Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
INFEKSI CACING - Coggle Diagram
INFEKSI CACING
Terdiri dari
ASKARIASIS
golongan
nematoda
penyebab
Cacing ascaris -> Ascaris lumbricoides -> ditemukan pada tempat yang tidak higienis
habitat
USUS
tanda dan gejala
Nyeri abdomen, kembung, mual dan muntah, anoreksia, diare
epidemiologi
tersebar di daerah tropis dan subtropis terutama dengan sanitary yang kurang baik
patofisiologi
Infeksi terjadi dengan masuknya telur cacing infektif ke dalam mulut menuju usus halus
Dalam usus halus, bagian atas dinding telur akan pecah sehingga larva dapat keluar dan menembus dinding usus halus menuju vena porta hati
larva akan beredar menuju jantung, paru-paru, lalu menembus dinding kapiler masuk ke dalam alveoli
larva cacing masuk ke faring dan menimbulkan rangsangan pada faring
Dalam usus halus, sesudah berganti kulit, larva cacing akan tumbuh menjadi cacing dewasa
Ancylostomiasis
penyebab
Infestasi parasit Necator americanus dan Ancylostoma duodenale
ditularkan
berjalan tanpa alas kaki di tanah terkontaminasi atau larva Ancylostoma duodenale yang tertelan
tanda dan gejala
ground itch, diare, anemia, gangguan pernpasan
epidemiologi
wilayah beriklim hangat dan lembap, seperti Amerika bagian Tenggara
patofisiologi
Telur berada dalam tinja, larva menetas dalam 1 hingga 2 hari hidup bebas di tanah yang terkontaminase
larva thabditiform dalam tinja dan/atau tanah dan setelah 5-10 hari menjadi larva filariform (tahap ketiga) infektif
larva infektif dapat bertahan hidup 3-4 minggu
Larva mencapai jejunum dari usus halus dan menjadi tempat pematangan dewasa
Trichuriasis
penyebab
makanan atau tangan yang terkontaminasi, sayur-sayuran atau buah tidak dicuci, dikupas, atau dimasak
tanda dan gejala
Nyeri abdomen, nyeri saat buang air besar, berat, apendistis, mual dan muntah
epidemiologi
Asia dan Amerika Serikat bagian Tenggara
patofisiologi
cacing dewasa hidup di kolon asendens dan sekum
menginfeksi
memasukkan bagian anterior ke dalam mukosa usus
menimbulkan
iritasi dan peradangan mukosa usus
Taeniasis
penyebab
Taenia solium -> cacing pita pada babi yang memiliki dampak infeksi yang kuat pada kesehatan manusia
tanda dan gejala
sakit perut kolik, mual, lemas, diare, pusing, pruritus ani, hipereksitabilitas
epidemiologi
Amerika tengah dan selatan, Asia tenggara, India, filipina, eropa timur, dan Cina
patofisiologi
sus manusia, sistiserkus berkembang menjadi cacing pita dewasa dalam waktu 2 bulan
cacing pita dewasa menempel pada usus hakus dengan scolex, lalu menetap di sana
cacing pita dewasa memproduksi proglotid matang -> gravid -> terlepas dari cacing pita bermigrasi ke anus
keluar bersama dengan feses
Schistosomiasis
(Bilharzia)
penyebab
cacing Schistosoma mansoni; S. haemarobium; S. japonisum; S. mekongi; S. Intercalatum (uncommon)
tanda dan gejala
Hipersensitivitas, demam, menggigil, batuk, nyeri otot
epidemiologi
Seluruh Afrika, Amerika Selatan, Karbia, Indonesia, dan beberapa bagian Cina dan Asia Tenggara
patofisiologi
telur schistosoma dikeluarkan oleh fases atau urin
telur menetas dan melepaskan mirasidia -> menembus inang perantara (siput)
serkaria infektif berenang menembus kulit inang manusia
melepaskan ekornya yang bercabang, menjadi schistosomulae
schistosomulae bermigrasi melalui sirkulasi vena ke paru-paru, kemudian ke jantung
cacing dewasa jantan dan betina bersanggama tinggal di venula mesenterika
Enterobiasis
penyebab
Enterobiasis vermicularis menginfeksi melalui rute fecal-oral
Autoinfeksi dengan perpindahan telur cacing kemi infektif dari anus ke mulut
habitat
kolon dan rektum
tanda dan gejala
pruritus perianal pada malam hari
gejala lain
gigi bergemeretak, enuresia, insomnia anoreksia, mudah marah, sakit perut
epidemiologi
Seluruh dunia dan sering terjadi pada anak-anak usia sekolah atau <18 tahun
