Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
HYPNOTHERAPY SYAHRUL AMIN 2208260143 - Coggle Diagram
HYPNOTHERAPY
SYAHRUL AMIN 2208260143
SUGGESTIBILITY TEST
DEFINISI
Tes untuk mengetahui tingkat respons klien terhadap sugesti sebelum dilakukan induksi.
TUJUAN
Menentukan teknik induksi yang paling efektif.
Melihat kesiapan mental klien memasuki kondisi trance.
Menambah kepercayaan klien terhadap proses hipnosis.
TAHAPAN
Memberikan instruksi sederhana.
Mengamati respon klien terhadap sugesti.
Menjelaskan hasil uji secara positif.
JENIS
Finger Lock Test
Hand Clasp Test
Arm Levitation Test
Magnetic Hands Test
CONTOH
“Bayangkan tangan Anda seperti magnet yang saling menarik. Semakin Anda menarik napas, semakin kuat tarikannya.”
INDUCTION
DEFINISI
proses membawa klien dari kondisi sadar penuh menuju kondisi relaksasi/trance.
TUJUAN
Menciptakan kondisi rileks yang memungkinkan sugesti diterima dengan baik.
Menurunkan aktivitas pikiran kritis.
TAHAPAN
Instruksi relaksasi fisik.
Fokus perhatian (misal pada napas atau objek).
Pengalihan kesadaran secara bertahap.
JENIS
Progressive Relaxation Induction
Eye Fixation (Metode Elman atau Erickson)
Rapid Induction
Shock Induction
Breathing Induction
CONTOH
“Tarik napas dalam… hembuskan perlahan… rasakan tubuh Anda semakin ringan… mata Anda menjadi berat… semakin rileks.”
GIVING SUGGESTION
DEFINISI
proses menyampaikan pernyataan terapeutik kepada klien untuk mengubah pikiran, emosi, atau perilaku tertentu.
TUJUAN
Mengarahkan pikiran bawah sadar pada perubahan positif.
Menanamkan kebiasaan/reaksi baru yang lebih adaptif.
Mengurangi gejala (stress, cemas, depresi, kebiasaan buruk).
TAHAPAN
Merumuskan sugesti sesuai tujuan klien.
Menyampaikan sugesti dengan bahasa positif dan jelas.
Memastikan sugesti diterima dalam kondisi trance.
JENIS
Sugesti langsung
Sugesti tidak langsung (Ericksonian)
Post-hypnotic suggestion
Future pacing
CONTOH
“Mulai hari ini Anda merasa lebih tenang, lebih percaya diri, dan lebih mampu mengelola pikiran negatif.”
DEEPENING
DEFINISI
Tahap memperdalam kondisi trance agar klien menjadi lebih relaks dan reseptif terhadap sugesti.
TUJUAN
Memperkuat fokus internal.
Meningkatkan akseptabilitas sugesti terapeutik.
TAHAPAN
Memberikan sugesti pendalaman.
Mengurangi stimulasi eksternal.
Memastikan klien stabil dalam kondisi trance.
JENIS
Countdown
Staircase Technique
Fractionation
Sensory Deepening
CONTOH
“Bayangkan Anda menuruni tangga dari angka 10… setiap langkah membuat Anda dua kali lebih rileks.”
TERMINATION
DEFINISI
tahap mengakhiri sesi hipnosis dan membawa klien kembali ke kesadaran normal.
TUJUAN
Mengembalikan klien ke kondisi sadar dengan nyaman.
Memastikan klien merasa segar, stabil, dan tidak pusing.
Menutup sesi dengan integrasi pengalaman.
TAHAPAN
Menghitung dari terkecil (1–5 atau 1–10).
Memberikan sugesti positif akhir (energi baru, segar).
Meminta klien membuka mata secara bertahap.
JENIS
Gradual awakening (perlahan)
Direct awakening (instruksi langsung)
CONTOH
“Saya akan hitung dari satu sampai lima. Ketika saya mencapai angka lima, Anda akan membuka mata, merasa segar dan nyaman. Satu… dua… tiga… empat… lima.”
PRE-INDUCTION
DEFINISI
Tahap awal sebelum masuk ke proses hipnosis, berupa komunikasi, building rapport, dan penjelasan kepada klien tentang apa yang akan dilakukan.
TUJUAN
Membangun rasa aman dan percaya antara terapis dan klien.
Menjelaskan proses hipnosis sehingga klien tidak cemas.
Mengidentifikasi masalah & tujuan terapi.
Menilai kecocokan metode dengan kondisi klien.
TAHAPAN
Menjalin rapport (komunikasi yang nyaman).
Menjelaskan prinsip hipnosis dan proses sesi.
Menjawab kekhawatiran klien (psychoeducation).
Mengatur lingkungan (tenang, aman, minim distraksi).
Menggali keluhan dan tujuan klien.
JENIS
Rapport verbal: percakapan ringan, empati, afirmasi.
Rapport non-verbal: bahasa tubuh terbuka, senyum, postur sejajar.
Psychoeducation hipnosis: edukasi, klarifikasi mitos.
CONTOH
“Selama sesi ini Anda tetap sadar, hanya lebih rileks. Anda bisa berhenti kapan saja. Tujuan kita adalah membantu Anda mengurangi stres dan kecemasan.”