Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Pulmonary Tuberculosis - Coggle Diagram
Pulmonary Tuberculosis
Cara Menegakkan Diagnosis
Anamnesis
Pemeriksaan Fisik
Laboratorium
Pemeriksaan Bakteriologi
Foto Rontgen Dada
Interferon-Gamma Release Assay (IGRA)
Tes resistensi Obat Anti Tuberkulosis (OAT)
Pemeriksaan Serolog
Komplikasi TB Paru
extra-pulmonary tuberculosis, meningitis TB, perikarditis
TB, TB Milier, scrofula, artritis TB, ataupun TB spina.
Manifestasi Klinis
Demam, batuk, nyeri dada, sesak nafas, malaise,anoreksia, penurunan berat badan, keringat malam hari, hemoptisis
Treatment of TB
Rifampisin, isoniazid, irazinamid, etambutol, streptomisin
Definisi dan Klasifikasi TB Paru
TB Paru atau Tuberkulosis Paru adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri mycobacterium tuberculosis yang menyerang jaringan (parenkim) paru.
Klasifikasi
Berdasarkan lokasi, berdasarkan riwayat penyakit, bacteriological results, based on HIV test.
Edukasi dan Pencegahan
Edukasi
Pasien dan keluarganya perlu mendapatkan informasi bahwa tuberkulosis paru adalah penyakit yang dapat dicegah dan dapat disembuhkan.
Menjelaskan bahwa transmisi tuberkulosis paru dapat terjadi melalui droplet pernapasan dan memberi tahu pasien untuk melakukan etika batuk dan bersin yang tepat.
Pengawasan ketaatan minum obat, dan control secara teratur.
Rumah sebaiknya memiliki ventilasi yang baik dan mendapatkan paparan cahaya matahari yang cukup.
Semua barang atau alat yang digunakan penderita TB paru harus terpisah dan tidak boleh digunakan oleh orang lain.
Mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak kadar karbohidrat dan tinggi protein.
Pencegahan
Pasien dan keluarganya perlu mendapatkan informasi bahwa tuberkulosis paru adalah penyakit yang dapat dicegah dan dapat disembuhkan.
Menjelaskan bahwa transmisi tuberkulosis paru dapat terjadi melalui droplet pernapasan dan memberi tahu pasien untuk melakukan etika batuk dan bersin yang tepat.
Pengawasan ketaatan minum obat, dan control secara teratur.
Rumah sebaiknya memiliki ventilasi yang baik dan mendapatkan paparan cahaya matahari yang cukup.
Semua barang atau alat yang digunakan penderita TB paru harus terpisah dan tidak boleh digunakan oleh orang lain.
Mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak kadar karbohidrat dan tinggi protein.
Patofisiologi batuk berdahak
Irritation phase, inspiration, compression phase, expiration phase.
Diagnosis Banding Batuk Berdahak
Asthma, UACS, NAEB, GERD, Ace inhibitor use, Lung cancer, Bronchiectasis
Etiology and Risk Factors
Etiology
Mycobacterium tuberculosis
Risk Factors
People with HIV.
Immunosuppressive drugs usage.
Diabetes Mellitus patient.
Age (with under 5 or with elder people).
Genetic defect (for example in natural resistence-associated membrane protein-1 (NRAMP-1) and vitamin D receptors.
Sillicosis.
Bad ventilation.
Living places: dirty and seedy environment.
Less of UV exposure.
Patofisiologi TB Paru
Patofisiologi tuberkulosis paru atau TBC paru disebabkan oleh infeksi Mycobacterium tuberculosis yang menular melalui aerosol dari membran mukosa paru-paru individu yang telah terinfeksi. Ketika seseorang dengan TB paru yang aktif batuk, bersin, atau meludah, droplet akan keluar ke udara bebas. Ketika terinhalasi oleh individu lain, droplet infeksius akan terkumpul di paru-paru dan organisme akan berkembang dalam waktu 2–12 minggu.
Kontak pertama bakteri Mycobacterium tuberculosis dengan host dapat menyebabkan infeksi tuberkulosis primer yang umumnya membentuk lesi tipikal TB, yaitu kompleks Ghon. Kompleks Ghon merupakan granuloma epiteloid dengan nekrosis kaseosa di bagian tengahnya.