Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Q.S. Al-Muzammil Ayat 1 - 9 - Coggle Diagram
Q.S. Al-Muzammil Ayat 1 - 9
Asbabun Nuzul (Ibnu Katsir)
Berkumpulnya para pemuka Quraisy di Darun Nadwah (Hadits Jabir)
Bermusyawarah untuk memberikan nama kepada Nabi Muhammad saw di awal turunnya wahyu
Ada yang menamai Rasul sebagai seorang dukun, gila, penyihir
Pembesar Quiraisy berselisih pendapat tentang sebutan bagi Nabi Muhammad saw
Ayat 1
Tafsir Ibn Katsir
Tafsir Ibn Katsir
Allah swt memerintahkan Rasulullah saw untuk meninggalkan berselimut di malam hari dan bangun untuk melakukan
qiyamul lail
beribadah kepada-Nya
seperti dalam Q.S. As-Sajdah ayat 16
Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezeki yang Kami berikan.
Perintah wajibnya
qiyamul lail
ini hanya berlaku bagi Rasulullah
Seperti dalam Q.S. Al Isra ayat 79
Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.
Lalu, Allah menetapkan
durasi
qiyamul lail
dalam ayat ke-2
bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya),
Menunjukan bahwa ibadah ini berat, akan tetapi ada fleksibilitas dalam menjalankannya
Yang paling penting adalah konsistensi
Pilihan durasi qiyamul lail
Setengah malam (1/2)
Mengurangi dari setengah malam (1/3)
Menambah sedikit dari setengah malam (2/3)
Arti al-Muzzammil
Hai, orang yang sedang tidur (Ibnu Ibbas, Ad-Dahhak)
Yang sedang berselimut dengan baju/beludrunya (Qatadah, Ibrahim An-Nakaha'i
Tafsir Showi
Pengantar
Hanya dalam surat ini, ayat terakhir me-
nasakh
ayat pertama
Selang waktu turunnya ayat pertama (diwahyukan di Mekkah) dan terakhir (diwahyukan di Madinah setelah hijrah) 10 tahun
Turun setelah ayat Iqra
Arti Muzzammil
Yang berselimut dengan bajunya
Berselimut dg kenabian
Berselimut dg risalah (kenabian)
Berselimut dg Al-Quran
Hai yang membawa perkara (
risalah)
Khitab muzammil: Nabi Muhammad saw
Tafsir Jalalain:
Rasul saw berselimut karena takut dan kaget telah mendapatkan wahyu dari Allah swt melalui malaikat Jibril
Tafsir Asy-Sya'rawi
Pengantar
Allah memerintahkan Nabi saw untuk bangun di malam hari untuk menunaikan shalat tahajjud dalam rangka mendekatkan diri kepada-Nya
Ini adalah undangan khusus dari Allah untuk Rasul saw
Bentuk cinta Allah pada Rasul-Nya
Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji. Q.S. Al-Isra' ayat 79
Shalat tahajjud wajib bagi Rasul, akan tetapi menjadi penambah bagi umat-Nya, selain shalat fardhu yang telah ditetapkan.
Meskipun begitu, pelaksanaannya sangat fleksibel, yang penting bangun di malam hari.
tahajjud: menggeser waktu tidur
Shalat tahajjud adalah refleksi untuk mengingat nikmat yang Allah berikan pada hari itu, setelah capek seharian bekerja untuk mencari nafkah yang halal.
Pada dasarnya, nikmat itu adalah pemberian dari Allah, bukan hasil dari kerja keras dirinya sendiri
dan orang-orang yang menghabiskan waktu malam untuk beribadah kepada Tuhan mereka dengan bersujud dan berdiri (Q.S. Al-Furqon ayat 64
Makna Al-Muzzammil
Orang yang berselimut (Nabi Muhammad saw)
Rasul saw berselimut ketika kedatangan Malaikat Jibril as
Mengapa tidak memanggil Muhammad dg Nabi?
