaha menjatuhkan pihak lain
Akomodasi, merupakan suatu keadaan dimana suatu pertikaian atau konflik, mendapat penyelesaian sehingga terjalin kerjasama yang baik
Motivasi Belajar
Motivasi belajar merupakan rangsangan, dorongan, atau pembangkit tenaga yang dimiliki seseorang untuk memperkukuh kelakuan melalui pengalaman yang bertujuan merubah tingkah laku
Jenis-jenis
Motivasi intrinsik, daya dorong dari dalam diri seseorang untuk melakukan sesuatu demi mencapai tujuan yang diinginkan
Motivasi ekstrinsik, daya dorong dari luar diri seseorang yang berhubungan dengan kegiatan belajarnya sendiri. Motivasi instrinsik dapat berupa:
Memberi nilai
Hadiah
Saingan/kompetisi
ego-involvement
Memberi ulangan
Mengetahui hasil
Pujian
Hukuman
Hasrat untuk belajar
Minat
Tujuan yang diakui
3 pendekatan untuk menentukan jenis motivasi
Pendekatan deskriptif, dapat merujuk pada kejadian-kejadian yang dapat diamati
Pendekatan fungsional
Penggerak, merupakan yang memberikan tenaga tetapi tidak membimbing
Sumber internal: alur pikiran, simbol, dan fantasi dari korteks
Sumber eksternal: simulasi yang diberikan oleh lingkungan
Harapan, keyakinan sementara bahwa suatu hasil akan diperoleh setelah dilakukannya suatu tindakan tertentu
Insentif, objek tujuan yang aktual (dapat berupa penghargaan)
Pendekatan kebutuhan. Kebutuhan manusia sifatnya bertingkat-tingkat. Pemenuhan terhadap tingkat kebutuhan tertentu dapat dilakukan jika kebutuhan sebelumnya telah terpenuhi
Sifat-sifat motivasi
Motivasi intrinsik, bersumber dari kebutuhan dan tujuan-tujuan siswa tersendiri
Motivasi ekstrinsik, dapat disebabkan dari luar situasi belajar seperti angka, kredit, ijazahm tingkatan, hadiah, medali, pertentangan dan persaingan, sarkasme, ejekan, dan hukuman
Ciri-ciri
Menunjukkan minat terhadap bermacam masalah orang dewasa
Senang, rajin, pennuh semangat dalam mengerjakan tugas
Selalu berusaha berprestasi sebaik mungkin
Dapat mempertahankan pendapatnya
Ingin mendalami bahan atau bidang pengetahuan
Mengerjakan tujuan-tujuan jangka panjang
Ulet mengadapi tugas
Senang mencari dan memecahkan soal-soal
Tekun menghadapi tugas
Tidak memerlukan dorongan dari luar untuk berprestasi
Pentingnya motivasi belajar
Hasil belajar akan menjadi optimal jika memiliki motivasi belajar, Semakin tepat motivasi yang diberikan akan semakin berhasil pula pelajaran tersebut. Jadi motivasi akan senantiasa menentukan intensitas usaha belajar bagi individu
Sumber:
https://core.ac.uk/download/pdf/12352161.pdf