Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
EVALUASI PEMBELAJARAN - Coggle Diagram
EVALUASI PEMBELAJARAN
Pendidikan Karakter
Pendidikan karakter diharapkan dapat membentuk manusia secara utuh (holistic) yang berkarakter. Selain itu sebagai pembentuk pembelajar sepanjang hayat yang akan mampu mengembangkansemua potensi siswa secara seimbang (spiritual, emosional, intelektual, sosial, dan jasmani) dan juga secara optimal.
Pengimplementasian nilai pendidikan karakter
Penguatan pendidikan karakter berbasis kelas
Penguatan pendidikan karakter berbasis keluarga
Penguatan pendidikan karakter berbasis masyarakat
Pendidikan karakter adalah usaha untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan baik Sehingga siswa dapat bersikap dan bertindak berdasarkan nilai-nilai yang telah menjadi kepribadiannya.
Pengalaman belajar
Merupakan rangkaian proses dan peristiwa yang dialami oleh setiap individu dalam ruang lingkup tertentu sesuai dengan metode atau strategi pembelajaran yang diberikan oleh guru. Pengalaman belajar diperoleh oleh siswa melalui media tertentu dan proses mendengarkan melalui bahasa.
Macam-macam pengalaman belajar
Pengalaman langsung, merupakan pengalaman yang didapat langsung oleh siswa sebagai hasil dari aktivitasnya sendiri. Hasil dari pengalaman ini adalah hasil konkret.
Pengalaman tiruan, merupakan pengalaman yang didapat melalui benda atau kejadian yang dimanipulasi agar mendekati objek yang sebenarnya.
Pengalaman melalui drama, merupakan pengalaman yang didapat dari kondisi dan situasi yang diciptakan melalui drama dan menggunakan scenario yang sesuai.
Pengalaman melalui demonstrasi, merupakan pengalaman yang menggunakan teknik penyampaian informasi melalui peragaan.
Pengalaman wisata, adalah pengalaman yang didapat melalui kunjungan ke suatu objek yang ingin dipelajari.
Pengalaman melalui pameran, merupakan pengalaman yang melalui usaha untuk menjukkan hasil karya.
Pengalaman melalui televisi, termasuk pada pengalaman tidak langsung karena televisi merupakan perantara.
Pengalaman melalui gambar hidup dan film.
Pengalaman melalui radio dan gambar.
1Pengalaman melalui lambang-lambang visual.
Pengalam melalui lambang verbal. Siswa mendapat pengalaman melalui bahasa lisan atau tulisan.
Model Pembelajaran
Pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning)
Merupakan pembelajaran yang dimulai dengan sajian atau tanya jawab lisan yang terkait dengan dunia nyata.
Indikator pembelajaran kontekstual
Modeling, berupa pemusatam perhatian, motivasi, penyampaian kompetensi-tujuan, pengarahan-petunjuk, rambu-rambu, contoh.
Questioning, berupa eksplorasi, membimbing, menuntun, mengarahka, mengembangkan, evaluasi, inkuiri, generalisasi.
Learning community, berupa belajar secara kelompok atau individualm minds-on, hands-on, mencoba, mengerjakan.
Inquiry, berupa identifikasi, investigasi, hipotesis, konjektur, generalisasi, menemukan.
Constructivism, berupa membangun pemahaman sendiri, mengonstruksi konsep-aturan, analitis-sintesis.
Reflection, berupa review, rangkuman, tindak lanjut.
Authentic assessment, berupa penilaian selama proses dan sesuah pembelajaran, penilaian terhadap setiap aktivitas-usaha siswa, penilaian portofolio, penilaian objektif dari berbagai aspek dengan berbagai cara.
Pembelajaran berbasis masalah
Merupakan metode pembelajaran yang menggunakan masalah sebagai langkag awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru.
Kooperatif (cooperative learning)
Merupakan kegiatan pembelajaran dnegan cara berkelompok untuk berkea sama saling membanti mengonstruksi konsep, menyelesaikan persoalan, atau inkuiri.
TGT (teams games tournament)
Penerapan dengan model ini dilakukan dengan cara mengelompokkan sisa heterogen, dengan tugas setiap kelompok berbeda atau sama.