Karena ini awal masa kenabian
Asbabun Nuzul
Berkumpulnya pembesar Quraisy di Darun Nadwah untuk menghentikan dakwah Nabi saw
Nabi Muhammad saw bersedih, sehingga turunlah ayat ini sebagai penawar bagi beliau
'Ibrah: kunci ketenangan di kala badai kesulitan menerjang adalah shalat
Tempat berteduh, mengadu dan istirahat dari kesulitan hidup. Arihna biha ya bilal
Tempat mencari ketenangan
Jika shalatnya dikerjakan dengan cinta dan kerinduan
Rasulullah tetap melaksanakan qiyamul lail sampai kedua telapak kakinya lecet, meskipun dia telah diampuni dari dosa lalu dan yang akan datang
Qiyamul lail: wujud syukur
Tafsir Mafatihul Ghaib
Mayoritas ulama setuju bahwa yang dimaksud dengan Al-Muzammil di sini adalah Rasulullah saw
Al Muzammil: seseorang (dalam hal ini Rasul) yang menyelimuti atau menutupi dirinya dengan pakaian
Alasan Nabi menyelimuti dirinya
Nabi menyelimuti dirinya sebagai persiapan untuk shalat
Nabi dibangunkan oleh Jibril ketika beliau sedang tidur berselimut di malam hari. Jibril membangunkannya supaya Rasul beribadah di malam hari
Ketakutan setelah wahyu pertama
Nabi merasa takut, dan menganggap dirinya telah diganggu oleh jin. Saat ia kembali, dia minta untuk diselimuti. Lalu Jibri memberikan wahyu lagi dengan berkata, "Hai orang yang sedang berselimut,"
Malam itu Rasul sedang berselimut dengan Siti Khadijah, lalu dipanggil oleh Jibril dan diingatkan untuk melaksanakan qiyamul lail
Maksud dari Al Muzammil adalah panggilan bagi Rasul yang akan memikul amanat besar yang risalah kenabian
Tafsir Al-Qurthuby
Makna Al-Muzammil
Almuhtamil
(yang membawa risalah kenabian) (makna majazi)
Tafsir Majazi (kiasan)
Wahai yang berselimut dengan kenabian dan memikul risalah. (Ikrimah)
Nabi saw telah dibebankan tugas kenabian (wahyu dan dakwah)
Almutazammil
(yang berselimut) (makna literal)
Berselimut dengan Al-Qur’an (Ibnu Abbas)
Wahai orang yang berselimut dengan Al-Qur’an
menyatu dengan Al-Qur’an, membawa dan memikulnya
Berselimut dengan Pakaian (Qatadah)
Nabi ﷺ saat itu sedang berselimut secara harfiah dengan pakaiannya.
Al-Nakha’i: Beliau berselimut dengan qatiifah (sejenis kain tebal).
Aisyah: berselimut dengan mirṭ (selimut panjang 14 hasta)
Bahan kain tersebut bukan sutra atau wol mahal, tapi terbuat dari rambut dan bulu hewan
Asbabun Nuzul
Nabi ﷺ diganggu oleh ucapan buruk kaum musyrik, lalu beliau merasa sedih dan berselimut.
Pada awal wahyu, ketika Nabi ﷺ melihat malaikat Jibril dan merasa sangat takut hingga tubuhnya gemetar. (Ibnu Abbas)
Ayat 2
Tafsir Showi :star:
Perintah (bangun tidur) adalah untuk mewajibkan
Ada beberapa pendapat tentang kewajiban ini (sebelum turunnya ayat di penghujung surat)
Wajib bagi Rasul saw dan umatnya :warning:
Wajib bagi Rasul saw dan para nabi :warning:
Hanya wajib bagi Rasul saw :warning:
Sampai datang ayat yang menasakhnya di akhir surat
Sampai datang kewajiban menunaikan 5 shalat fardhu untuk menggantikannya
Bangun untuk apa? :question:
Untuk shalat
qiyamul lail
dan ibadah2 lainnya :explode:
Tafsir Asy-Sya'rowi
Sesungguhnya Nabi ﷺ berdiri (salat) di malam hari sampai kedua kakinya bengkak (pecah-pecah)...
Berapakan batasan "sedikit"?
Tafsir Mafatihul Ghaib (Ayat 2 - 3)
Bangunlah di malam Hari!
Wajib atau sunnah?
Pada awalnya wajib, tapi dinasakh
Dihapus oleh perintah shalat 5 waktu
Para sahabat kesulitan dalam melaksanakan qiyamul lail, karena tidak ada ketentuan tentang durasi waktu mengerjakan. Kaki mereka sampai bengkak.
Allah menghapus kewajiban dengan hanya membaca ayat Al-Qur'an sedikit "Maka bacalah apa yang mudah bagimu dari Al-Qur'an." (Al-Muzzammil: 20)."
Jeda dari disyariatkan (di Mekkah) dan dinasakh (di Madinah) 1 tahun
"Bangunlah pada malam hari kecuali sedikit"
Makna "kecuali sedikit"
Sepertiga malam
merujuk pada akhir surat Al-Muzammil yang mengatakan, "dua pertiga, setengah, dan sepertiga malam"
"bangunlah malam kecuali sedikit" adalah bangun dua pertiga malam
Pilihan lainnya: setengah dan sepertiga malam
Kewajiban minimal adalah sepertiga malam, sedangkan lebih dari itu adalah anjuran (sunnah).
Jika Nabi ﷺ kadang bangun kurang dari sepertiga, maka hal itu karena perkiraan waktu malam dilakukan dengan ijtihad (usaha manusiawi) yang mungkin kurang tepat menurut ukuran pasti Allah, sebagaimana disebut dalam ayat 20: "Allah mengetahui bahwa kalian tidak akan dapat menghitungnya secara tepat."