patofisiologi
Enterobius vermicularis betina dewasa terlur pada lipatan perianal
Infeksi terjadi melalui inokulasi diri atau melalui paparan telur di lingkungan
setelah menelan telur infektif, larva menetas di usus halus
Larva dewasa menempatkan dirinya di usus besar -> sekum
Gravid betina bermigrasi pada malam hari di luar anus bertelur sambil menyarap di kulit area perianal
TERAPI UMUM PENANGGULANGAN
DAN PENCEGAHAN
Mebendazole
dosis
500 mg dosis tunggal
Pyrantel Pamoat
dosis
125 mg/tab dosis tunggal
Albendiazol
dosis
lebih dari 2 thn - dewasa
400 mg dosis tunggal (dalam sediaan sirup atau tablet kunyah)
Anak 1-2 thn
200 mg dosis tunggal (dalam sediaan sirup)
TERAPI KHUSUS PEDIATRI
Ascariasis
dosis 1-2 tahun
Albendazole
200 mg peroral 1 kali sehari
dosis di atas 2 tahun
Mebendazole
100 mg 2 kali sehari selama 3 hari
Albendazole
400 mg peroral 1 kali sehari
Ancylostomiasis
Albendazole (oral)
dosis
Dosis 400 mg => Anak > 2thn dan cutaneous larva migrans
Dosis 200 mg => Anak 12-24 bulan
Mebendazole (oral)
dosis > 2 thn
2 x 100 mg/hari selama 3 hari berturut-turut
Pyrantel Pamoat (oral)
dosis
untuk ibu hamil dan anak (<1 thn) masih terbatas
Trichuriasis
lini pertama
Albendazole
dosis >2 thn
400 mg secara oral sekali sehari selama 3 hari
dosis 1-2 thn
200 mg secara oral dosis tunggal
Mebendazole
Alternatif
Ivermectin dan Oxantel Pamoat
Taeniasis
lini pertama
Praziquantel
Alternatif
Albendazole
dosis 1-2 thn
200 mg dosis tunggal
Schistosomiasis
lini pertama
Praziquantel 20mg/kgBB secara oral 3 kali sehari (interval 4-6 jam)
Enterobiasis
Mebendazole (oral)
dosis > 2 thn
dosis tunggal 100 mg
Albendazole (oral)
dosis > 2 thn
dosis tunggal 400 mg
TERAPI FARMAKOLOGI INFEKSI
CACING PENCERNAAN
Benzimidazoles : Albendazole
dosis dewasa
400 mg secara oral dalam dosis tunggal dalam perut kosong
dosis anak > 2 thn
400 mg secara oral dalam dosis tunggal dalam perut kosong
Indikasi
Ascariasis, Enterobiasis, Trichuriasis, Ancylostomiasis
Interaksi
dengan Carbamazepine dapat menurunkan konsentrasi Albendazole
mekanisme kerja
anthelmintics spektrum luas yang menyebabkan kematian pada parasit mikrotubulus dari parasit yang mengikat situs sensitif kolkisin dari beta tubulin
untuk
menghambat polimerisasi mikrotubulus
efek samping
sakit perut, mual, muntah, sakit kepala
Praziquantel
Indikasi dan dosisnya
Schistosomiasis
20 mg/kg secara oral tiga kali sehari (interval 4-6 jam)
Clonorchiasis
25 mg/kg secara oral tiga kali sehari (interval 4-6 jam)
Infeksi karena Opisthorchis viverrini
25 mg/kg secara oral tiga kali sehari (interval 4-6 jam)
Interaksi
Carbamazepin, Phenobarbital, Deksametason => mengurangi bioavailabilitas Praziquantel
Albendazole => mengurangi bioavailabilitas Albendazole
mekanisme kerja
Peningkatan Influks ion Ca2+ ke dalam sel cacing dan sel tegumen
efek samping
sakit perut, mual dan muntah, pusing, demam
Levamisole
Dosis
Askariasis : 150 mg (dosis tunggal)
Anak : 3 mg/kg (dosis tunggal)
Ankilostomiasis/kombinasi askariasis & ankilostomiasis :
anak dan dewasa 2,5 mg/kg (dosis tunggal)
Indikasi
Ascariasis, cacing gelang, ankilostomiasis, cacing tambang
Interaksi
Peningkatan aktivitas warfarin; peningkatan konsentrasi fenitoin
mekanisme kerja
mengurangi kapasitas cacing jantan untuk mengendalikan otot reproduksi dan membatasi kemampuan cacing bereproduksi
agen antihelmintik berkaitan dengan aktivasi terhadap reseptor asetilkolin nikotinat tipe-L pada otot nematoda
efek samping
mual, muntah, diare, rasa tidak nyaman pada perut, pusing, sakit kepala
Benzimidazoles : Mebendazoles
Indikasi Ascariasis
dan dosisnya
100 mg secara oral dua kali sehari selama tiga hari dan dapat diulang setelah 3 minggu
500 mg secara oral dalam dosis tunggal
Indikasi Trichuriasis dan dosisnya
100 mg secara oral dua kali sehari selama tiga hari dan dapat diulang setelah 3 minggu
