Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Koneksi Antar Materi T1 Sosial Emosional Learning (SEL), Nama: Atika Putri…
Koneksi Antar Materi T1 Sosial Emosional Learning (SEL)
Teknik pembelajaran sosial emosional
Terintegrasi dalam pembelajaran, kompetensi sosial emosional dapat diintegrasikan dalam pembelajaran. Contohnya pendidik membentuk kelompok kecil untuk berdiskusi dalam memecahkan masalah dengan arahan LKPD.
Pendidik dapat membiasakan peserta didik untuk mengikuti tata tertib. Baik tata tertib yang disepakati dalam pembelajaran. selain itu, tata tertib yang sudah ada disekolah. Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan sikap menghargai peserta didik.
Komponen Pembelajaran Sosial Emosional
Self awareness (kesadaran diri): Peserta didik memiliki kompetensi dalam memahami emosi, pemikiran, dan nilai-nilai yang mempengaruhi prilakunya dalam bebagai kondisi.
Self management (manajemen diri): Peserta didik memiliki kompetensi dalam mengelola emosi, pemikiran, dan prilaku secara efektif pada situasi yang berbeda.
Social awareness (kesadaran sosial): Peserta didik memiliki kompetensi dalam memahmi perspektif yang berbeda. Supaya dapat menumbuhkan rasa empati terhadap kondisi seseorang yang memiliki kondisi yang berbeda.
Responsible Decision Making (Pengambilan keputusan yang Bertanggung Jawab): Peserta didik memiliki kompetensi dalam membuat pilihan yang tepat dan konstruktif pada situasi tertentu.
Relations Skills (Ketrampilan sosial): Peserta didik memiliki kompetensi dalam menjalin hubungan yang sehat meskipun memiliki latar belakang yang berbeda.
Contoh integrasi pembelajaran sosial emosional dalam pembelajaran di kelas 4 SD
Terintegrasi dalam pembelajaran matematika dengan membentuk kelompok kecil dan mengajak peserta didik untuk mengerjakan secara belerjasama dan berdiskusi.
Membiasakan peserta didik untuk sadar dalam membuat kesepakatan seperti tata tertib. Contohnya membudayakan peserta didik untuk hadir tepat waktu agar peserta didik dapat terbiasa untuk manajemen diri sendiri dalam mengelola waktu.
Membiasakan peserta didik untuk memiliki sikap toleransi dengan menghargai teman yang memiliki beragam suku dan agama. Contoh tidak mengganggu temannya dalam melakukan ibadah doa. Hal ini membiasakan peserta didik untuk dapat menumbuhkan kompetensi ketrampilan sosial dalam membangun hubungan yang baik antar teman.
Kaitan dengan Pembelajaran yang Sebelumnya
Filosofi Pendidikan: Mata kuliah ini saling berkaitan dimana saat belajar tentang landasan dasar dalam pembelajaran menurut Ki Hajar Dewantara salah satunya budi pekerti. Terdapat aspek kemampuan pengembangan sosial emosional yaitu kesadaran diri, manajemen diri, pengambilan keputusan yang bertanggung jawab kesadaran sosial, dan ketrampilan sosial.
Asesmen Pengajaran da Pembelajaran yang Efektif 1: Pada saat pembelajaran, asesmen penilaian sikap diperlukan. Hal ini menunjukan bahwa kecerdasan emosional sangat penting dalam perkembangan peserta didik. Pada perangkat yang saya buat, penilaian sikap selalu saya rancang sebab setiap pembelajaran selalu ada harapan saya sebagai pendidik nantinya pembelajaran tersebut memberikan dampak dalam perkembanagn sosial emosionanya yang terlihat dari penilaian sikap.
Perancang dan Pengembangan Kurikulum: Kpmpetensi sosial emosional digunakan sebagai landasan dalam mengembangkan kurikulum menggunakan sebuah desain seperti UbD.
Proyek Kepemimpinan 1: Pada proyek kepemimpinan 1 kita diajarkan untuk menjadi sebuah pemimpin. Merancang proyek dengan banyak orang dan berbagai peran didalamnya tentunya kompetensi sosial emosional sangat diperlukan. Sebab saat membuat proyek tidak hanya pemimpin yang dituntut memiliki kompetensi sosial emosional tetapi anggota juga harus memiliki agar proyek dapat berjalan.
Computational Thinking: Kaitan dengan kompetensi sosial emosional dapat terlihat saat peserta didik dapat menemukan pemecahan masalah. Peserta didik dapat berfikir secara komputasi. Seperti yang dijelaskan, pengembangan kompetensi sosial emosional dapat dilakukan dengan memecahkan masalah secara berkelompok. Agar budaya diskusi dapat tumbuh dalam pembelajaran.
Pemahaman Tentang Peserta Didik dan Pengajarannya: Pada mata kuliah ini dapat mempelajari karakteristik peserta didik yang memiliki karakteristik yang beragam dengan profiling. Profiling dijadikan untuk lesson plan khususnya perkembangan sosial emosional terintegrasi dengan pembelajaran lain.
Praktik Pengalaman Lapangan 1: Tentunya hal ini berkaitan dengan kegiatan PPL. Sebab, teori kompetensi sosial emosional dapat diterapkan secara aksi nyata saat PPL. Pengetahuan yang diperoleh dapat diimplementasikan dalam memahami karakteristik peserta didik dan mengembangkan kompetensi sosial emosional peserta didik.
Nama: Atika Putri
Kelas: SD-01
NPM: 221306119909