Ranah
Ranah psikomotor
Ranah inii meliputi kompetensi melakukan pekerjaan dengan melibatkan anggota badan yang berkaitan dengan gerak fisik yang terdiri dari gerakan refleksi, keterampilan gerak dasar, kemampuan perseptual, ketepatan, keterampilan kompleks, serta ekspresif, dan interperatif.
Memanipulasi
Merupakan kemampuan dalam melakukan suatu tindakan serta memilih apa yang diperlukan dari apa yang diajarkan.
Pengalamiahan
Merupakan penampilan tindakan di mana hal yang diajarkan dan dijadikan sebagai contoh telah menjadi kebiasaan dan gerak yang ditampilkan lebih meyakinkan.
Meniru
Merupakan kemampuan untuk melakukan sesuatu dengan contoh yang diamati walaupun belum dimengerti makna atau hakikatnya.
Artikulasi
Merupakan tahap seseorang dapat melakukan suatu keterampilan yang lebih kompleks terutama yang berhubungan dengan gerakan interpretatif.
Ranah afektif
Adalah ranah yang berhubungan dengan sikap, nilai, emosi serta derajat penerimaan atau penolakan sutau objek dalam kegiatan belajar mengajar.
Responding/menanggapi
Merupakan suatu sikap yang menunjukkan adanya partisipasi aktif untuk mengikutsertakan dirinya dalam fenomena tertentu dan membuat reaksi terhadapnya dengan salah satu cara. Contohnya dengan menyerahkan laporan tugas tepat waktu.
Valuing/penilaian
Merupakan pemberian nilai, penghargaan, serta kepercayaan terhadap suatu gejala atau stimulus tertentu. Contohnya dengan bersikap jujur dalam kegiatan belajar mengajar serta bertanggung jawab terhadap segala hal selama proses pembelajaran.
Receiving/attending/penerimaan
Merupakan kepekaan dalam menerima rangsangan atay stimulasi dari luar yang datang pada diri siswa. Contohnya dengan sikap siswa dalam mendengarkan penjelasan guru dengan seksama. Mereka siap menerima nilai-nilai yang diajarkan kepada mereka dan mereka memiliki kemauan untuk menggabungkan diri atau mengidentifikasi diri dengan nilai tersebut.
Organization/organisasi/mengelola
Merupakan konseptualisasi nilai-nilai menjadi sistem nilai, serta pemantapan dan propritas nilai yang telah dimiliki. Contohnya dengan kemampuan menimbang akibat positif dan negatif dari suatu kemajuan sains terhadap manusia.
Charachterization/karakteristik
Merupakan kepaduan semua sistem nilai yang telah dimiliki seseorang yang mempengaruhi pola kepribadian dan tingkah lakunya. Contohnya adalah dengan bersedia mengubah oendapat jika ada bukti yang tidak mendukung pendapatnya.
Ranah kognitif
Kemampuan menyatakan kembali konsep atau prinsip yang telah dipelajari ang berkaitan dengan kemampuan berpikir, kompetensi memperoleh pengetahuan, pengenalan, pemahaman, konseptualisasi, penentuan, dan penalaran. Segala aktivitas yang berkaitan dengan otak dibagi menjadi 6 tingkatan dari terendah sampai tertinggi yang dilambangkan dengan C (cognitive).
C3 (penerapan/application)
Pengaplikasian diartikan sebagai kemampuan menerapkan informasi pada situasi nyata, menerapkan pemahaman dengan cara menggunakannya secara nyara. Peserta didik dituntut untuk dapat menerapkan konsep dan prinsip yang ia miliki pada situasi baru yang belum pernah diberikan.
C4 (analisis/analysis)
Analisis merupakan kemampuan menguraikan suatu materi menjadi komponen yang lebih jelas. Siswa diminta untuk menguarai informasi dalam beberapa bagian menemukan asumsi dan membedakan pendapat dan fakta serta menemukan hubungan sebab akibat.
Analisis elemen/unsur, analisis bagian-bagian materi.
Analisis hubungan, identifikasi hubungan.
Analisis pengorganisasian prinsip/prinsip-prinsip pengorganisasian, indetifikasi organisasi.