500 mg secara oral dalam dosis tunggal
Indikasi Ancylostomiasis dan dosisnya
100 mg secara oral dua kali sehari selama tiga hari dan dapat diulang setelah 3 minggu
Interaksi
dengan Metronidazole : peningkatan risiko Steven-Johnson, nekrolisis epidermal toksik
mekanisme kerja
menyebabkan degenerasi sitoplasma mikrotubulus dari parasit serta secara selektif dan irreversible
memblok pengambilan glukosa pada cacing penghuni usus dewasa yang rentan dan larva penghuni jaringannya
efek samping
sakit perut, diare, kembung, kehilangan nafsu makan, mual, dan muntah
Macrolcyclic Lactone : Ivermectin
Dosis
Dewasa dan anak > 15 kg : 150 mcg/kg BB PO dosis tunggal;
ulangi pengobatan setiap 3-12 bulan hingga gejala hilang
Indikasi
Ascariasis dan Trichuriasis
Interaksi
bersama Levamisole meningkatkan kadar Ivermectin dalam plasma; dan penggunaan bersama Warfarin meningkatkan INR
mekanisme kerja
berikatan dengan glutamate-activated-Cl - ion channels dan menghambat pembukaan glutamate-activated-Cl - ion channels pada nematoda
efek samping
demam tinggi, takikardia, hipotensi, pusing, sakit kepala, mialgia, artralgia, diare, edema wajah dan perifer
Oxantel
Dosis
Dewasa
Kombinasi dengan pyrantel : 10-20 mg/kg (dosis tunggal)
Anak
Kombinasi dengan pyrantel : 10-20 mg/kg (dosis tunggal)
Indikasi
Enterobiasis, Ankilostomiasis, Trichostrongylus orientalis
Interaksi
Penghambatan CYP
mekanisme kerja
membuka saluran kation nonselektif dan menginduksi aktivasi reseptor asetilkolin nikotinat
agen penghambat neuromuskular dengan mekanisme depolarisasi
efek samping
sakit kepala, rasa tidak nyaman pada perut, diare
Pyrantel Pamoat
Indikasi dan dosisnya
Askariasis, enterobiasis
11 mg dasar/kg; maksimal 1 gr dasar dosis tunggal
Interaksi
Antagonis terhadap Piperazine dan sebaliknya
mekanisme kerja
menghambat kolinesterase
mendepolarisasi agen penghambat neuromoskular
efek samping
diare, mual, muntah, pusing, sakit kepala, somnolen
TERAPI KOMPLIKASI
Ascariasis
obstruksi intestinal
Primer : Albendazole, Mebendazole
Sekunder : Pyrantel Pamoat, Piperazine
Penyakit Heoatobilier/ pankreatic
Primer : Albendazole, Ivermectin
Sekunder : Pyrantel Pamoat, Piperazine
Anyclosmiasis
Pyrantel Pamoat (25mg/tab) dosis tunggal
Trichuriasis
Iron deficiency anemia
Ferrous sulfate : 60-65/324-325 mg tablet
Ferrous gluconate : 38 mg/325 mg tablet
Ferrous fumarate : 66 mg/200 mg tablet
Taeniasis
neurocysticercosis dan muscular & dermatologic cysticercosis
Albendazole (50 mg/kg/hari dibagi dalam 3 dosis selama 14 hari), Praziquantel (75 mg/kg/hari selama 10 hari), atau keduanya
ocular cysticercosis
Albendazole/Praziquantel + oral kortikosteroid
Rejimen terapi 4 minggu oral Albendazole (15mg/kg/hari) + oral steroid (1,5 mg/kg/hari) dengan pengurangan dosis selama periode 1 bulan
Enterobiasis
infeksi kronis
Mebendazole => 100-200 mg (dosis tunggal) untuk > 2 thn - dewasa,
setiap 14 hari dalam periode 16 minggu
Albendazole => 200-400 mg (dosis tunggal),
setiap 14 hari dalam periode 16 minggu
urogenital infection
Albendazole => 200-400 mg (dosis tunggal), setelah 14 dan 18 hari
Ivermectin => 200 mcg/kg BB (dosis tunggal), setelah 14 dan 18 hari
KONDISI AKIBAT KOMPLIKASI
Appendictis
Infeksi cacing kremi yang parah dapat menimbulkan resiko komplikasi appendictis
Malnutrisi
Cacing menyebabkan obstruksi di usus
malabsorbsi => malnutrisi => astenia (lemas), penurunan berat badan
Pendarahan
Mechanical trauma pada mukosa usus perlekatan cacing dan abrasi
Prolaps rektum
rektum mengendur dan keluar dari anus
Vulvovaginitis
Infeksi yang menyebar hingga vagina hingga dapat membuat keluarnya cairan vagina
Neurocysticercosis
Sistiserkus pada otak
Anemia defisiensi besi
kehilangan darah antara 0,05-0,1 mm perhari
Ocular cysticercosis
Infeksi pada ruang subretinal, vitreous, dan konjungtiva