Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Preeklamsia, Athallah Noufal Mubarak
(2206046986) - Coggle Diagram
Preeklamsia
-
Diagnosis banding
-
-
Eklamsia
perkembangan preeklamsia & kejang tonik-klonik umum sekunder pada intrapartum hingga 72 jam postpartum
-
-
-
penglihatan kabur dan ganda,
kebutaan kortikal semestara,
-
-
-
-
CKD
-
-
-
-
-
median preeklamsia: kontrol: CKD = 436:9,4:4,0.
-
-
Pemeriksaan penunjang
-
-
-
Semua urine dikumpulkan mulai pagi hari setelah buang air kecil pertama, dicatat waktunya, dan disimpan pada suhu ruangan hingga keesokan paginya setelah buang air kecil pertama.
-
Hitung darah lengkap (CBC): Dapat menunjukkan hemokonsentrasi, trombositopenia (<100.000/mikroL), atau kelainan koagulasi jika ada komplikasi berat seperti disfungsi hati atau abrupsi plasenta.
Kreatinin serum: Normalnya menurun dalam kehamilan (0,4-0,8 mg/dL), tetapi meningkat pada preeklamsia.
Kreatinin >1,1 mg/dL mengindikasikan preeklamsia berat.
-
-
-
-
-
Prognosis
Tingkat keparahan gangguan pembuluh darah plasenta -> memengaruhi kondisi ibu dan janin -> jika gangguan ringan -> ibu hipertensi tanpa komplikasi.
Pada kasus yang lebih parah -> aliran darah ke janin sangat berkurang -> menyebabkan pertumbuhan janin terhambat, hipoksia janin, hingga stillbirth atau kematian janin dalam kandungan.
Deteksi dini dan penanganan yang tepat -> Jika teridentifikasi lebih awal dan dikendalikan dengan obat antihipertensi, pemantauan ketat, serta persalinan yang dilakukan pada waktu yang tepat -> risiko komplikasi dapat dikurangi.
Diagnosis terlambat -> preeklamsia berkembang menjadi eklamsia -> berpotensi menyebabkan gagal organ atau bahkan kematian ibu dan janin.
Komplikasi
-
• Otak: Hipertensi → edema serebral → risiko stroke (hemoragik/iskemik) & eklamsia → kejang → cedera otak → kematian.
• Ginjal: Hipertensi → penyempitan pembuluh ginjal → gagal ginjal akut → proteinuria, edema → butuh dialisis/transplantasi.
• Hati: Preeklamsia → HELLP syndrome (hemolisis, peningkatan enzim hati, trombositopenia) → perdarahan/gagal hati → mengancam nyawa.
• IUGR: Gangguan plasenta → nutrisi & oksigen kurang → janin kecil, risiko gangguan pernapasan & otak.
-
• Persalinan Prematur: Preeklamsia berat → lahir sebelum 32 minggu → risiko gangguan pernapasan, infeksi, dan perkembangan otak.
-
Fisiologi kehamilan
Fertilisasi
-
Transpor sperma: Melewati serviks → tersebar di uterus → mencapai ampula dengan peristaltik, kemotaksis bourgeonal, & reseptor hOR17-4.
Kapasitansi sperma:
-
• Sperma berikatan dengan ZP3 → enzim hidrolitik dilepas → zona pelusida dicerna → jalur sperma terbentuk
-
Implantasi
-
-
-
• Hari ke-6-7: Morula mengapung di kavitas uterus, terus membelah.
Persiapan Implantasi
-
-
-
-
-
-
-
-
• Setelah implantasi penuh, endometrium menutupi blastosit.
-
Patofisiologi
Faktor Risiko: Genetik, imunologi → gangguan invasi trofoblas & remodeling arteri spiralis
-
• Hipoksia plasenta → stres oksidatif & pelepasan sFlt-1, sEng (antiangiogenik).
• ↓ VEGF, PlGF, NO → vasokonstriksi & disfungsi endotel.
-
-
• Ginjal: Aktivasi RAAS, proteinuria, gagal ginjal.
-
• Jantung & Pembuluh Darah: Hipertensi, kardiomiopati.
-
• Otak: Stroke, PRES, eklamsia.
-
-
-
-
Etiologi
-
• Invasi trofoblas tidak sempurna → gagal remodeling arteri spiralis → aliran darah plasenta terganggu.
-
-
-
-
• Ginjal (oliguria), hati (nyeri epigastrium), otak (sakit kepala, kejang), jantung (edema, gagal jantung).
-
-
-
Tatalaksana farmakologi
-
Antihipertensi
-
-
Jika tidak efektif: Berikan 40 mg setelah 10 menit, dilanjutkan 80 mg setiap 10 menit hingga dosis maksimum 300 mg.
-
Tanda inpartu
Proses utama: dilatasi serviks (untuk jalan lahir) dan kontraksi kuat miometrium uterus (mendorong janin)
-
Kontraksi Braxton Hicks (kontraksi palsu) → tidak teratur dan tidak menyebabkan pembukaan serviks → melatih otot rahim
Peregangan serviks → oleh kolagen dan hormon relaxin → serat kolagen melemah → serviks fleksibel → harus cukup elastis untuk persalinan
-
-
-
-