C2 (pemahaman/comprehension)
Pemahaman dapat diartian sebagai kemampuan dalam memahami materi tertentu. Peserta didik mampu menjawa pertanyaan menggunakan kata-kata sendiri dengan memberikan contoh baik prinsip atau konsep.
Translasi, kemampuan mengubah simbol dari satu bentuk ke bentuk lain.
Interpretasi, kemampuan menjelaskan materi.
Ekstrapolasi, kemampuan memperluas arti.
C5 (sintesis/synthesis)
Sintesis merupakan kemampuan memproduksi dan mengombinasikan elemen-elemen untuk membentuk struktur yang unik. Kemampuan ini dapat berupa memproduksi komunikasi yang unik, rencana atau kegiatan yang utuh, dan seperangkat hubungan abstrak. siswa dituntut untuk menghasilkan hipotesis atau teorinya sendiri dengan memadukan berbagai ilmu pengetahuan.
C1 (pengetahuan/knowledge)
Penekanan pada mengingat kembali materi yang sudah dipelajari, contohnya pengetahuan tentang istilah, fakta khusus, konvensi, kecenderungan urutan, klasifikasi dan kategori, kriteria, dan metodologi.
C6 (evaluasi/evaluation)
Evaluasi adalah kemampuan menilai manfaat suatu hal untuk tujuan tertentu berdasarkan kriteria yang jelas. Siswa dipandu untuk mendapatkan pengetahuan baru, pemahaman yang lebih baik, penerapan baru, serta cara baru yang unik dalam analisis dan sintesis. Siswa mengevaluasi inforrmasi termasuk melalukan pembuatan keputusan dan kebijakan.
evaluasi berdasarkan bukti internal
evaluasi berdasarkan bukti eksternal
Keterampilan abad 21
Identifikasi keterampilan abad 21 berupa 4C
Critical thinking
Merupakan keterampilan untuk melakukan berbagai analisis, penilaian, evaluasi, rekonstruksii, pengambilan keputusan yang mengarah pada tindakan yang rasional dan logis.
Creativity
Mengenai keterampilan untuk menemukan hal baru yang belum ada sebelumnya, bersifat orisinil, mengembangkan berbagai solusi baru untuk setiap masalah, dan melibatkan kemampuan untuk menghasilkan ide-ide yang baru, bervariasi, dan unik.
Communication
Merupakan keterampilan untuk mengungkapkan pemikiran, gagasan, pengetahuan, ataupun inforasi baru, baik secara tulis atau lisan.
Collaboration
Merupakan keterampilan bekerja bersama secara efektif dan menunjukkan rasa hormat kepada anggota tim yang beragam, melatih kelancaran dan kemauan dalam membuat keputusan untuk mencapai tujuan bersama.
Assessment and teaching of 21st century skills
Cara bekerja (ways of working)
Meliputi keterampilan berkomunikasi, berkolaborasi, dan kerja tim.
Alat-alat untuk bekerja (tools of working)
Meliputi pengetahuan umum dan literasi teknologi komunikasi dan informasi.
Cara berpikir (ways of thinking)
Meliputi kreativitas dan inovasi, berpikir kritis, pemecahan masalah, pembuatan keputusan, dan belajar tentang belajar (metakognisi)
Hidup di dunia (living in the world)
Meliputi kewarganegaraan, hidup dan karir, tanggung jawab personal dan sosial, serta kompetensi dan kesadaran budaya.
Literasi
Paradigma literasi lama
Baca
Tulis
Hitung
Paradigma literasi baru
Literasi data
Literasi teknologi
Literasi manusia
Keterampilan literasi
Menulis
Menyimak
Membaca
Berbicara
Sumber
http://elearning.iainkediri.ac.id/pluginfile.php/319821/mod_resource/content/1/7325Taksonomi%20Bloom.pdf
Redhanna, I. W., 2019. Mengembangkan Keterampilan Abad ke-21 dalam Pembelajaran Kimia. Inovasi Pendidikan Kimia, Volume 13, pp. 2239-2253.
https://gurudikdas.kemdikbud.go.id/news/pendidikan-karakter-:-peranan-dalam-menciptakan-peserta-didik-yang-berkualitas
Fathurrohman, n.d. Model-Model Pembelajaran. Pelatihan Guru Post Traumatik PKO Muhammadiyah.