Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Karsinoma Payudara Karen Elliora Utama - 2106721061 - KD 6 Pemicu 3 PBL…
Karsinoma Payudara
Karen Elliora Utama - 2106721061 - KD 6
Pemicu 3 PBL Imunologi Hematologi Onkologi
Prinsip Dasar Onkogenesis
Definisi Onkogenesis
Ilmu yang mempelajari proses perkembangan yang tidak terkendali dari suatu sel yang disebut tumor/kanker
Prinsip Onkogenesis
Abnormalitas dari siklus sel. Terutama pada:
Entry Cell Cycle
Regulator checkpoint
Interval 1 siklus
8-30 jam
Molekul yang mengatur Siklus Sel
KINASES (Cyclin-dependent kinases)
CDK Inhibitors
INK4 (p16, p15, p18, dan p19)
Cip/kip (p21, p27, dan p57)
Transcriptional control (pRB, E2F)
Phosphatase & Ubiquitin ligases
Awal mula siklus sel
Kompleks pRB/E2F mencegah transkripsi suatu sel
Aktivasi Cycline D oleh berbagai stimulus
Cyclin D berikatan dengan Cdk4/6 → Fosforilasi protein pRB dan memecah kompleks pRB/E2F
E2F akan mengisi bagian promoter sel dan mengaktivasi transkirpsinya.
Kerusakan pada Entry Cell Cycle
Mutasi pRB
Overexpression CYclin, Cdks, dan Cdc25 serta menurunnya CKIs
CKI p27 (Kip1) sering diekspresikan secara menyimpang pada kanker payudara dan penurunannya berhubungan dengan tumor payudara yang lebih agresif
Germline mutase p16 menjadi predisposisi utama melanoma, dan delesi p15, p16 berhubungan dengan patogenesis limfoma, mesothelioma, dan kanker pankreas
Regulator Checkpoint
Mutasi p53 penyebab tersering.
Amplifikasi gen Mdm2 berujung pada inaktivasi p53 secara berkala
ATM dan Chk2 juga menjadi target mutasi.
Mutasi ATM terlihat pada sindrom ataxia telangiectasia (peningkatan sensitivitas pada radiasi).
Klasifikasi dan Tanda Gejala
Non Invasif
Ductal carcinoma in situ (DCIS)
Benjolan payudara;
Pembengkakan payudara;
Nyeri pada payudara atau puting;
Puting yang menarik ke dalam;
Perubahan kulit (kulit berkerut, kulit menebal, kulit kering, bersisik atau kemerahan);
Pendarahan dari puting;
Ruam (seperti eksim) atau gatal pada atau di sekitar puting
Lobular carcinoma in situ (LCIS)
tidak memiliki gejala
tidak dapat dirasakan selama pemeriksaan payudara atau terdeteksi oleh mammogram
Invasif
Karsinoma duktal invasif
Dimpling atau retraksi kulit payudara atau puting.
Puting keluar cairan, selain ASI.
Kulit bersisik atau bersisik pada puting atau ulserasi (luka) pada kulit payudara atau puting;
Perubahan bentuk payudara;
Nyeri payudara atau puting;
Pembengkakan payudara;
Benjolan di jaringan payudara atau area ketiak;
Kemerahan atau ruam pada kulit payudara
Karsinoma lobular invasif
Perubahan bentuk payudara;
Nyeri payudara atau puting;
Discharge dari puting;
Pembengkakan payudara;
Benjolan pada puting;
Penebalan kulit puting.
Karsinoma meduler
Karsinoma meduler berbatas tegas dan cukup keras;
Permukaan potongannya berdaging, berwarna abu-abu kecoklatan, dan mungkin tampak lobular atau nodular;
Perdarahan, nekrosis, dan bahkan degenerasi kistik tidak biasa;
Tumor ini cenderung lebih kecil dari 3 cm, dengan ukuran median 2 sampai 3 cm.13
Perubahan pada puting;
Kerutan atau lesung pipit pada kulit;
Nyeri pada payudara (ini biasanya bukan merupakan tanda kanker payudara kecuali disertai gejala lain).1
Karsinoma koloid
Benjolan atau penebalan jaringan payudara;
Perubahan tekstur kulit seperti kerutan atau lesung pipi pada kulit;
Benjolan atau pembengkakan di bawah lengan;
Perubahan pada puting;
Discharge dari puting;
Perubahan ukuran atau bentuk payudara.
Lesi agar-agar yang berkilauan dengan tepi yang mendorong dan konsistensi lunak yang mudah dikenali;
Ukuran tumor berkisar dari kurang dari 1 cm hingga lebih dari 20 cm (rata-rata = 3 cm).
Karsinoma tubular
Karsinoma tubular biasanya kecil, berdiameter 1 cm atau kurang dan konsistensinya keras atau keras.
Karsinoma Inflamasi
pembengkakan (edema)
kemerahan (eritema)
tonjolan atau tampak berbintik-bintik, seperti kulit jeruk
Etiologi
Penyebab munculnya penyakit ini dikarenakan adanya interaksi yang kompleks antara berbagai faktor yang dapat dimodifikasi dan tidak dapat dimodifikasi.