"Kecuali sedikit" = setengah malam
Bangun setengah malam, kecuali kurangi sedikit (sehingga menjadi seperempat malam), atau tambah sedikit (hingga tiga perempat malam)
Kewajiban
qiyamul lail
adalah semperemat malam *
menghindari anggapan bahwa Nabi ﷺ meninggalkan kewajiban ketika bangun malamnya kurang dari sepertiga, karena yang wajib sebenarnya hanyalah seperempat malam saja.
Tafsir Al-Qurthuby
Bangunlah di malam hari
Makna "bangun" : shalat
Batas malam: terbenam matahari sampai terbit fajar
Apakah
qiyamul lail
pernah disyariatkan wajib? Untuk siapa?
Untuk Nabi Muhammad saw (Sa'id bin Zubair)
Untuk Nabi Muhammad saw dan nabi-nabi sebelumnya (Ibnu Abbas)
Untuk Nabi Muhammad saw dan para pengikutnya (Siti 'Aisyah dan Ibnu Abbas)
Qiyamul lail
pernah wajib, berselang 12 bulan diganti menjadi sunnah, untuk memudahkan
Ketika pertama kali ayat ini diturunkan apa hukum melakaksanakan
qiyamul lail
Wajib
Sunnah
Ayat 4
Tafsir Mafatihul Ghaib
Allah memerintahkan Rasul saw agar membaca Al-Qur'an dengan tartil (perlahan dan penuh dengan ketelitian)
Makna tartil
Membaca jelas dan tidak tergesa-gesa
Memastikan setiap huruf dibaca dengan jelas dan diberikan haknya
Tartil: susunan (gigi) yang rapi dan indah
Pentingnya membaca Al Qur'an dengan penuh ketenangan
Makna spiritual dari tartil
merenungi kandungan ayat-ayat, memahami makna mendalam, dan meresapi pesan-pesan ilahi.
Dengan membaca Al Quran secara tartil, hati akan tersentuh saat mendengar ayat tentang kebesaran Allah
Kita akan berharap ketika membaca janji Allah
Dan takut saat membaca ancaman-Nya
Membaca Al Quran dengan tartil ketika Qiyamul lail: hadirnya hati dan kesempurnaan makrifat
Bukan hanya sekedar membaca lafadz, tapi juga menghidupan maknanya dalam jiwa
Ketika kita sedang memahami dan mendalami sesuatu, maka kita tidak melakukannya dengan tergesa-gesa
Tafsir Ibnu Katsir
Makna tartil
bacalah Al-Qur’an dengan perlahan dan penuh ketenangan
Cara ini membantu dalam memahami, merenungi, dan menghayati isi Al-Qur’an
Cara Nabi Muhammad saw membaca Al Qur'an dengan tartil
Membaca satu surat seakan lebih panjang karena Rasul membaca dengan tartil (Siti Aisyah)
Memotong bacaan per ayat (Ummu Salamah)
Memperjelas tiap ayat dan memanjangkan bacaan
Membaca penuh khusyu' dan tertib (Anas bin Malik)
Di surga, seorang mukmin akan dipanggil dan diminta untuk membaca ayat Al Quran terkahir yang dia baca dengan tartil ketika di dunia
Anjuran membaca Al Qur'an dengan indah
Anjuran melagukan bacaan
Pujian kepada sahabat yang membaca Al-Qur'an seperti meniup seruling
Menghiasi Al-Qur'an dengan suara kita
Cara baca Al-Qur'an yang salah: terlalu cepat dan terburu2
Anjuran untuk berhenti di ayat-ayat Al-Qur'an yang mengandung keajaiban untuk tadabbur
Sya'rawi
Bangunlah pada malam hari untuk beribadah dan mengharap Ridha Allah. Jadikanlah membaca Al-Qur'an sebagai bekal ketika
qiyamul lail
dengan bacaanya yang tartil
Apa itu membaca Al Qur'an secara tartil?
Menjelaskan bacaanya
Membaca perlahan dari huruf ke huruf
Berikan hak untuk setiap huruf dari mad dan cara bacanya
Ibnu Abbas: bacalah Al Qur'an secara perlahan setiap tiga, empat, dan lima ayat
Secara umum tartil bermakna: hadirnya hati ketika membaca Al-Qur'an
Nasihat umum
Hadirkan hati dan pikiranmu ketika membaca Al Qur'an
Resapi dan pahami hakikat makna ayat-ayat yang dibacakan
Ingatlah Allah dan keagungan-Nya ketika membacanya
Ingatlah janji Allah kepada kaum beriman untuk memberikan surga dan ganjaran yang agung
Ingatlah ancaman Allah terhadap orang-orang kafir untuk memberikan mereka neraka dan sejahat-jahatnya tempat kembali
Ambilah ibrah terhadap kisah-kisah para Nabi dan umat-umat terdahulu