Faktor Risiko
gender/jenis kelamin
Usia
Riwayat keluarga
Mutasi gen
Ras atau etnis
Perbedaan dari jaringan payudara
Riwayat kanker payudara
Riwayat terapi radiasi
Aktivitas fisik
Indeks Massa Tubuh
Konsumsi alkohol
merokok, suplementasi vitamin yang kurang memadai, paparn dengan Artificial light, konsumsi makanan, paparan bahan kimiawi, dan konsumsi obat lainnya.
Pathogenesis patofisiologi
Patogenesis
Didasari oleh terjadinya siklus DNA yang berlangsung secara bertahap dan berulang
Terdiri dari DNA damage and repair yang dalam waktu cukup tidak bisa dikompensasi oleh mekanisme repair DNA, lalu menimbulkan efek kaskade kerusakan pada sel jaringan payudara dan mendasari terjadinya perubahan sifat
Malignansi, aktif bertumbuh, destruktif
Gen BRCA1 dan gen BRCA2
Gen HER-2/neu → probabilitas kanker invasive meningkat 30% → overekspresi
Paparan estrogen berlebih bisa meningkatkan pertumbuhan sel-sel jaringan payudara sekaligus memicu perkembangan sel-sel kelenjar payudara menuju malignansi.
Patofisiologi
Disebabkan oleh karsinogenik
Benzoapyrene merupakan salah satu senyawa prekarsinogenik yang diubah menjadi karsinogen aktif oleh sitokrom P-450
Karsinogen aktif sangat reaktif dan agresif
Gen p53 mengkode protein p53
Karsinogenesis dimulai dengan kerusakan atau mutase gen p53
Gen p53 bermutasi mensintesis protein p53 mutan
Histologi Payudara
kelenjar tubuloalveolar termodifikasi, tersusun dari
Unit Sekresi
Alveolar
Sel epitel kuboid selapis
Sel myoepitel
Lobulusl
Lobus
Sistem Duktus
Duktus Intralobularis
Duktus interlobularis
Duktus Laktiferus
Sinus Laktiferus
Stroma Jaringan Ikat Padat
Serat Kolagen
Jaringan Lemak
Patologi Anatomi
non invasive neoplasm
Lobular carcinoma in situ (LCIS)
Ductal carcinoma in situ (DCIS)
Papillary (Low Grade)
Cribriform (Low Grade)
Solid (higher-grade)
Comedo (higher-grade)
Invasive Neoplasm
Ductal (paling sering)
Lobular
Diagnosis
Diagnosis Kerja
Diagnosis Banding
Fibroadenoma
Kista Payudara
Galactocele
Hamartoma
Karsinoma Duktal In Situ
Pemeriksaan
Anamnesis
Keluhan Utama
ukuran dan letak benjolan di payudara
kecepatan pertumbuhan bejolan dengan/ tanpa rasa sakit
nipple discharge, retraksi puting susu, dan krusta
kelainan kulit, seperti dimpling, peau d’orange, ulserasi, atau venektasi
benjolan ketiak dan edema lengan
Keluhan Tambahan
nyeri tulang (vertebra, femur)
sesak, dan lainnya
Pemeriksaan Fisik
Indikasi
nyeri payudara
perubahan kulit
Nipple discharge
Benjolan
perubahan bentuk dan ukuran
Kontraindikasi
Tidak kooperatif
Tidak memberikan izin
anxiety
Status Generalis
Tanda Vital
Status Lokalis
massa tumor, lokasi tumor, ukuran tumor, konsistensi tumor, bentuk dan batas tumor, dan fiksasi tumor ada atau tidak ke kulit/m.pectoral/dinding dada
perubahan kulit seperti kemerahan, dimpling, edema/nodul satelit Peau de orange, atau ulserasi
perubahan puting susu/nipple (tertarik/erosi/krusta/discharge)
daerah aksila: jumlah, ukuran, konsistensi, dan terfiksir terhadap sesama atau jaringan sekitarnya.
daerah supraklavikular: edema
daerah infraklavikular: edema
Sistemik
Pemeriksaan yang Dicurigai Metastasis
lokasi pemeriksaan, seperti tulang, paru, hati, otak
informasi keluhan subjektif pasien dan objektif dari hasil pemeriksaan klinisi
Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium
Pemeriksaan darah rutin
Kimia darah
Tumor marker
Radiologi/ Imaging
Ultrasonografi
Mamografi
MRI
PET - PET CT/Scan
Patologi
Sitologi
Histopatologi
Pemeriksaan molekuler
Diagnosis Nodus Sentinel
Tata Laksana
Farmakologi
Kemoterapi
Terapi hormonal
Terapi target
Radioterapi
Radiasi payudara
Radiasi dinding dada
Radiasi kelenjar getah bening
Non Farmakologi
Mastektomi radikal modifikasi
Mastektomi dengan teknik onkoplasti
Mastektomi simple
Mastektomi subkutan (nipple-skin-sparing mastectomy)
BCT (Breast Conserving Therapy)
Prognosis dan Komplikasi
Prognosis
Tingkat kematian tertinggi ada pada wanita dengan ras black non-hispanik
Pemeriksaan berkala setiap tahun setelah usia 50 tahun → penurunan 25-30% kemungkinan meninggal akibat kanker payudara
Kanker payudara metastatik
Waktu rata-rata kelangsungan hidup <3 tahun
Metastasis ke jaringan lunak, tulang, dan organ masing-masing menyumbang sekitar ⅓ dari lokasi awal relaps
Wanita dengan satu kanker payudara
berisiko mengalami kanker payudara kontralateral dengan tingkat sebesar 0,5% per tahun
dapat berkurang jika mendapat tamoksifen adjuvan
Terdapat >49% penurunan kanker payudara pada wanita dengan risiko yang setidaknya 1,66% mengonsumsi obat untuk lima tahun
Komplikasi
Pembedahan
infeksi penumpukan seroma-nekrosis flap-edema lenan
Infeksi
Nyeri
Perdarahan
Jaringan parut permanen
Perubahan/kehilagan sensasi area dada
Terapi Hormon
Menstruasi tidak teratur
Hot flashes vaginal discharge
Keputihan
Kelelahan
Pengobatan tamoksifen
Karsinoma endometrial
Kemoterapi
Nausea
Diare
Kehilangan rambut
Kehilangan memori
Kekeringan vagina
Gejala menopausal
Isu fertiliitas
Neuropati
Radiasi
Perubahan kulit dan nyeri
Kelelahan
Nausea
Kehilangan rambut
Masalah jantung dan paru-paru
Neuropati
Staging dan Tanda Gejala
Sistem Stadium TNM
Sistem Stadium 0-IV
Stadium 0
kanker payudara non-invasif,
Tidak ada sel kanker atau abnormal yang keluar dari daerah payudara
Stadium I
Stadium IA
Tumor berukuran hingga 2 sentimeter (cm)
Kanker belum menyebar ke luar payudara
Stadium IB
sekelompok kecil sel kanker > 0,2 milimeter (mm), <2mm ditemukan di kelenjar getah bening
ada tumor di payudara yang ukurannya 2cm dan sel kanker yang ukurannya >0.2mm, <2mm di kelenjar getah bening
Stadium II
Stadium IIA
Tidak ada tumor yang dapat ditemukan di payudara, tetapi kanker >2mm ditemukan di satu sampai tiga kelenjar getah bening aksila
Tumor berukuran 2 cm atau lebih kecil dan telah menyebar ke kelenjar getah bening aksila
Tumor lebih besar dari 2 cm, tetapi tidak lebih besar dari 5 cm dan belum menyebar ke kelenjar getah bening aksila
Stadium IIB
Tumor 2cm<x<5cm; kelompok kecil sel kanker payudara 0,2 mm<x<2 mm ditemukan di kelenjar getah bening
Tumor lebih besar dari 2 cm, tetapi tidak lebih dari 5 cm; kanker telah menyebar ke satu sampai tiga kelenjar getah bening aksila atau ke kelenjar getah bening di dekat tulang dada
Tumor lebih besar dari 5 cm tetapi belum menyebar ke kelenjar getah bening aksila
Stadium III
Stadium IIIA
Tidak ada tumor yang ditemukan di payudara atau tumor bisa berukuran berapa saja; kanker ditemukan di empat hingga sembilan kelenjar getah bening aksila atau di kelenjar getah bening dekat tulang dada
Tumor lebih besar dari 5 cm; kelompok kecil sel kanker payudara (lebih besar dari 0,2 mm tetapi tidak lebih besar dari 2 mm) ditemukan di kelenjar getah bening
Tumor lebih besar dari 5 cm; kanker telah menyebar ke satu hingga tiga kelenjar getah bening aksila atau ke kelenjar getah bening di dekat tulang dada
Stadium IIIB
Tumor bisa berukuran berapa saja dan telah menyebar ke dinding dada dan/atau kulit payudara dan menyebabkan pembengkakan atau bisul
Stadium IIIC
Mungkin tidak ada tanda-tanda kanker di payudara atau, jika ada tumor, ukurannya bisa berapa saja dan mungkin telah menyebar ke dinding dada dan/atau kulit payudara, dan kanker telah menyebar ke 10 atau lebih kelenjar getah bening aksila
Kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening di atas atau di bawah tulang selangka
Kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening ketiak atau ke kelenjar getah bening di dekat tulang dada
Stadium IV
kanker payudara invasif yang telah menyebar ke luar payudara dan kelenjar getah bening di dekatnya ke organ tubuh lainnya, seperti paru-paru, kelenjar getah bening jauh, kulit, tulang, hati, atau otak
Pencegahan dan Deteksi Dini
SADANIS
Mammografi screening
SADARI